Kawan HC kalo kata admin ID Rock Cafe.
3 tahun yang lalu diajakin @lagarfljotsormurinn untuk isi bars bareng di riptide gegara saling pamer playlist hiphop eksperimental di ruang tutor. Kejadian di akhir tahun kemarin. Prosesnya singkat dan padat tapi bukan berarti tidak menyenangkan. Semalam diajak bersenang-senang kembali.
Selamat buat @riptidepare atas album barunya.
Cheers 🍻
Organize by: @artomorobooking
Picture by the one and only: @abdrbby
Hari ini, persoalan perubahan iklim (climate change) adalah masalah seluruh umat manusia.
Setiap kali kita menyalakan gadget, menyalakan mesin air, pergi berkencan dari hasil match tinder, sampai membaca tulisan ini, ada jejak karbon yang melayang mencemari udara.
Mengonsumsi daging sapi atau hewan ternak lain, serta membuang sampah organik yang ujungnya hanya menumpuk di TPA–menghasilkan gas metana yang menahan panas matahari di atmosfer.
Melihat fakta demikian, apa yang bisa kita lakukan? Dosakah kita jika abai akan hal ini?
Selengkapnya, Sebuah Pertaubatan Lingkungan oleh Johanis Abraham, tautan di bio 👆
#perjamuanbuku #microblog #climatechange #systemchangenotclimatechange #kritik #lingkungan #eko #green #panas #dingin #kapitalisme #industri
Korea Utara adalah salah satu korban dari bias politik media barat. Sayang seribu sayang, banyak dari kita menikmatinya sebagai hal yang mudah sekali untuk ditertawakan.
Bagaimana mungkin sebuah negara mewajibkan potongan rambut two block nan-katro itu untuk setiap warga negaranya? Dan bualan lainnya.
Media yang diagungkan sebagai salah satu pilar demokrasi, nampaknya tidak bisa lepas dari cengkraman kapital yang memaksa untuk tetap mengakumulasi entah dari berita-berita yang tidak bermutu (baca: kredibel), atau berita pesanan kelompok tertentu.
Kamu dapat melihat bagaimana media di Indonesia banyak dijadikan sebagai alat untuk kepentingan tertentu setidaknya sejak pemilu 2014. Berita yang bermuatan politis juga dapat kamu temukan dengan mudah di sosial media dari akun media itu sendiri, maupun sekadar akun repost yang kerjanya hanya mengandalkan endorsement.
Di zaman dengan peredaran informasi yang bisa kamu dapat dengan sekali sentuh, dapat menjadi sangat mengerikan ketika kamu tidak bisa melihat lebih jauh mana berita benar dan mana yang tak lebih dari sampah.
#kritik #media #koreautara #perjamuanbuku #kimjongun #northkorea #jurnalisme #microblog #sosialpolitik #puspenpb #indiebookstore #korea
Kabarkan di setiap persimpangan.
Api belum padam.
Besok banget kita ketemu dengan kawan-kawan yang siap bertukar energi.
@kidungsaujana dari Bandung berkunjung ke Pare.
@bendolorcreative.space bakal bantu kita menampilkan
@ruangkidung_@kieee_333@gayungbersambut_@riantdaffa
Penampilan sastra Pare juga serta pameran dari @peh.art.movement
Bawa uang jajan juga. Kolekan dan patungan jangan lupa. Heuheu.
Anyway ai juga nampil silahkan bawa senjata rakitan dan molotov kalian. 🙏🏻
Setelah 2 minggu lebih rilis, saya baru benar-benar bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan lagu ini.
Cukup kaget dengan apa yang dilakukan @nonasepatukaca Rasanya hampir semua lagu dari Nona tak ada yang saya lewatkan, itu membuat Saya cukup tahu bagaimana Nona bercerita lewat lagu-lagunya. Setidaknya itu pikir Saya.
Lewat Rukmini, mereka mebawakan nuansa baru untuk kelompok musik Minomartani ini. Mungkin ini juga efek dari bongkar pasang dari personil Nona sendiri.
Melayu yang nggak begitu medok tanpa rangkaian riff ala-ala dari Gabrez. Lirik yang mudah sekali dicerna tanpa analogi atau metafor yang bertabur di setiap bar adalah cara Rukmini bercerita. Sebagaimana seseorang menulis surat.
Saya adalah orang yang cukup sering bertukar surat, dan tentu pernah kehilangan sahabat pena, Saya mengerti betul bagaimana perasaan Rukmini. Bedanya Rukmini akan berbicara soal perandaian soal momongan, sedangkan Saya berkutat soal keseharian dan pop ataupun kultur internet.
Kesimpulan:
Bagi saya Ini bukan lagu sedih menye-menye. Ini bukan lagu yang bisa menemani kamu menangis tersendu karena ditinggal pasangan. (Lebih baik dengerin vierra atau flanella)
Tapi Ini adalah lagu yang ikhlas. Lagu yang entah mengapa bagi saya adalah merayakan segala memori yang Saya punya dengan sahabat pena saya di setiap kali Saya menulis surat yang tidak terbalas.
Terima kasih. Kesempatan yang luar biasa bagi kami. 🙏🏻
Bapak-bapak dari @kiarakelana Juga keren banget. Kamsia. 🙏🏻
Sampai jumpa di sana. Di tempat yang ada jawabannya.
Kamsia buat @titikkata.visual ❤
#menyambut_gayung #anggidanpegawai #crewbandunderpaid