Farrel Wiratama

@farrelw__

IPB ‘59 berniaga @jokulgeprek 🍳 memotret @ayodokum.studio 📸 kadang menulis di @dizkorda @koncos__ Slide into DM if u wanna link up for work🤞🏻
Followers
3,627
Following
2,724
Account Insight
Score
30.59%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
1:1
Weeks posts
Mendatangi Bogoria yang digelar pada hari Sabtu, 25 Januari 2025. Menggunakan akses dari media untuk-ketiga-kalinya di acara festival di Bogor. Namun, sayangnya tidak bisa memotret dari depan stage karena adanya regulasi. Jadinya, bolak-balik area VIP sama premium aja. Cuaca saat itu hujan, seperti ombak yang pasang surut (deres-gerimis). Dibuka oleh Idgitaf (telat dateng bray, ujan) lalu dilanjut Perunggu sebelum break Maghrib. Akhirnya nonton Perunggu lagi, setelah terakhir nonton pas Besok Hari Senin Tour di Bogor. Setelah itu, The Changcuters naik ke panggung. Walaupun hujan lagi di fase (deres), justru penonton semakin ramai menyaksikan dengan memakai ponco yang dibeli didepan venue (beli disini aja dek didalem mahal -pak rahmat). Saat .Feast tampil, hujan sudah mulai mereda. Akhirnya saya stay di area Premium hingga Hindia memainkan lagu terakhirnya yaitu Cincin. Selesai acara ini, saya mendapatkan oleh-oleh (sepatu berlumuran lumpur). #stagephotography #myuzieek #isramiraj #imlek
3,533 54
1 year ago
Pesta malam ini sangat “crazy”. Penggalan lirik NEO INTRO – NozoK paling pas mendefinisikan Fengshui x Freak Gig malam itu, 1 Mei 2026, bertepatan dengan May Day. Tidak pernah terbayang The Kuda, kuartet punk asal Bogor berada dalam satu lineup dengan NozoK, rapper muda yang digadang-gadang menjadi kuda hitam di scene hip-hop underground tahun ini. Kurasi lineup dari Fengshui memang sulit ditebak, tapi selalu #solidsolidsolid🐴 Malam itu digelar di COMA, M Bloc Space. Dibuka oleh White Chambers, band psychedelic rock asal Bali yang sedang menjalani rangkaian Kalopsia Era Tour dan Jakarta menjadi titik pertamanya. Kalau kata Konyay, rasanya seperti di padang pasir tiap mendengar alunan musik mereka 🏜️. Kemudian taRRkam mengambil alih panggung. Paling suka saat lagu “Tentara” dimainkan. Ape langsung hormat grak, refleks, tanpa komando, dan penonton mengikutinya. Giliran Marryanne muncul. Lagi dan lagi, Fengshui membawa #shoegazesavedmylife. Lalu Electric Bird, garage rock asal Surabaya main dan tidak lupa membawakan single terbaru mereka berjudul “Power”. Supple mengisi bagian selanjutnya. Ada kolaborasi live painting di lagu “In A Mess” bersama Zidan, riuh penonton mulai terasa di sini. Momen menarik terjadi ketika Yaka menanyakan apakah penonton mau setlist. Ia lalu mencopot bajunya dan melemparnya. Ternyata salah satu setlist itu tertulis di bajunya, rezeki penonton berupa merch dadakan👕. Klimaks terjadi ketika The Kuda akhirnya naik panggung. Mosh pit terbentuk begitu cepat, saling bertubrukan merupakan hal yang lumrah. Sosok asli “Kuda” benar-benar muncul, bergerak ke sana kemari, hingga di ujung memanjat layaknya Ninja Warrior. Rangkaian LED sempat patah, tapi ya namanya juga namjug. #amanajabray Antiklimaks sekaligus penutup ada di tangan NozoK. Perpindahan cepat dari punk ke hip-hop, tapi militansinya tetap terasa. Semuanya punya “pasar” masing-masing dan dipertemukan di acara ini. Rangkaian yang tidak biasa, tapi justru itu yang membuat malam ini terasa pas untuk diakhiri setelah Kicau Mania menggema di Monas pagi itu. #kicaumania🐦‍⬛ Sedikit info, Fengshui akan berulang tahun di bulan depan. Nantikan rangkaian kegiatan yang setara COACHELLA.
2,134 21
12 days ago
May Day 2026, Senayan dan sekitarnya. #mayday #mayday2026 #photojournalism
272 4
15 days ago
Sabtu lalu, perhelatan Be Good Experience di Bagi Kopi, Los Angeles (LA) Tidak menulis panjang kali ini, hanya bisa daydreaming ketika menyaksikan Bin Idris tampil. Kecewa sedikit karena tidak ada sambutan dari Pramono Anung. Semoga bisa berkepanjangan. #gigsphotography #jumrils
253 3
16 days ago
HAM DALAM BERITA // Di balik layar produksi video podcast Greenpeace Indonesia #behindthescene #podcast #ham
0 0
23 days ago
Edisi bertamasya bersama Fengshui ke Bandung🚗💨 Desas-desus Fengshui akan melebarkan sayap ke “Kota Kembang” sudah terdengar sejak gelaran mereka pada Februari lalu. Rencana itu akhirnya terlaksana seusai Lebaran, tepatnya pada 11 April 2026 di Pelana7. Tiga mobil beriringan berangkat dari titik kumpul di Univ Moestopo. Salah satu yang ikut dalam perjalanan ini adalah BATDD. #masihanakanakjuga 🏖️ Fengshui kembali menunjukkan kurasi lineup yang solid. Conversation Without Talk hadir dalam rangkaian tur “I Wish That You’d Find Me On” dengan Bandung sebagai titik awal. Disusul BATDD yang juga ikut bertamasya, serta kembalinya kolaborasi Funeruuu x Hush. Empat nama dari Bandung melengkapi susunan yakni ASHN, SWARM, Fizzle, dan Ruh. Momen menyaksikan Ruh di “kandang” sendiri pun akhirnya kesampaian. #myuziek 🎶 Sesampainya di Bandung, Pelana7 mengingatkan saya dengan venue di kawasan Panglima Polim yaitu Studio Pangpol51. Bedanya, Pelana7 berada di lantai dasar tanpa tiang yang menghalangi pandangan. Area depan difungsikan sebagai ticketing sekaligus lapakan. Mulai dari baju, tattoo, hingga makanan tersedia, termasuk merchant topi Mati GayA yang cukup mencuri perhatian, serta dilayani langsung oleh Martin yang “rupa” nya mirip Tenxi tanpa kacamata. 🕶️ Orang-orang dari Jakarta dan sekitarnya turut hadir, membuat acara ini terasa seperti ruang temu. Fengshui konsisten dengan pendekatan DIY, tanpa sponsor, dan itu cukup terasa. #semangatdiy🛕 Acara dimulai di bawah gerimis yang awet, sesekali mereda lalu kembali turun. Ruh membuka dengan set yang lugas. Di ruang yang sudah akrab bagi mereka, psychedelic-rock memang terasa nikmat. Fizzle melanjutkan dengan intensitas yang lebih emosional. Set mereka menyayat, juga ada kolaborasi bersama Enrica. 🪇 Hujan di luar semakin deras saat Conversation Without Talk naik panggung. Penonton pun masuk dan memenuhi ruangan. Kepadatan itu justru memperkuat suasana. Rasanya Tuhan merestui mereka manggung dengan menyamarkan air mata penonton lewat derasnya hujan. Menjelang akhir set, Yaka dari Supple ikut bergabung. #wongkalahanbersatu📍 Narasinya kepanjangan, lanjut di kolom komentar bray. #copywriting
423 27
1 month ago
Sonic Bloom menuntaskan leg pertamanya⚡️. Bertepatan dengan Jumat Agung, Sonic Bloom digelar di Kopi Rumaja - Loader. Sebuah kedai kopi yang (juga) baru pertama kali menjadi tempat untuk acara seperti ini. Dengan suksesnya acara perdana ini, terbuka kemungkinan bagi tempat ini untuk menjadi ruang bagi acara-acara selanjutnya🥁. Sonic Bloom lahir dari persahabatan lima band yang kemudian menjadi penggagas acara ini, meski datang dari latar belakang musik yang berbeda. Namun, tujuannya sama. Yakni, merayakan rilisnya karya dari masing-masing entitas di kota kelahirannya. Kebetulan, semua pengisi acara pada punya rilisan terbaru bray. 🎶 Sebut saja Neal dengan rilisan “Ego” yang sekaligus menjadi pembuka acara. Rilisan ini menandai kembalinya mereka setelah hiatus selama beberapa tahun. Selanjutnya, ada Pineline dengan “Time (Demo)”, Sebuah refreshment dari “indie-rock” Bogor. #shoegazesavedmylife 🙂‍↕️ Lima band utamanya pun demikian: Thouses dengan “Red House”, Telly Blue dengan “Tender”, The Basement Dry dengan “Karam”, Pastula dengan “Bahkan Bayanganku Pun Pergi”, dan I Give I Gave dengan “Relentless Adolescence” yang sudah bisa didengarkan di Bandcamp maupun DSP lainnya. Acara dimulai sejak sore dan selesai sebelum larut malam, sisa waktunya dihabiskan untuk berbincang-bincang sambil menunggu gerimis tipis mereda. ☔️ Terima kasih @llukm3nn___ @superblasters sudah dilibatkan, terima kasih band-band yang tampil, terima kasih rekan-rekan sejawat. Momen ini menjadi titik kumpul sekaligus silaturahmi untuk berbagai generasi karena diadakan di Rumaja (Rumah Para Remaja). #foreveryoung Ulasan lain bisa ditilik dari Vlog musik oleh Raka Dewangkara @rakadew yang telah tayang kemarin. #selamatpagi Semoga ada Sonic Bloom leg selanjutnya🤲🏻 #aamiin
262 37
1 month ago
Makasih farel buat jepretannya @farrelw__ . . Sonic bloom asoy!
222 13
1 month ago
Di hari ke-24 puasa, lima hari sebelum Nyepi dan sepekan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pixel Graph menggelar release party “Vector Hate Bitmap” di Kios Ojo Keos. Free entry tentunya, diadakan oleh ilagirecords dengan tajuk “Pre-Lebaran Silaturahmi” bersama warga-wargi. Sebelumnya, sempat juga mampir ke Fan and Makers yang diadakan di Brickhall Fatmawati untuk bersilaturahmi sekaligus membeli beberapa baju band dalam rangka menghabiskan THR (Tunjangan Hari Rabu). Cukup nyantai sebenarnya. Panitia bisa buka bersama dulu, dilanjut prepare dan set-up sebelum acara mulai menjelang pukul delapan malam. Malam itu dibuka oleh penampilan Grey Moon Pickers, sebuah unit 60’s punk duo bentukan Ryan (Bintaro Bawah Tanah) dan Yaka (Supple). Ajib bray. Monetaries lalu main dan penonton mulai memadati indoor Kios Ojo Keos dengan space-nya yang terbatas. Terlihat keluarga salah satu personel yang hadir sehingga menambah kesan “Halal Bihalal”-nya. Full support bermusik dari orang tua memang salah satu nikmat yang tidak tergantikan. Pop group asal Depok atau “tugas kelompok 6” ini patut diawasi kancah bermusiknya. Pineline, unit shoegaze asal Bogor, juga diajak bermain dan ini jadi kali pertama mereka manggung di sini. Mungkin dalam rangka membentuk serta menjaga persahabatan Bogor–Tangerang, seperti yang dilakukan oleh ASEAN. Puncaknya ketika yang punya hajat tampil, Pixel Graph. Merayakan sembilan track yang telah mereka rilis di Bandcamp. Mungkin karena membawakan genre egg punk/post-punk, terasa seperti ada nyawa Bedchamber/Glyph Talk di sana. Hal ini sekaligus menutup rangkaian Halal Bihalal malam itu. Btw, sempat lihat di rundown kalau ada Hiburan Penari Tiang. Apa salah rundown, yak? #aldisburger #cempakaputih #kamibersamaandrieyunus
463 41
2 months ago
Merayakan Hari Valentine bersama Fengshui di Gudskul🫶🏻 Perdana, Fengshui diadakan disini (Gudskul). Sekolah kesenian di daerah Jagakarsa yang baru pertama kali saya sambangi. Kali ini berkolaborasi dengan Jakarta 32°C. Perjalanan ke tempat ini kerap diwarnai oleh kemacetan mengingat mulainya long weekend🚁. Akibatnya, tidak sempat menyaksikan Blobymary dan sekilas saja melihat penampilan Victim of Visual Violence. Wishlist dari lama akhirnya “tertunaikan” setelah Ruh kemudian main🪇. Band yang buat saya pribadi ditunggu-tunggu penampilannya di daerah Bogor dan sekitarnya. Jauh-jauh dari Jatinangor, terima kasih (fengshui, bosdirga, boselang) sudah memboyong mereka main di Ibukota (selama belum pindah ke IKN)⛰️. Ada perasaan lega dan khidmat menyaksikan penampilan mereka sambil menyeruput cairan hitam yang juga dijual di barisan tenant. Ngobrol selepas penampilan mereka dengan Fattah, Bassist dari Ruh yang juga (temen) se-angkatan SMP di Cibinong yang waktu itu ga begitu kenal, cuman Alhamdulillah jadi (lebih kenal). Ada Julpan juga dan Yosi yang kemudian berkoneksyen disitu. /temantemanjatinangor /nuhunbray🙂‍↕️🤝🏻 Lalu, Puremoon membawakan album pertama, yaitu Fault. Lima nomor dimainkan, dua lagu selebihnya dari dua album berbeda. Kemudian kolaborasi dari Hush x Funeruuu mulai. EP “Maaf Ini Keluar Literally 13 Detik Yang Lalu” akhirnya dibawakan secara live. Set-nya ANCURRRR💥. Sempat terlintas di pikiran “INI BAND APASIH?”. Terjadi kenaikan adrenalin penonton saat mereka memainkan lagu-lagunya. Gitarisnya di “smackdown” udah kayak Royal Rumble WWE. Semoga mereka diundang untuk main live session di @kexp /aamiin Ditutup, BATDD dengan set spesial🐘🍇🎪. Kalau diingat, per 14 Februari 2026, saya sudah menyaksikan tiga kali panggungan Live BATDD di tahun ini. Tidak ada bosan-bosannya menyaksikan set mereka. Lagu unreleased “Roti Lapis” terus terngiang-ngiang di kepala. tolong disegerakan anu EP eh Album eh? /gasabar😣 Katanya, beres lebaran bakalan ada acara lagi enih dari @fengshui_org /infolagiaje. Kali ini, mau away ke “Kota Kembang”. Tungguin aja dah. #SEAblings #knetz #nyawit #tembokratapansolo #jack
369 26
3 months ago
dengerin_musik_di_2025.mp3 sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya (pendengar/penikmat/bukan siapa-siapa) ingin sedikit mengapresiasi sekaligus mengulas singkat beberapa Album atau EP rilisan lokal yang sering diperdengarkan pada tahun ini. #AOTY2025 Sebelum itu, saya ingin bersyukur bahwasannya di tahun ini akhirnya saya bisa menunaikan 4 ibadah myuziek di Jakarta secara lengkap. sebut saja The Sounds Project, Pestapora (rada geser ke Krapela), Synchronize Fest (nonton sambil bekerja), dan Joyland Sessions (TV Girl mantep bat anjir). Hal ini sungguh kenikmatan tiada tara, dibanding tahun-tahun sebelumnya yang selalu ada saja halangannya😇🤲🏻 Tahun ini juga menjadi tahun terbaik (sejauh ini). banyak pengalaman yang berkesan, ada pertemanan yang bertambah, rasa syukur dan nikmat tak terhingga dari-Nya. lagu-lagu yang saya dengarkan ini banyak menemani saya dalam setiap kondisi. Bahkan ketika “kabar buruk dikirim setiap hari oleh negara”🏳️. Ulasan singkat Album sudah ada di dalam postingan, untuk EP list aja karena lumayan penuh untuk dibahas hehe. intinya taun ini pada mantep-mantep dah rilisannya: 1. Det-Plag Lust - Unleashing Human: (EP) 2. Ali - Patterns (EP) 3. Tossing Seed - Stars In Your Eyes/Bootleg Charm (EP) 4. BATDD - Tamasya Dibuka (EP) 5. room - Room (EP) 6. I Give I Gave - Relentless Adolescence (EP) 7. KAPSUL - 3x1 (EP) 8. RYO - LoudeR (EP) 9. Pelteras - Krisan (EP) 10. Assia Keva - Forevermore (EP) 11. Tarrkam - NEKAT (EP) 12. White Chorus - do you guys still wanna listen to some electro-pop music? (EP) 13. GUU - Folivora (EP) 14. Naykilla - centyl (EP) 15. Falaci - prototype (demo) (EP) 16. dia - INI DIA (EP) 17. Jo Soegono - Prof Jo (EP) 18. starrducc - Starducc III (EP) 19. Milledenials - It’s Terrifying and It’s a Shame (EP) 20. Love as Punishment - Play The Hits (EP)
297 61
4 months ago
Rrag merayakan album Langit dengan “a charity showcase for Palestine” (8/11) di Taman Kencana, Bogor. Tempat yang jadi kilas balik bernostalgia mengingat memori enam tahun silam saat menggelar showcase EP pertamanya, Eter. Set kemarin cukup spesial, Rrag bermain kurang lebih 90 menit dengan total 18 lagu. Dibuka terlebih dahulu oleh Ministry Of ,jam 11 siang di bawah langit berawan, menenangkan telinga bersama ibu-ibu zumba yang kebetulan menari di belakang. Kopi pagi terjamin oleh UD Djaya dan duta kopi paling pop sejakarta raya. Enaknya menikmati showcase sambil ngopui. Suasana juga ramah anak, dengan imbauan agar tidak merokok di area acara. Buku Saku: Langit dibagikan gratis dan terbatas. Zine ini jelas collectible. Di dalamnya memuat interview tentang kilas balik EP Eter, tentang seberapa besar pengaruh Rrag di FISIB Universitas Pakuan, serta sepatah-dua patah kata dari tim produksi yang setia membantu Rrag di tiap panggungnya. Dalam hitungan menit, zine kemudian habis. Sampai ke puncak acara. Semakin ramai dan padat penonton dibuatnya. Lagu demi lagu dinyanyikan secara saksama hingga penutup. Taman Kencana hari itu sibuk dengan banyak aktivitas. Ada Petrus, anak kecil yang kerap menjajakan kue kering keliling berhenti untuk menyaksikan dari awal hingga selesai. Ibu-ibu zumba tadi, dan sekumpulan remaja yang berlatih bela diri. Semua padu diiringi musik Rrag. Setelah showcase berakhir, banyak yang berswafoto dengan para personel. Saya sedikit merasa terharu, meski saya hanya sebagai penonton. Penutupnya, hujan turun membasahi Taman Kencana. Yang jadi pengingat akan bait dari “Kristal” bahwa ‘Hidup cuma air hujan. Rasanya, Bogor hari itu merestui Langit. 📷📝 @farrelw__ 

16 November besok showcase Rrag leg-2 di Krapela, ada sisa sedikit stok zine buat yang datang lebih awal. Kalo telat, kita jualin~ @rragband @kolibrirekords
334 8
6 months ago