Subuh, saya tidak minum jamu.
Kucing ngusir kodok-kodok sombong.
Ngomongnya kaya anak kelinci.
Sombong!
Gila semuanya ya!
Saya aja jadi takut.
Di laut, kemeja kamu sama.
Baru aja 3 bulan, udah pada hamil semua.
HIIIIYAAAHHHH.
Kamu punya gak kemeja dari Sampit? Pada punya gak semua?
Bosen kan pake kawat?
Segini udah gemukan? *pret pret pret* Segitu????
Tapi, LONGGAR! *prak prak prak*
Mari kita berkebon!
Hari ini, mari kita ke Jogja!
Jangan sombong!
Disunat itu... kamu tau kan? Itu buat titit.
Kemudian, saya pernah datang ke rumah kamu bawa kelapa.
Saya bawa kelapa itu buat kamu.
Jadi aja gak jadi tuh gara-gara gak punya ongkos.
Sekarang minta kemasukan-kemasukan kamu yang sudah tidak ada.
Sumur waktu itu keluar api.
Keluar bukan ke Ancol.
Ketawa makan jerawat, baunya bikin BEGO!
Kasur di mana kasur?
Keluar kamu agar kasur dilipetin sama pembantu saya!
Eh ketemu kambing!
KAMBING DONG AAAAHHH *prak prak prak*
Itu kan gara-gara kamu sombong.
Besok hari Selasa. HAAAAAA
Ingat akan jerawat!
Mulut ini seakan memaksa saya dan tidak sabar lagi ngomong,
Jika semua pergi ke kota, dan semua yang merasa ingin berkebun.
Hari kamis, kamis, kamis, KAMIS DONG AAAAAAAAAAHHHH!
“hmm dipijitin enak ga? enak? hmmm okey!”
📸: @farrelw__
Udeh bergaya yang dirasa sekiranya nyaman dan KEREN juga tetep aje ye auranya pakob-pakob ngantor.
#MusisiBerkedokNgantor #IyeDah
📸: @rendykaw + putrobaihaqi
Akhir September, jadi tangan kirinya Andri mengawal Starrducc ke Kota Kembang di antara 2 (dua) pekan festival yang sangat padat.
Asal Andri dan sang #VGNTXC senang, kita mah ikut aja terus.
#Myuziek #SessionPlayerAmatiran
📸: @endrasw_
Berawal dari chat @djinganjingan nanyain tanggal 24 ini kosong atau nggak, kirain mau ngajak nongkrong atau melanjutkan wacana band post-punk yang saban hari masih selalu dibahas di sela-sela komunikasi. Ternyata malah ajakan jadi additional guitarist @thejansen_id karena salah satu session player lagi berhalangan.
Berhubung kerjaan di minggu ini lagi santai flownya, gak pakai pikir panjang langsung gue iyakan. Lumayan, 9 lagu dikulik dengan effortless beserta lirik-liriknya. Agak kaget karena setelah dipikir-pikir ternyata gue masih sempat ya untuk sekadar ngulik dan pegang gitar, tetapi setelah dipikir-pikir kayaknya memang masalahnya ada pada gue yang cenderung mageran buat band sendiri. Hahay.
Dua hari latihan, serius tapi fun. Malah gue yang belajar banyak soal teknis di atas dan di luar panggung, produksian, musik dan kehidupan. Dua hari di Bali, kepala selalu ringan karena Bali Boozy bersama gitaris terbaik 2024; @napebosk . Pengalaman ini akan selalu jadi one of the best core memories I have ever had.
Sekali lagi, makasih banyak Mas @bani_satriaa & @djinganjingan buat sharing dan ngobrol-ngobrolnya. Makasih banyak Pak @mhmdaldian udah diajakin dan ngechat JRX. Tidak lupa juga untuk tim @manuverjansen anu bageur: @sariparabkece , @dinshimm , @sukardiboys , @soqiiin , @manskim , @dikamayfa , Vici, Mas Anyus, dan Ibnu, serta ciwi-ciwi @comethruiu dan Kak Nurma.
Sehat-sehat all. Live Forever, The Jansen!✊🏻
Hidup belakangan ini. Tetap berusaha waras walau hampir gilanya berkali-kali.
Kangen manggung dan kangen jalan-jalan. Pengen, sih, manggung sambil jalan-jalan, waktunya belum ada.
Mentally melukat di Pulau Dewata, reality tersesat di Dramaga. Woles, semua ada waktunya.
Salah satu wishlist dalam hidup yang akhirnya tercapai secara paripurna; nonton Weezer langsung!
Udah gak kehitung berapa kali gue hampir nangis menjelang Weezer on stage karena pada akhirnya masa itu beneran tiba. Perasaan merinding yang luar biasa ngeliat Rivers, Brian, Pat, and Scott di depan mata langsung meskipun berjarak.
Sampai hari ini perasaan itu masih ada walau agak kecewa karena “The World has Turned and Left Me Here” gak masuk ke dalam repertoar malam itu, tapi paling gak cover “Teenage Dirtbag” dari Wheatus dibawakan secara presisi dan akhirnya tangis gue beneran pecah di bait akhir reff “Say It Ain’t So”.
Udah gak kehitung berapa kali musik mereka menyelamatkan gue dari titik terendah dan gak terhitung juga beberapa kali gue menyerapahi album-album Weezer yang jelek tapi tetap gue dengarkan, dan gak terhitung juga berapa kali harap terucap sampai akhirnya mereka muncul di hadapan gue.
Sekarang semua udah sah, paling gak ketika ada orang bertanya, “Pernah gak lo nonton band favorit lo?” I can proudly answer “YES!” with my whole heart.
I love you Rivers, Brian, Pat, and Scott.
Matt, you will also have a special place in my heart and Mikey you will always be remembered.
=W=