Berhubung udah cukup lama kesimpen di hardisk gue jadi coba gue share momen-momen jujur di @lalala.fest tahun lalu yang coba gue sampaikan dalam sebuah rangkaian foto ini ya, tidak banyak distraksi, tidak banyak filter, hanya foto-foto yang simple dan minimalis aja. Semoga senang dan semoga menikmati, cheers! ✌️🌻✨❤️
Tapi maaf ya di hitam putihin hehe 🙏
Arigathanks yes @rikiiiiins@weneed.pro ❤️
#VisualDiary #PoeticDocumentary
Serang, kita butuh ruang untuk berbincang.
Bukan tentang siapa paling jago.
Tapi tentang siapa yang masih bertahan di prosesnya.
WE NEED TALKS ; Dibalik semua Visual, ada cerita yang belum sempat dibagikan.
Bersama Wisnu & Riki,
Ini ruang untuk yang ingin berkembang, & kamu harus disini.
Limited seat
/WeneedTalk
Beberapa Shot kesukaan gua di Videoclip Syukur Alhamdulillah - Opick yang udah dibantu @armas54 ciptain.
Di MV ini gua jadi Sutradara hehehehe
dan ngajak @tolana.alfat buat jadi co.direct
jujuuur banyak deg2annya.
Makasih yaaa @laok112 buat project nya
#WeneedBehind video clip Syukur Alhamdulillah - @opick_tomboati oleh @syamilraihanakram
Yang kalian lihat mungkin hanya beberapa menit.
Musik yang mengalun tenang & riang.
Visual yang terlihat sederhana dengan ekspresi yang terasa tulus.
Di balik layar, kami tidak selalu hening.
Ada waktu & tenaga yang dikorbankan sampai rasa yang dicari benar-benar terasa.
Sampai ada moment tegang untuk yang baru pertama kali shooting.
Ini adalah hasil dari kesabaran, koordinasi, dan orang-orang yang terlibat tanpa ingin banyak terlihat.
Karena karya yang terlihat sederhana, sering kali lahir dari proses yang tidak sederhana.
Pertama kali merasakan Urup, gue melihat festival ini bukan sekadar perayaan, tapi lebih kepada festival yang menyediakan ruang perlawanan halus terhadap padam. Di dunia yang memaksa kita kuat tanpa jeda, festival ini memberi izin untuk rapuh.
Ketika malam semakin larut dan lampu-lampu artifisial mulai padam, gue melihat tidak sedikit manusia-manusia yang jujur dan tidak malu meluapkan emosi dalam bentuk apapun, jujur sekali.
Urup berarti hidup. Tapi hidup, di sini, bukan sesuatu yang riuh. Ia hadir dalam hal-hal yang nyaris tak terlihat: langkah kaki yang saling berpapasan, tawa yang pecah lalu cepat-cepat diredam, mata yang berbinar sesaat sebelum kembali kosong. Setiap orang datang membawa cerita yang tidak dipasang di poster, tidak diumumkan di atas panggung. Cerita tentang bertahan, tentang jatuh, tentang mencoba lagi.
Urup juga tidak selalu berbicara tentang manusia buat gue, tapi lebih kepada hubungan antara alam dengan manusia itu sendiri, banyak partikel-partikel kecil di sekitar yang entah kenapa seolah mendukung apa yang terjadi di dalam Urup. Sangat dekat.
Tidak banyak foto panggung yang gue ambil di Urup kemarin, rasanya seperti gue dan teman-teman lain yang bekerja ikut merasakan juga, tidak jarang kami ikut terbawa suasana ketika merekam momen-momen rapuh khalayak, sangat beragam momen-momen yang hadir di Urup. Sehat dan bahagia olweis.
Terimakasih mas @kuntoajiw - Terimakasih @urupfestival 🌻✨❤️
Tidak lupa terimakasih untuk @rikiiiiins@weneed.pro sudah mengajak gue merasakan festival ini 🫰
Teman-temankuh laff lau okse okse semua tahes tahes olweis! @akbar.ree@syamilraihanakram@aqiilahnasfa@alzasyaaa@ooqi__@giviantegar@arynoor_@skutmek@alfnalfyn
Semoga berkenan gengs! 🌻✨❤️
#VisualDiary #PoeticDocumentary
Rayakan Rasa di Bloom Stage Lalala Festival!
-
Tahun pertama di Lalala Festival, kalimat pertama yg terucap saat diajak @rikiiiiins ke Festival ini adalah “kins gue plotingan di panggung mana aja gas!” .
Bagi gue bekerja di Festival itu bukan seberapa banyak kita mendapatkan foto artis favorit, tetapi gimana caranya bisa sebanyak mungkin berkontribusi untuk tim🫡 .
Tapi kalo boleh jujur 3 hari merayakan rasa di Bloom Stage ini sungguh penuh tantangan! tanya aja bang @juuubar yang ngedit-ngedit fotonye hahaha tapi semakin banyak tantangan semakin susah juga move on nya pas acara kelar! love u guys @weneed.pro
see u another festival.