KABAR GEMBIRA. KINI PAK Bi ADA DI LYNK.ID/PAKBI
Sebagai Hadiah Lebaran dari pak Bi, kini produk-produk pak Bi ‘Bisa Bikin Brand’ bisa dibeli di lynk.id/pakbi.
Bagi yang gabut pulang mudik maupun yang gabut gak mudik, bisa ditemenin audiobook, videobook maupun buku fisik Bisa Bikin Brand di lynk.id/pakbi.
Bagi yang mau ikut workshopnya Bisa Bikin Brand maupun CBS online juga bisa dibeli di lyk.id/pakbi
Akan semakin banyak nantinya format fotmat lain buat menikmati ilmu branding sesuai selera dan yang penting rejangkau bagi profesional, UKM maupun para mahasiswa.
Dan ada fasilitas affiliate bagi anda untuk mendapat komisi dari 10% sd 70%.
Daftar segera sebelum keduluan teman.
Selamat berlebaran. Maaf lahir bathin
#brand
#branding
#bisabikinbrand
#productdigital
#digitalproduct
KALAU KETEMU DNA NYA SISANYA BERES
Maturnuwun mas @yuswohady
Yang komen MAU saya kirim DM buat tau lebih dalam
Posted @withregram • @consumeri_id Pak Bi @subiakto mengajarkan kita bahwa branding yang sukses bukan hanya soal produk, tapi soal menciptakan perbedaan unik yang sulit ditiru dan relevan dengan kebutuhan konsumen.
Dengan komunikasi yang efektif, aksi nyata, dan DNA brand yang kuat, sebuah merek bisa meninggalkan jejak tak terlupakan. Bahkan dengan anggaran terbatas, kreativitas bisa menciptakan dampak besar dan bertahan lama.
Cari tahu lebih banyak wawasan inspiratif dari Pak Bi di channel YouTube consumeri_id dan tonton video lengkapnya sekarang!
“Sekarang produk terlalu banyak yang mirip.
Apalagi affliatenya banyak berlomba nyebar linknya.
Konsumen bingung… harus percaya siapa.
Karena hari ini…
yang dibeli bukan cuma produknya.
Tapi orang di balik produknya.
Tanggal 24 Mei, saya akan tunjukkan
cara membangun Trust Personal Brand Anda.”
@subiakto cbs
Praktisi brand 50 tahun
Dulu orang berlomba jadi paling terlihat.
Hari ini, tantangannya berubah: siapa yang paling DIPERCAYA.
Kamu gimana?
#ngobrolbrand #personalbranding #belajardaripakbi #subiakto #mayangwangi
“Yakin…? kalau Anda posting, pasti dilihat, didengar, dan dipercaya follower?”
Banyak orang merasa:
* asal posting → pasti diperhatikan,
* asal viral → pasti dipercaya,
* asal ramai likes → pasti punya personal brand.
Padahal belum tentu.
Karena hari ini orang tidak hanya melihat: APA yang Anda posting.
Tapi: SIAPA Anda sebenarnya.
Follower bisa melihat konten Anda…
Tapi belum tentu:
* percaya,
* ingat,
* atau menganggap Anda kompeten.
Popular belum tentu dipercaya. Visible belum tentu valuable.
Semua orang hari ini bisa posting. Bisa viral. Bisa ramai.
Tapi, semua itu nggak menjamin kamu akan dipercaya.
Terlebih di era AI dan overload konten, yang dicari adalah yang paling punya makna, nggak bicara lagi soal populer/viral/fyp.
Gimana menurut kamu? Ada yang mau share pengalaman di kolom komentar?
#ngobrolbrand #personalbranding #belajardaripakbi #subiakto #mayangwangi
“Workshop Bisa Bikin Brand”
“Kalau nama Anda belum jadi alasan orang beli…”
“Berarti Anda masih bergantung pada diskon.”
“Dan itu capek.”
“Workshop Bisa Bikin Brand.”
“Belajar langsung dari sumbernya.”
“Klik sekarang.
Atau lanjutkan cara lama…
dan ulangi hasil yang sama.”
Workshop Bisa Bikin Brand 21 Mei 2026 di hotel Ibis Simatupang Jakarta Selatan.
#daftar di lynk.id/pakbi
“Branding tertugas Memanggil Memori yang ada di Benak Konsumen"
Pak Bi menjelaskan bahwa logo yang baik tidak dibuat berdasarkan apa yang diinginkan produsen, melainkan dari memori yang sudah hidup di benak konsumen. Contohnya saat menciptakan logo Kopiko, beliau menggunakan bentuk huruf yang sudah akrab dengan persepsi masyarakat tentang kopi. Brand mudah diterima apabila memiliki makna yang dekat dan sudah tersimpan di benak konsumen.
Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara realita objektif dan realita subjektif. Brand tidak bisa dibangun hanya dari keinginan produsen. Yang harus diterjemahkan justru adalah persepsi, kebiasaan, memori, dan indikator yang sudah dimiliki konsumen sebelumnya.
Melalui Workshop Bisa Bikin Brand, para peserta memahami bahwa branding bukan sekadar membuat visual yang menarik, tetapi tentang bagaimana menghubungkan makna produk dengan memori yang sudah ada di konsumen. Insight yang diberikan membuat banyak peserta merasa lebih terbuka dalam melihat branding sebagai proses memahami manusia, bukan sekadar menjual produk.
Workshop Bisa Bikin Brand kini berlangsung 1 (satu) hari dan peserta akan mendapatkan Kitab Bisa Bikin Brand 1 & 2!
CATAT TANGGALNYA!
📅 Kamis, 21 Mei 2026
🏨 Hotel Ibis Style Simatupang, Jakarta Selatan
Bagi Alumni angkatan sebelumnya juga dapat mengikuti Workshop Bisa Bikin Brand lagi lho! Belajar ilmu Brand tidak pernah berhenti berkembang. Yuk update ilmunya biar semakin naik kelas!
Pendaftaran dan informasi dengan Buku & Workshop dapat melalui lynk.id/pakbi atau melalui Biolink @subiakto .
Sampai jumpa di kelas!
“KERUGIAN SATU TAHUN”
“Berapa uang yang hilang karena gak dipercaya?”
“Setiap hari orang lihat…
tapi gak beli.”
“Setiap hari Anda posting…
tapi gak dianggap.”
“Itu bukan sepi…”
“Itu kerugian.”
“Dan itu terjadi… setiap hari.”
@subiakto CBS
praktisi bikin Brand 50 tahun
Jangan Salah Paham: Branding dan Brand Itu Berbeda
Pak Bi menjelaskan dalam Workshop Bisa Bikin Brand bahwa branding dengan brand memiliki arti yang berbeda. Brand adalah hasil dari apa yang terus-menerus dilemparkan (stimulus) kepada konsumen melalui proses branding. Mudahnya, branding adalah aktivitasnya, sedangkan brand adalah persepsi yang akhirnya terbentuk di benak konsumen.
Jika sebuah brand ingin dikenal dengan makna tertentu, maka seluruh komunikasi, pesan, dan pengalaman yang diberikan harus dilakukan secara konsisten, sehingga makna itulah yang akan melekat dan menjadi identitas di benak konsumen.
Melalui Workshop Bisa Bikin Brand, banyak peserta merasa perspektif mereka tentang branding menjadi jauh lebih jelas dan terarah.
Workshop Bisa Bikin Brand kini berlangsung 1 (satu) hari dan peserta akan mendapatkan Kitab Bisa Bikin Brand 1 & 2!
CATAT TANGGALNYA!
📅 Kamis, 21 Mei 2026
🏨 Hotel Ibis Style Simatupang, Jakarta Selatan
Bagi Alumni angkatan sebelumnya juga dapat mengikuti Workshop Bisa Bikin Brand lagi lho! Belajar ilmu Brand tidak pernah berhenti berkembang. Yuk update ilmunya biar semakin naik kelas!
Pendaftaran dan informasi dengan Buku & Workshop dapat melalui lynk.id/pakbi atau melalui Biolink @subiakto .
Sampai jumpa di kelas!
#branding #bisabikinbrand #workshopbranding #subiakto #praktisibranding
“Ini bukan course”
“Ini bukan workshop biasa.”
“Ini bukan teori.”
“Ini cara berpikir.” Mindset
“Supaya Anda gak cuma tahu…
tapi bisa jalan.”
“Karena masalahnya bukan ilmu.
Masalahnya cara pakainya.”
Workshop Bisa Bikin Brand 21 Mei 2026 di Hotel Ibis Style Jakarta Selatan.
Amankan kursi Anda di lynk.id/pakbi
Samai jumpa di kelas
@subiakto CBS
Praktisi Bikin Brand 50 tahun
WORKSHOP BISA BIKIN BRAND 21 MEI 2026
Kalau ketemu Pak Bi di workshop…
jangan tanya teori branding.
Tanya… bagaimana sebuah permen kopi kecil, berubah jadi gantinya ngopi.
Dulu orang mau ngopi… ya harus bikin kopi. Kalau nggak ada kopi ya nggak ngopi.
Kalau ikut kategori produknya ya
‘Bagaimana bikin permen enak?’
Dilihat dari ritualnya lahirlah kalimat sederhana:
‘GANTINYA NGOPI.’
Kelihatannya cuma tagline. Tapi mengubah perilaku konsumen.
Perubahan persepsi.
Perubahan cara orang menikmati kopi.
Itulah branding.
Brand bukan soal logo.
Bukan soal warna.
Bukan soal desain keren.
Brand adalah…
ketika satu kalimat bisa mengubah cara orang berperilaku .
Di Workshop Bisa Bikin Brand tanggal 21 Mei 2029… saya tidak hanya menjelaskan teori.
Saya akan buka proses berpikir di balik brand-brand besar.
Bagaimana insight ditemukan.
Bagaimana persepsi dibentuk.
Bagaimana sebuah kata… bisa menjadi kebiasaan.
Karena AI bisa kasih jawaban.
Tapi pengalaman 50 tahun… memberi wisdom.
Workshop Bisa Bikin Brand 21 Mei 2024 di Hotel Ibis Style Jakarta Selatan.
Silahkan daftar di Lynk.id/pakbi.
Saya tunggu