Appreciation to @mitasharfina for conquering Phan Xi Pang! Despite the very steep ladders, long walk, and chilly temperatures (for her only 😌), we got very very lucky to have the sunshine with us. The scenery was very stunning, both the mountains and the infrastructure. This trip was supposed to be her birthday present (which was in winter), but well, it's better late than never isn't it? 🙂
Aku melihat Water Lilies, seri karya Claude Monet di MoMA.
Ini adalah karya yang paling aku sukai di sana. Aku menghabiskan beberapa belas menit lebih lama di karya ini dari yang lain. Ada 4 dari 250 karya water lilies yang diciptakan olehnya di sini. Dan ternyata ada ceritq di balik karya yang indah ini:
Pelukisnya beradaptasi dengan penglihatan memburuk karena katarak lebih dari satu dekade sebelum akhir hidupnya . Beberapa sumber mengatakan dia hampir buta, dan hanya mengandalkan 10% cahaya yang masuk ke dalam matanya. Makanya kita bisa melihat adanya perbedaan warna di beberapa karyanya. Dan ada karya yang berwarna agak kebiruan, dampak dari pasca operasi katarak yang dilakukannya.
Fakta lainnya, Claude Monet menanam Water Lilies-nya sendiri di kebun yang ia miliki di Giverny, Perancis. Beberapa sumber menyebutkan bahwa dia menanam tanpa berencana untuk melukisnya di masa depan. Menariknya, kebunnya masih terjaga dengan baik dan menjadi tujuan wisata di Perancis (jadi ada alasan untuk ke Perancis deh).
Selalu menyenangkan untuk menyempatkan diri ke museum di sebuah kota 🙂
“Let’s have all of us to have a board meeting here, was your dream a year ago. And you know what, as you wished, 5 of us finally made it to Providence. We’ve made it! But only a little bit too late.
We did enjoy the town where you lived! Good people and environment. No wonder you loved this place, especially with your wonderful little family. But, then again, this place won’t ever feel the same without you.
Covered by layers of beautiful snow, I wish you are having a good time waiting for the promised place. We will meet again, insya Allah. Good bye, Bung.
One of my achievements in 2025 was the habit of reading books. When I barely finished a single book in a year, completing 11 books sounds extraordinary to me. Even though it was still 4 books below my target, I was still proud of myself for breaking this bad habit of not learning from the books.
Personally, I want to express my gratitude to my late brother, @hendraputra , who instilled in me the mindset of why I should always learn (sob sob 🥲). And @jay.adinata as well, who gave me tips and a target approach of how many books I read in a year.
I want to use this post to set my personal target for 2026. It is going to be 25 books this year. Yeah, let’s rock it.
Please let me know, what interesting book I should read this year?
Menelusuri sejarah dengan cara yang menyenangkan dan informatif bersama @alon.mlampah . Kami berjalan sambil diceritakan asal-usul kampung yang ada di sekitar lingkungan Keraton Yogyakarta. Kami diceritakan nama-nama kampung tersebut diambil dari nama pekerjaan di Abdi Dalem Keraton, hingga tapak tilas vegetasi yang ada saat itu. Dan juga cerita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi saat itu seperti Geger Sepehi. Seru banget untuk bisa menyaksikan bahwa semuanya saling berkaitan di dalam sejarah. Terima kasih @mitasharfina dan @sketchandpapers yang sudah mengajak ya, kapan-kapan kita tur lagi 🙂
Strolling around Mangkunegaran, learning about Culture Future. A concept to bring culture to stay relevant with current lifestyle and challenges. And… it is not that easy, to bring balance between cultural values and economic development, but @mangkunegaran delivers them well. I experienced the tour, Pracimasana’s delicious cuisine, and opportunity to met with very humble @ancsud and @bhresudjiwo . Thank you for the conversation and memories, let’s meet again in the future!
Merayakan dengan sederhana, perjalanan 9 tahun dari @impala.network bersama dengan perwakilan dari kolaborator kami di Kota Semarang. Diskusi bersama bisnis, komunitas, pemerintah, hingga universitas, dan tentunya juga teman-teman dari @heterospace.solo@heterospace.smg dan @heterospace.bms
Terima kasih sudah menemani perjalanan kami ya, kita mau buat apa setahun ke depan? :)
Agustus kelima.
Hari-hari dengan topik obrolan yang sama, kembali kenalan kayak semua bermula. Rasanya lucu juga, kurasa seperti memasukkan cerita-cerita kurang penting dan sedikit penting dalam setoples kaca. Cerita dari pengalaman yang terjadi di setiap harinya, lalu di akhir hari toples kaca dibuka dan dilahap isinya bersama. Begitu seterusnya sampai tahun kelima dan kuharap berlaku selamanya.
Tapi selamanya terdengar berlebihan, ya?
Biar yang terjadi besok adalah kejutan untuk kami berdua, demikian untuk besok dan besoknya lagi dan besoknya lagi juga. Sampai tidak terasa hari-hari yang banyak sekali mengantar kami melaluinya sampai tua.
Beberapa tahun ini rasanya menjelajah ke seisi labirin pikirannya. Di sana mungkin satu-satunya tempat aku tidak apa-apa tersesat. Sama dengan jawaban yang kuberi untuk banyaknya pertanyaan sebelum menikah “kenapa yakinnya sama dia?”, aku ga pernah benar-benar yakin karena kupikir setiap hubungan rumit, tapi kupikir gapapa juga kalau rumitnya sama dia.
Semoga dan semoga yang kuremat lalu kumasukkan dalam toples kaca lain. Untuk banyak perjalanan, pengalaman, dan pembelajaran, terima kasih melewatinya hingga hari seribu delapan ratus tiga puluh sekian.
5 tahun! Banyak cerita dan emosi yang telah kami lalui bersama.
Mulai dari bahagia, amarah, kesedihan, hingga tawa.
Mulai menjalani LDR, hingga akhirnya bersama dalam satu atap yang sama. Berpindah dari satu kota ke kota lainnya, dilalui dengan banyak pengorbanan.
Mungkin, kami pernah merasakan bahwa dalam 5 tahun ini, kami sudah memahami masing-masing seutuhnya. Namun, justru yang kami temui adalah kejutan-kejutan di setiap harinya. People learn, people change. Tandanya kita masih seorang manusia, kan?
Terima kasih ya @mitasharfina , sudah menemani setiap hariku. Yuk dilanjutkan sampai kita tua, sampai jadi debu~