BLAKA SLAVKA YUDIRO
Tiap bertemu, Bu Blaka selalu tampak riang dan matanya berbinar dan melangkah cepat ke arahku. Tentu aku menyambut dengan sukacita mengetahui ia sehat dan antusias menghadiri MRS.
Sebelum bercerita untuk memperbarui kesan dan ingatan, kami berpelukan, dan berebut menyerahkan pipi.
"Saya punya banyak buku yang sudah selesai baca, dalam bahasa Inggris. Mau saya sumbangkan ke @bacaditebet ."
Wah, akan diterima dengan senang. Kapan? Perlu foto serah Terima.
"Tidak usah. Saya titipkan saja ke..." Menunjuk dadaku
Untuk dokumentasi, saya yang memotret nanti. "Sehat selalu ya, Bu."
REFLEKSI
Mungkin di sana, di ruang maya, benar ada kita. Barangkali di sini hanya berlangsung masa lalu. Siapa tahu di antara kita terdapat jarak dia dimensi yang diletakkan pada masa depan.
GAYA ASISTENSI
Ilustrator @dimasaurs menyampaikan progres pekerjaan kepada @sebermulapenerbit disaksikan komisaris @penulis_optimis
Namanya juga gayaaa, tapi bukan akting belaka.
MRS#48
Ruang Belajar Alex Tilaar
Sabtu, 16 Mei 2026
Lima model foto terpilih yang akan menjadi objek bidikan fotografer legend 80-an, @ardianto45
Yes! Peserta Membaca Raden Saleh kali ini dipersilakan dandan ala karnaval. Untuk memotret semua yang hadir, paling gampang adalah foto bersama. Namun, karena berlangsung di kantor Prof Alex, suami Ibu Martha Tilaar, sekalian bercantik-cantik unik untuk diabadikan oleh narasumber yang bicara pengalaman sebagai fotografer model selama lebih 40 tahun.
Kelima wanita tsb adalah: Tetty Marlina yang berpakaian adat Dayak, @dianamisbach_ yang mengenakan rompi daur ulang plastik kemasan, @archienova6 yang berpakaian adat Baduy, @dnrini yang berbalut tenun Nusa Tenggara Timur, dan @sandy_misero yahg mengenakan selempang Aceh.
Jeprat jepret. Eh, akhirnya semua perempuan yang haus foto antre jadi model pemotretan. Seru riang heboh bahagia.
SILATURAHMI ENGKONG
Rupanya Engkong Eddy dirawat 12 hari di rumah sakit dan menjalani dua kali operasi kerapuhan tulang belakang. Yang kedua sakit banget, katanya, karena bius lokalnya seperti gak berfungsi. Hal itu, meski jalan masih agak terhuyung, tidak menghalangi niatnya untuk menemui kami. Dolan ke rumah @endahsulwesi dan makan nasi uduk buatan Emak.
Top markotop, demikian kalau diseimopulkan komentar para pemakan ini. Bahkan Farrah, seorang pengurus di Yayasan Aulia menyatakan: "Sekarang tidak ada nasi uduk (yang maknyus) seperti ini." Wajar dan wajiblah kalau pulangnya mbekal sekotak plastik, seperti halnya daku.
"Ayo ke Gunungkidul, ajak Emak." Setidaknya tiga kali Engkong menawari itu. "jangan buru-buru, menginap beberapa hari."
Waaah, aku yang mau duluan. Menulis dan tetirah di sana.
KUNJUNGAN ke PYC
Apa itu PYC? Purnomo Yusgiantoro Centre. Letaknya di Bulungan, seberang Gelanggang Remaja Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan.
Di siang terik, memasuki lobi gedung yang menyunggi lima lantai itu, langsung berasa sejuk. Sebuah auditorium menyambut kami (saya bersama Iksaka Banu dan @endahsulwesi ) yang sudah janjian datang dan hendak mengobrol tentang MRS dengan Nafa (bukan Urbach). Dia salah satu dari empat pengelola perpustakaan pribadi milik mantan Menteri ESDM di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saya kerap berkunjung ke perpustakan Pak PY sewaktu masih di Jalan Wijaya. Ketika itu 2016-2017, saya masih menjadi jurnalis tabloid Parle yang berubah online sejak pandemi. Maka tak asing dengan koleksi buku-buku yang ada di PYC, tetapi kata Nafa, kini sudah banyak memiliki buku fiksi.
Kami mengobrol di ruang tamu, dilanjut dengan berkeliling di perpustakaan (lantai 2) dan aula di lantai 1. Lantai 3 digunakan untuk museum yang hanya boleh dikunjungi oleh tamu² Bapak. Ndak apa²kalau belum boleh meninjau saat ini, pasti ada waktu yang tepat, nanti. Di dinding² lobi itu berderet banyak foto kegiatan Pak PY sewaktu bertugas dahulu. Menurut saya, penting dan bermakna para pejabat mendokumentasi perjalanan kariernya sebagai bagian sejarah bangsa.
Kalau aktivitas dan ucapan pejabat periode 2024--2029 bagaimana? Tetap perlu diarsipkan sebagai sisi sejarah yang ajaib.
Membaca Raden Saleh hadir kembali. 🥰📖
Kali ini kita akan mendalami seni fotografi. 😉📸
Edisi ke-48 ini akan berlangsung di:
🏠 Lokasi: Ruang Belajar Alex Tilaar, Jl. K.H. Wahid Hasyim no.27, RT 16/RW 6, Kebun Sirih, Menteng, Jakarta Pusat
📆 Hari/tanggal: Sabtu, 16 Mei 2026
⌚ Pukul: 10.00 - 13.00 WIB
📚 Membaca cerpen karya penulis MRS
📷 Ngobrol santai bersama fotografer, Ferry Ardianto, tentang "Fotografi Model/ Fashion Era Pra Digital"
🎤Pewara: Titik Kartitiani
👗 Busana: Bebas ala karnaval. Nanti akan dipilih 3-5 orang yang berpenampilan keren untuk menjadi model foto.
🍪 Bawa botram tentunya 😉
Jangan lupa registrasi ke mbak Endah Sulwesi, via WA 081586189316. Bagi yang punya kamera DSLR bisa dibawa untuk motret bareng Ferry Ardianto @ardianto45 . Sampai jumpa Sabtu nanti. 🫶🏻📖📚
#membacaradensaleh
#pangerandaritimur #MRS48 #komunitasbacabuku #16mei2026
WABUL SAWI
Zoom 13 Mei 2026
Malam perkenalan antara 10 peserta residensi dengan kurator @sandi_firly@penulis_optimis dan mentor @dadang_ari_murtono@mutiasukmanew@kef_batik juga para fasilitator @wien_id@he_benyamine_
Aku tidak mengenal satu pun cerpenis muda dari berbagai tempat itu. Sungguh menyenangkan mendapatkan bibit2 yang akan berkarya panjang, mereka bersepuluh anak muda yang akan meramaikan dunia cerpen masa depan.
Pada 23 Mei mendatang kami akan bertemu di Banjarbaru.
WABUL SAWI
Zoom 10 Mei 2026
Setelah dipilih 10 cerpenis peserta residensi di Banjarbaru, kurator, mentor, dan fasilitator dipertemukan. Dalam kesempatan itu, @hudan_nur_ selaku direktur festival, menjelaskan tentang lokasi kampung dengan kondisi realis dan karakter lokalitas daerah tsb. Rumah2 satu RT sudah ditinggalkan penghuninya karena terlalu bising dan mungkin polusi juga. Ada satu langgar yang tampaknya segera terlanggar pula. Panitia menawarkan, apakah para tor akan berkenan menginap di lokasi itu (di rumah penduduk untuk mendampingi peserta residensi) .
Secara pribadi aku mau menginap asalkan diberi tahu apa yang harus kusiapkan atau difasilitasi panitia, misalnya masker, autan, jaket, sepatu/sandal tertentu. Apakah ada listrik dan sinyal internet... Kalau tidak ikut menginap, mentoringnya nanti hanya berdasarkan asumsi atau dugaan. Kurang asyik lah.
Eh, aku enggak mewakili @wien_id dan @penulis_optimis . Pokoknya masing-masing nanti akan memutuskan sendiri. Sementara @dadang_ari_murtono akan menghayati siang malam daerah itu.
HAMKA
Buku teranyar tentang Haji Abdul Malik Karim Amarullah terbaru yang ditulis oleh cucunya (atau cicitnya?). Aku menerimanya saat ada peluncuran dan diskusi novel Achmad Fachrodji.
Irma.... ibunya, konon juga ingin belajar menulis fiksi. Sudah kuberi kartu nama, tetapi hingga hari ini belum menghubungi aku, apalagi mendaftar pelatihan. Semoga ia segera melihat tayangan ini.