Ramadan Remedy 1447H: Into The Light
Stage 1: The Dark Around Us
Faithamins Talk
“Ramadan: A Breath in the Chaos”
Di tengah hiruk-pikuk hidup sehari-hari—deadline yang menumpuk, notifikasi yang tidak berhenti, dan tuntutan untuk selalu produktif—kadang kita lupa untuk berhenti sejenak. Kita larut dalam kesibukan, sampai lupa bernapas.
Setelah melewati hiruk-pikuk sepanjang tahun, terkadang kita terlalu fokus mengejar dunia. Bahkan hingga melupakan Allah. Di momen itu, fragmen jiwa kita terasa terpisah-pisah, terpecah oleh kesibukan, tuntutan, dan kegelisahan.
Ramadan hadir sebagai napas yang ditawarkan Allah di tengah kekacauan itu. Ia menjadi titik balik, waktu untuk mengambil jeda, menyatukan kembali jiwa yang terpecah, dan menemukan inti hidup yang sesungguhnya. Puasa, ibadah, dan refleksi mengingatkan kita untuk kembali menyatu—dengan diri sendiri, dengan orang sekitar, dan yang paling penting, dengan Allah.
Dalam keterbatasan itu, kita belajar kesabaran, syukur, dan introspeksi. Setiap sahur adalah pengingat nikmat yang sering terlewatkan, setiap buka puasa adalah momen syukur, dan setiap doa di malam hari adalah kesempatan untuk mengisi kembali jiwa yang lelah.
Ramadan mengajarkan bahwa berhenti sejenak bukan kelemahan, tapi pertolongan. Bahwa di tengah chaos, kita bisa menemukan ruang untuk bernapas, merenung, dan menyatukan kembali fragmen jiwa kita. Di bulan ini, kita diingatkan: tidak apa lelah, tidak apa tidak sempurna, karena yang penting adalah kembali pada inti hidup: mendekat kepada Allah.
@aha.faruqi (AHa)
Host:
@ojanorch (Pilarin & Orchgoods)
Co-Host:
@muawwal (ROAMED RESEARCH)
Co-Host:
@halonof (ROAMED RESEARCH)
Sabtu, 28 Februari 2026
16.00 - 18.00
The Hallway Space, Pasar Kosambi
Jl. Ahmad Yani No. 221-223
Bandung
#Faithamins
#RamadanRemedy
#IntoTheLight