Home efi_shPosts

Ef·

@efi_sh

Part of @purplecode_id and @liarsip 👑🎨🎞 🚴🏻‍♀️📷🍉🇵🇸
Followers
3,645
Following
4,479
Account Insight
Score
30.61%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
1:1
Weeks posts
This is how I cheer up my friend who just lost their beloved cat. Rest in love, kabsa! 💜
139 5
1 month ago
Meski ada takut tapi takkan surut 🌻 📝 teks oleh bapaknya @ubi_the_goodgirl
1,236 4
1 month ago
36 4
1 month ago
Setelah 3 tahun penelusuran bersama, kami datang ke kediamannya pada 22 November 2024. Kali ini kami berangkat satu tim yang beranggotakan Julita Pratiwi, Umi Lestari, Efi Sri Handayani, dan Ersya Ruswandono. Saat ditemui di kediamannya di area Jakarta Barat, Pak IT telah menginjak usia 93 tahun. Ia tampak begitu hangat dan antusias bercerita dengan kami. Ia yang sebelumnya santai duduk di sofa, mencoba duduk tegak saat hendak bercerita. Pak IT menceritakan banyak hal berdasarkan ingatannya yang masih baik untuk melihat kembali situasi umum perfilman Indonesia kala itu. Dari pertemuan tersebut, kami mengetahui bahwa Pak IT berkolega dengan Ratna Asmara. Pada awal tahun 1950-an, Pat IT dan Ratna bekerja di perusahaan film, Djakarta Films. Perusahaan ini tak lain milik The Theng Chun atau Idris Tahyar, ayah Irwan. The Teng Chun sendiri merupakan pionir studio film di Indonesia yang memulai karir di tahun 1930-an dengan pembuatan Java Industrial Film. Ia-lah produser untuk film yang dibintangi Ratna Asmara seperti Kartinah (1940) dan Ratna Moetoe Manikam (1941). Lalu pada tahun 1954, Irwan Tahyar dan Ratna Asmara berangkat ke Italia untuk belajar pembuatan film di Centro Sperimentale di Cinematografia, sekolah film bergengsi tempat para sineas Neorealisme Italia menjadi alumninya. Pak IT adalah juru kamera untuk film Dr. Samsi. Film yang disutradarai Ratna Asmara ini merupakan kolaborasi dua perusahaan yakni Djakarta Films dan Asmara Film. Irwan Tahyar dalam wawancara menekankan bahwa ia menggunakan pseudonym Sofyan, meminjam nama pamannya, di kredit titel Dr. Samsi. Pernyataan ini membuat kami bahagia. Sekian lama kami mencari ahli waris Dr. Samsi, berjumpa dengan beragam kegagalan - dari gagal mengetahui kuburan Ratna dan ketinggalan momen untuk mengontak salah satu aktor Dr. Samsi - kami malah berjumpa dengan sinematografer filmnya. Setelah menjalankan penelusuran selama empat tahun ini, kami akhirnya bertemu dengan satu-satunya sosok yang bersinggungan langsung dengan Ratna Asmara dalam hidupnya. Detail dapat dicek di artikel kami di web. Ditulis bersama Julita Pratiwi & Umi Lestari. Kredit Foto Slide 1 - 3: Sinematek Indonesia, Aneka, dan Vincent.
332 2
1 month ago
Happy co parenting Kelas Liarsip with all of you ❤️ Dari ziarah sinema ke makam Pak Abbas dan Pak Farocki, sampai ke makam Anis. Lewat Gombong mbayangin pertemuan Ratna dan Andjar. Presentasi di kawasan Global Utara udah dijabanin. Next tur SEA Selamat ulang tahun @liarsip . Sorry repelita dari kami masih digodog ❤️ #internationalwomensday
168 1
2 months ago
This was my first time doing manual graphic recording and also my first time visiting Kalimantan. It was a great experience. I didn’t just do my job, but also met new people, learned about new issues, and tried local restaurant and of course learn local language. Honestly, I was afraid, but @agahtheagah and my @mugi.bagja friends convinced and encouraged me, even helping me prepare. Thanks for the support. I’m happy to be part of this team! #graphicrecording #graphicrecorderindonesia
75 2
5 months ago
Graphic recording di kegiatan diskusi dan peluncuran riset terbaru Sindikasi hari Sabtu lalu di Gudskul “Saling Rawat, Saling Jaga: Merajut Jejaring Pendukung Pekerja Perempuan dan Ragam Gender”. Silakan unduh risetnya di bit.ly/tumbuh-menubuh. #graphicrecording #SerikatSindikasi
346 0
7 months ago
Graphic recording diskusi program Dataran Sahel “Europe is Not My Centre”. #graphicrecording
171 3
7 months ago
Literasi Digital: Perempuan dan Demokrasi. #graphicrecording
169 12
7 months ago
2013 pernah jadi manager sebuah band yang namanya terinspirasi dari naskah teater karya Motinggo Busye. Manager yang juga merangkap sebagai sutradara MV pertama Badai Sampai Sore, judulnya Mata Serigala. 2025 ternyata masih pada aktif bikin lagu. Ya sudah, sebagai ex-manager harus support. Single terbaru @badaisampaisore Sudah Biasa, menceritakan seorang pekerja yang terjebak dalam rutinitas membosankan. Alih-alih bertahan dengan kondisi kerja yang bikin muak, ia memilih untuk keluar dari kebosanan itu.
128 3
9 months ago
Selamat hari buruh rekan-rekan arsiparis. Semoga kita bisa bertahan meskipun dilanda efisiensi anggaran. #MayDay #HariBuruh #Archivist #Arsiparis
102 2
1 year ago
This is an effort to improve my reading skills and keep my brain from rotting 🧠 #visualnotetaking
111 7
1 year ago