halida bunga fisandra

@didafisandra

Followers
1,831
Following
2,102
Account Insight
Score
27.9%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
1:1
Weeks posts
Contemporary Music Review, Volume 43, Issue 1: Contemporary Music in Indonesia. /toc/gcmr20/current Guest editor: Septian Dwi Cahyo Cover Image: Gema Swaratyagita, Bane, first movt. “Tinolak” (2021). Running order: INTRODUCTION ‘Newness’ Reconsidered: Reflections on New Music from Indonesia by Dion Nataraja, Erie Setiawan and Septian Dwi Cahyo ARTICLES New Music Activity in Yogyakarta, Indonesia 2000–2020 (History and Network) by Erie Setiawan Digging Through the Network of the Indonesian Noise Scene by Martinus Indra Hermawan @indramenus Voicing Papua: The Resonance of Rituals by Nyak Ina Raseuki @ubietraseuki Searching for the Unusual: New Methods of Composing for Gamelan by Wayan Sudirana Tradition in Suspension: Timbre in Contemporary Gamelan Compositions Dion Nataraja @dion_nataraja The Role of New Instruments in the Musical Works of Composers/Sound Artists in Indonesia by Septian Dwi Cahyo Becoming Women Composers in Contemporary Indonesia: Music and Collective in the Pandemic Era by Halida Bunga Fisandra @didafisandra and Gema Swaratyagita @gemaswaratyagita Special Thanks to: Taylor & Francis, Contemporary Music Review, Peter Nelson, Björn Heile, Anthony Gritten, and both Reviewers.
232 5
10 months ago
Eid al-Fitr 1447 H 🤍🤎
228 2
1 month ago
Jika seni adalah rumah, bagaimana kau ingin membangunnya? Sebagai perempuan, ada rasa dekat, hangat, dan lembut ketika berbicara tentang rumah – ialah tempat merawat ruang, orang, pengetahuan, perasaan, kedekatan, dan kasih sayang. Di dalam rumah, para puan memastikan segala sesuatu tetap menyala, tetap hidup, agar segala hal di dalamnya dapat menyokong satu sama lain. Ia merawat api pemikiran dan gagasannya, sembari mengerjakan kerja-kerja domestika, memelihara ruang hidup yang intim dan rapuh, dengan penuh ketelitian. Kerja keproduseran dan manajemen seni telah mempertemukan saya dengan rekan, kawan, sahabat, sesama, yang juga menghuni dan membangun rumahnya. Begitu banyak kesempatan menyaksikan perjalanan mereka, para puan, yang multiperan, mengerjakan kerja-kerja serupa, dalam selingkung seni yang sangat khas. Mereka menekuni kerja artistik, sembari mengurai persoalan dan tantangan rumah tangga. Hingga tahun depan, saya jadi bagian dari Global Creative Producers oleh British Council x Factory International. Juni lalu di lawatan perdana ke Manchester, bersama para delegasi, saya menyaksikan kota ini hidup sebagai rumah untuk Manchester International Festival, dibangun dengan segala daya upaya oleh @factory_international . Manchester dan wilayah selingkungnya, memantulkan imaji yang menggelisahkan—tentang bagaimana sebuah kota menjadi seni itu sendiri, yang terbuka dan menjadi tempat bagi rasa merdeka bagi banyak orang dan pemikiran di dalamnya. Dari pengalaman MIF, ada dorongan besar yang membuat saya ingin menepi merenungkan rumah yang saya huni – baik secara harfiah, tempat saya bekerja @komunitas_salihara , kolektif yang kami bangun @perempuankomponis , juga kota tempat saya tinggal, dan tanah air yang saya pijak. Apa yang personal, selalu politis. Estetika perempuan dan dinamika rumah sehari-hari, telah menggerakan tenaga para puan untuk berdaya bagi dirinya dan sekeliling, di dalam dan bersama kesenian, selayaknya rumah yang merawat kehidupan. Shout out to @common_wealthhq @homemcr @paradiseworks_ for their inspiring works! @idbritisharts @idbritish @britishcouncil #MIF15 #CultureConnectsUs #UKIndonesia
123 2
7 months ago
669 36
8 months ago
Atas apa-apa yang telah berlalu, yang tertaut kemudian, hari ini, dan segala yang hadir di antaranya. Catatan ini hanya berupaya membentangkan apa yang singkat dan terbatas. Mencuplik sepikiran yang belum final, terus tumbuh dan dapat berubah. Mencatat pengalaman dan ingatan sederhana tentang perempuan dan bebunyiannya, sebagai suatu pengingat, dan permulaan atas pemeriksaan yang lebih panjang. Dari Saya, dan @gemaswaratyagita . Selamat membaca! Artikel ini baru saja terbit bersama tulisan pemusik lain yang juga mengulas musik Indonesia kita hari ini. Akses di /journals/gcmr20. ❤️✨
168 16
1 year ago
ITS JUST THE PART OF MY SHOW SHOW SHOW SHOW SHOWWWWW! 🚀❤️✨⚡️🔥 #turnstile @turnstileluvconnection @we.the.fest
41 1
1 year ago
Selamat berlebaran, kawan kawan semua. Mohon maaf lahir dan batin dari Saya dan keluarga. Semoga semua berbahagia dalam berkat Allah SWT. 🌙✨🤍
290 38
2 years ago
Something cool is coming really soon! Ikuti updatenya di @hcmfuk @perempuankomponis ✨🤟🏻🌞🌻 #Repost @idbritisharts with @use.repost ・・・ Announcing this year’s Connections Through Culture Grantees! Networking Archive: UK-Indonesia Contemporary Music is a collaborative dialogue through music between Huddersfield Contemporary Music Festival (UK) @hcmfuk and Perempuan Komponis (ID) @perempuankomponis . Delving into UK and Indonesian archives to explore experimental works of music, sound and mixed media, two artists from each country will engage in a dialogue around issues in both countries to produce new, collaborative sonic works. This collaborative project is one of the ten proposals selected for this year’s Connections Through Culture (CTC) grant, the British Council’s flagship program for artistic collaboration and intercultural exchange. Keep up to date with all our CTC grantees and their work: #BritishCouncilCTC #ConnectionsThroughCulture. @idbritish @britishcouncil @britisharts @ukinindonesia [image description] slide 1: Individual portraits of hcmf// team members Graham McKenzie in front of a dark background, and Roisin Hughes in front of a red brick wall. slide 2: Individual photos of Perempuan Komponis team members, (clockwise from top left) Dinar Rizkianti, Gema Swaratyagita, Halida Bunga Fisandra, Ignatia Aditya Setyarini, and Marisa Sharon Hartanto.
53 2
2 years ago
92 0
2 years ago
Back in London’s golden hour 🍂🍃🌻🌞🌳
107 2
2 years ago
Kesempatan ajaib datang dari @idbritisharts dan @hcmfuk buat saya datang dan belajar di Huddersfield Contemporary Music Festival. Mewakili kolektif @perempuankomponis , saya bercengkrama dengan para penggila bunyi lintas negara. Di kota sederhana yang cerah-kelabu jelang musim dingin ini, saya menikmati betul berjalan antar ruang-ruang kota untuk mendengarkan musik — yang diramu lewat imajinasi gila dan ide eksploratif ragam media, hasil curahan perhatian dan pikirannya atas dunia lewat bebunyian, lewat cara-cara memaknai ulang apa itu kontemporer dan menguji relevansinya. Eksperimen bunyi diulik nggak hanya lewat gagasan penggubahnya, tapi juga secara serius dimainkan oleh para performan yang berbunyi bak celoteh keseharian, bahasa musikal yang dieksplorasi lewat ketekunan, keteguhan, dan dedikasi — etos bunyi yang merasuk telinga dan hati saya. Festival semakin hangat karena tiap yang datang dirangkul oleh @hcmfuk buat saling bicara dan saling bertukar kabar baru dari lanskapnya masing-masing. Mendorong perkenalan, pertautan, dan pikiran-bunyi baru antar secuplik warga dunia. @hcmfuk memberi ruang yang luas sekali untuk belajar soal bagaimana menghidupi dan merayakan musik secara bersama-sama. Saya belajar mendengar yang baru, menyimak yang jauh, menyelami yang tak terduga, memberi perhatian pada yang luput, membenahi apa yang perlu. @perempuankomponis berkaca dari kekuatan @hcmfuk . Terima kasih banyak, @idbritisharts , @hcmfuk , Graham McKenzie, Roisin Hughes, @sophiecooper_music , Tom Sweet & @shannonlatoyah @britishcouncil @britishmusic_ @britisharts Nanti kita akan jumpa lagi! <3 #CultureConnectUs #UKIndonesia #BritishCouncil #hcmf
107 4
2 years ago