Pada buku Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan, musik ditengarai menjadi sirkuit penting konsumsi kebudayaan yang membantu kita melihat gejala-gejala yang sedang berlangsung di sekitar kita. Dalam buku ini, musik seperti bibit dari jejaring rimpang yang menyebar luas. Musik menemukan bentuk lain menjadi bensin politik, menjadi simpul pertemanan, menjadi cermin reflektif, menjadi silo pengetahuan, menjadi pengantar sebuah jaringan yang menjalar, menjadi titik keberangkatan dari segala hal yang bersinggungan secara kolektif dan personal.
Oleh karena itu, rasanya penting mendiskusikan buku ini bersama-sama. Membantu kita memahami bagaimana pisau kritis bisa bersinggungan dengan musik yang berbentuk pop sekalipun. Membedah bagaimana musik bisa menjadi tools untuk kita bersiasat dan belajar darinya, melebihi yang diintensikan dari tujuan pembuatan musik itu sendiri.
.
Thanks to;
@literastreetcoffee@grimlocrecords@consumed_media@hammerstout.co@pasargratis.sukabumi@perjal.smi@lapakbacajalanan.smi@terbitan.554@uncoil.pub@rombongan.hurahura@_bencome
Pada September lalu, Andrie Yunus (bersama @kontras_update ) sempat mampir ke wilayah kami, kedatangannya waktu itu dalam rangka mengisi sebagai pemateri di acara "Tesis September".
Tempat atau daerah kami boleh dibilang adalah daerah yang nyaris selalu tidak masuk kedalam daftar yang diperhitungkan sebagai daerah yang sepatutnya diorganisir. Sehingga Cicurug (atau barangkali hampir keseluruhan Sukabumi) menjadi lahan subur bagi para kapitalis dan para pejabat culas untuk melancarkan operasi. Karena hampir tak ada kelompok perlawanan yang benar-benar tegas dalam posisi oposisi.
Biarpun ada gerakan oposisi, paling jumlahnya sedikit, dan hampir pasti semuanya digerayangi oleh terkaman kegetiran kondisi yang membuat mereka kemudian mau tidak mau berakhir sebagai gerakan bernafas pendek. Hormat untuk kalian!
Grakan oposisi yang menolak memiliki relasi dengan elit, pejabat, dsb dianggap sebagai gerakan yang tidak seksi. Di sini, yang seksi adalah gerakan-gerakan yang bersarang pada telunjuk partai, yang seksi adalah gerakan-gerakan berwatak oportunis.
Barangkali hal tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu bukti betapa kuatnya hegemoni status quo di daerah ini. Dan sialnya daerah ini nyaris tidak pernah didatangi oleh para aktivis, yang katakanlah cukup mapan (dalam modal sosial, dlsb), sehingga upaya kontra hegemoni menjadi tak termaksimalkan.
Namun, Andrie Yunus (bersama KontraS) adalah sosok yang masuk dalam pengecualian. Ia mengiyakan untuk datang dan bahkan terlihat begitu antusias. Ia seakan-akan mengerti betapa terseoknya gerakan-gerakan oposisi di daerah-daerah seperti kami.
Kedatangan Andrie Yunus waktu itu boleh dibilang berhasil memulihkan tenaga kawan-kawan gerakan yang tengah dirong-rong keputusasaan, kelesuan, kemurungan dsb. Suatu perasaan yang timbul karena kesumpekan iklim daerah yang dikepung habis oleh 'udara' kapitalistik, ditambah oleh rentetan berita penangkapan para aktivis di berbagai daerah.
Kali ini nampaknya giliran kami yang perlu membersamai Andrie. Untuk terus mengepalkan tangan untuknya. Sebagai mana Andrie yang kami yakini juga melakukan hal yang sama meski dalam baringnya kini.
#kamibersamaandrieyunus