Enough silence. Enough waiting.
On September 27, 2025, we’re turning up the volume on resistance!
Loud music. Louder messages.
Lineup dropping soon. Stay tuned. Stay angry. Stay ready.
This is Vol. 1. Let’s make it chaos
Ini adalah pergerakan kolektif di mana setiap orang punya panggung, setiap suara didengar, dan setiap karya berarti. Tidak hanya sekadar manggung, tapi juga saling menguatkan, berjejalan, dan menciptakan ekosistem yang benar-benar independen.
Kita tidak butuh izin untuk bersuara.
Kita tidak perlu menunggu untuk berkarya.
Kita hanya butuh percikan api untuk memulai dan itulah yang ingin kita lakukan bersama.
Bersuara jangan sampai dilemahkan.
Berkarya jangan sampai dipersulit.
Bergerak jangan sampai ditakut-takuti.
Udara terasa semakin sesak. Suara-suara dipersempit, ruang berekspresi dikerangkeng, dan kebebasan seolah jadi barang mewah yang harus diperjuangkan dengan taruhan tinggi.
Sebuah respon terhadap zaman yang patah ini.Upaya merajut kembali kekuatan kolektif yang tidak lagi mau bermain dalam logika kuasa yang ada. Kita memulai dari musik bukan karena naif, karena musik adalah bahasa paling primal yang mampu menerobos tembok-tembok represi.
Wahana Porak Poranda itu sebentuk ruang yang lahir dari rasa jengah. Jengah pada rutinitas kampus yang monoton, pada kesunyian di tengah keramaian, pada kegelisahan yang nggak ada tempatnya untuk tumbuh. Tempat di mana lo bisa datang dengan segala ketidakjelasan tanpa harus menjelaskan apa-apa.
Ini bukan tempat untuk mereka yang mencari kesempurnaan.Ini ruang untuk bereksperimen, untuk gagal, untuk menciptakan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah dipahami orang lain.
Wahana Porak Poranda adalah ruang tanpa pretensi. Bayangkan sebuah tempat di sudut kampus di mana decitan papan skate bersautan dengan dentuman bass, sementara di pojokan lain ada yang asik menorehkan cat di kanvas atau tembok.Ini adalah semacam oase di padang gurun rutinitas kampus tempat di mana kita bisa bernapas lega, melepas topeng, dan menjadi versi paling liar dari diri sendiri.