Turut Bersuka Cita
Bandung, 25 November 2025.
Hari ini menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup. bukan hanya bagi saya, tetapi juga untuk Rima bahkan orang - orang yang ada disekitarnya. Pada hari ini, saya menyatakan keseriusan penuh untuk melangkah bersama Rima ke jenjang hubungan yang lebih dewasa. Mungkin bagi banyak pasangan, hal seperti ini adalah sesuatu yang umum dilakukan. Namun bagi saya, ada cara yang berbeda: saya tidak datang dengan seikat bunga, melainkan dengan sebuah koran.
Di dalam koran tersebut terpampang sebuah berita: “Turut bersuka cita atas menghilangnya masa pacaran menuju hubungan yang lebih serius.” Koran saya pilih bukan tanpa alasan. Bagi saya, koran memiliki kesan yang lebih abadi dibanding bunga. Bunga memang romantis, namun usianya singkat. Sementara koran memiliki daya simpan yang panjang,mungkin kelak anak cucu kami bisa melihatnya secara fisik sebagai bagian dari sejarah kecil keluarga kami.
Selain itu, koran juga bersifat publik yang dapat dibaca oleh siapa saja dari berbagai kalangan. Bahkan bisa saja suatu hari koran ini beredar kembali sebagai bungkus nasi uduk, kupat tahu, atau apapun bentuknya, sehingga kabar bahagia ini menyebar lebih luas dan organik ke berbagai sudut kehidupan.
Terima kasih juga saya ucapkan kepada tim Koran @pikiranrakyat , khususnya Kang @farhanalgivari , yang telah membantu mempublikasikan kabar bahagia ini sebanyak 42.000 eksemplar dan menyebarkannya ke seluruh Jawa Barat.
Salam hangat,
Widi
🎵 @davidbayudj - cincin
#widwar #pikiranrakyat
“Once We Were ‘Akang Teteh’, Now We Are ‘Kanyaah’” merupakan kisah tentang dua orang yang awalnya hanya saling mengenal lewat sapaan sederhana. Akang dan teteh menjadi awal dari cerita yang berjalan tanpa tergesa. Hubungan itu tumbuh perlahan melalui obrolan obrolan kecil, perjalanan yang terasa singkat, dan momen momen sederhana yang tanpa sadar terus mendekatkan keduanya.
Seiring waktu, cerita tersebut berubah menjadi sesuatu yang lebih hangat. Bukan lagi sekadar tentang dua orang yang berjalan berdampingan, melainkan tentang menemukan tempat untuk pulang. Kanyaah menjadi makna dari fase itu. Sebuah rasa kasih yang tenang, hangat, dan menetap.
Seluruh foto dalam seri ini diambil menggunakan @apple iPhone XS dengan bantuan @jundebort_jr sebagai creative director yang membantu membangun alur cerita dan komposisi visual di setiap frame. Sementara proses color grading dan layout keseluruhan postingan dikerjakan langsung oleh @widwar
🎵 @kurosuke.san
#rawprojectspace
Dilan 1997
Ceritanya ini saya anak geng motor, rivalnya dilan @arielnoah . Adegan ini ketika saya marah marah ke dilan. Punteun a nya aslina mah saya teh nge fans @arielnoah 🙏🏻😅
Jangan lupa untuk nonton di bioskop kesayangan kalian 30 April 2026
#widwar #dilan1997
Waktu itu, saya, bang @komeng.original dan biksu Tong sempat berbicara tentang kebijaksanaan yang tidak berisik. Tentang kebaikan yang tak perlu panggung, tentang langkah berliku yang tetap terasa ringan ketika niat dijaga tetap lurus. Jalan itu memang tidak pernah steril dari rintangan, justru di sanalah ia diuji, dimurnikan, dan pelan-pelan menemukan maknanya sendiri.
Hari ini, di tengah hiruk-pikuk yang sering kehilangan arah, ketika suara lantang lebih mudah didengar daripada hati yang jernih, kita melihat betapa mudahnya makna digeser. Ada yang sibuk bersiap menghadapi “pertempuran besar”, namun lalai menjaga yang paling dekat. Ada yang berbicara tentang kekuatan, sementara kepercayaan diam-diam terkikis. Bahkan ruang yang seharusnya aman pun tak luput dari retakan.
Mungkin pada akhirnya, yang menyelamatkan bukanlah kemenangan yang gemuruh, melainkan ketulusan yang sunyi. Sebab hati yang bersih bekerja tanpa perlu pengakuan, dan ia menjangkau lebih jauh daripada seribu strategi.
“Isi adalah kosong, kosong adalah isi.”
Barangkali justru di kekosongan itulah kita bisa kembali melihat: mana yang benar-benar bernilai, dan mana yang hanya tampak penuh.
#widwar
The Puma Caven Suede arrives in a soft pastel tone, reminiscent of the color palette that often lingers in my artwork, subtle yet quietly expressive. To me, it is more than just a pair of sneakers, it feels like an extension of how I perceive color, calm, honest, and slightly contemplative. Sometimes, inspiration does not come from the studio, but from what we walk on every day. #Puma #ArtistLife #PastelTone #widwar
“Kendaraan Bermodol” bercerita tentang cinta yang kandas bukan karena perasaan yang berubah, tetapi karena perbedaan “kendaraan” yang membawa seseorang pergi. Dalam lagu ini, kuda menjadi simbol kesederhanaan dan ketulusan, sementara motor melambangkan kemewahan serta pilihan yang terasa lebih menjanjikan.
Kisahnya sederhana namun dekat dengan banyak orang: ketika rasa kalah oleh keadaan, dan cinta harus berhenti di persimpangan jalan.
Lagu “Kendaraan Bermodol” kini sudah bisa didengarkan di platform musik favorit kalian, termasuk Spotify.
Jangan lupa juga menonton video musiknya di channel YouTube Proyek Berdua.
TEU KUDU TARIK NU PENTING CEURIK
#proyekberdua
Unserious Series: Food for Thought
Text by Wina Luthfiyya @defiyya_moon_
Exhibition Period
7 March - 18 April 2026
@dgalleriejakarta
“Kanyaah”
Acrylic on Canvas
47,5 x 55 cm
2026
#widwar
Flawless
100 x 100 cm (1 panel)
Acrylic on Canvas
2022
Bagi saya, lukisan bukan sekadar objek yang ditempel di dinding.
Ia adalah energi yang membentuk cara tubuh bergerak, cara cahaya jatuh, dan cara ruang terasa.
Flawless menemukan konteks barunya dalam kurasi ruang. Sebuah ruang di mana material, presisi, dan atmosfer menjadi bahasa utama.
Saya tertarik pada ketegangan yang tenang. Pada dialog antara warna dan keheningan. Pada momen ketika karya tidak hanya dilihat, tetapi ikut membentuk pengalaman berada di dalam ruang.
Penempatan ini bukan hanya tentang display.
Ini tentang bagaimana praktik saya bergerak ke wilayah yang lebih luas, di persimpangan seni, desain, dan kehidupan sehari-hari.
On view at @saniharto
Presented by @cansgallery
#widwar