Pig Feast (Pesta Babi) is a documentary about rapid deforestation in West Papua caused by large agribusiness expansion, including sugarcane plantations for bioethanol. The film shows how these projects are taking over forests that Indigenous communities depend on for their daily lives.
It also highlights the role of the military in supporting and securing these projects. Through testimonies from Indigenous Papuans, the documentary shows how many reject the development on their customary lands and want to continue living with intact forests, clean rivers, and traditional food sources.
#papuabukantanahkosong
#pestababi
Lagu “Soho Mukang” yang menjadi closing soundtrack film dokumenter Pesta Babi ini direkam tahun 2024 di sebuah kampung yang indah di tepi kali Passue di selatan Papua. Lagu ini dibawakan oleh grup "AWBER (Awyu Bersatu)". Lagu ini juga menjadi salah satu yang membentuk pemahaman tentang Papua dan Indonesia seperti dalam film Pesta Babi.
Kalau kamu suka film Pesta Babi dan menikmati lagu Soho Mukang dari Awyu Bersatu ini, mohon subscribe Awber Group/Soho Mukang https://youtu.be/ieeykg1cYZE
#PestaBabi #PapuaBukanTanahKosong
Di sini-lah ironi zaman kita: dunia berbicara tentang transisi energi bersih, tetapi bahan bakunya diambil melalui penghancuran ekologis di wilayah-wilayah pinggiran seperti Papua dan Halmahera.
Mobil listrik dipromosikan sebagai masa depan berkelanjutan, sementara masyarakat sekitar tambang menanggung polusi, lumpur, dan kehilangan penghidupan.
Pesta Babi, dengan begitu tak hanya cerita tentang Papua. Tapi tentang Indonesia hari ini. Dan di sini, di Teluk Buli ini, pola kolonialisme itu kita saksikan di depan mata kita sendiri.
#hariantitambang #panganbukantambang #tambangharustumbang #jagawatowato #jagahalmahera
Minggu, 17 Mei 2026 menjadi ruang pertemuan banyak suara, rasa, dan kesadaran.
Melalui Nobar & Diskusi Film Dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, kita belajar bahwa ada banyak cerita yang perlu didengar dan banyak kenyataan yang tidak boleh diabaikan.
Terima kasih untuk seluruh peserta yang telah hadir, menyimak dengan khidmat, dan ikut meramaikan ruang diskusi ini.
Semoga apa yang ditonton bukan hanya berlalu sebagai tayangan, tetapi tumbuh menjadi kepedulian. ✊🏻🔥
📍Betung Cafe & Resto, Kota Pagar Alam
@idbaru.id@newsjubi@yayasanpusaka@watchdoc_insta@lbhpapuamerauke@greenpeaceid
#PestaBabi
#NobarDiskusi
#PijarPagarAlam
#APMAPA
#Watchdoc
Tanah Papua Bukan Tanah Kosong!
"Pesta Babi" bukan sekadar judul film dokumenter. Ini adalah alarm keras tentang deforestasi di Papua Selatan yang melonjak tajam demi ambisi PSN. 🚨
2,5 juta hektare hutan terancam, masyarakat adat dipaksa minggir, dan ekosistem hancur. Siapa yang kenyang, siapa yang kehilangan ruang?
Wajib tonton bagi kamu yang peduli pada keadilan lingkungan dan kemanusiaan. ✊🏾🌲
#PestaBabi #StopDeforestasi #PapuaTidakBaikBaikSaja #SukuAwyu #MembekasFoundation
Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi.
Kegiatan Nonton Bersama (NoSa) dan Diskusi, diselenggarakan YAPKEMA Papua bersama Pemuda Katolik Papua Tengah di Nabire, dengan dukungan dari berbagai komunitas seperti NadiPapua, Sasagu Papua, Kolektif Stereo, Laolao Papua, Green Papua, dan Asosiasi Pedagang Asli Papua (APAP).
Berlangsung di Aula Santo Yusuf Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam Nabire, Sabtu (16/5/2026), kegiatan ini dihadiri ratusan bahkan mencapai seribuan anak muda, mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum yang datang untuk nonton.
Dalam kegiatan ini, kami teguh menyuarakan: “Kami Orang Asli Papua tidak diam, karena Tanah Kami, Papua, Bukan Tanah Kosong.”
Di akhir acara, peserta juga berdoa bersama untuk masyarakat adat yang sedang berjuang mempertahankan TANAHNYA, dan untuk saudara-saudara pengungsi di berbagai wilayah Tanah Papua.
Di tengah kondisi Papua yang sedang menghadapi banyak ancaman, mulai dari perampasan tanah adat, kerusakan lingkungan, militerisme, sampai makin sempitnya ruang hidup Orang Asli Papua, kegiatan ini jadi tempat untuk 'sama-sama baca situasi dan saling kasih semangat', meminjam kata-kata Bapak Pendeta Benny Giyai.
Harapannya, NoSa Pesta Babi ini akan terus bergulir hingga ke pelosok Papua Tengah yang sulit dijangkau informasi. Dan kolaborasi seperti ini terus jalan, tidak berhenti di sini. Untuk melawan musuh yang besar, persatuan adalah pintu, kolaborasi dan solidaritas menjadi jalannya.
#film
#pestababi
#papuabukantanahkosong
Nobar Filem Pesta Babi pada hari Sabtu 16 Mei 2026, bertempat di kantor Kampung Wayane Mosun, Distrik Aifat Utara Kabupatan Maybrat.
#pestababi
#papuabukantanahkosong
[SORONG-PAPUA BARAT DAYA]
Malam ini (1705/26) lebih dari 2000 orang memadati halaman depan bekas Ruko Toko Yohan, Klademak IIIA, Kota Sorong menyaksikan film "Pesta Babi" yang diselenggarakan oleh pemuda klademak berkolaborasi dengan Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme.
Terlihat jelas antusias masyarakat yang sudah memadati area nobar sejak pukul 18:00, sementara pemutaran film baru dilaksanakan pada pukul 19:00. Tidak ketinggalan anak-anak hingga lansia turut andil dalam nobar kali ini. Antusias masyarakat kali ini bukan karena kebetulan, tapi karena keinginan tahuan mereka terkait apa yang disajikan oleh film "Pesta Babi" kepada publik.
Sebagaimana kita ketahui bahwa film Pesta Babi menyajikan gambaran sesungguhnya terkait situasi hari ini di tanah Papua. Perusahaan dan korporasi nasional menghancurkan tanah ini demi kekayaan mereka. Bahkan tanda salib sebagai larangan pun dipatahkan demi ambisi mereka. Ini berlangsung bukan hanya di Merauke sebagai wilayah konsensi paling besar di tanah Papua, tapi juga di seluruh Pulau Papua.
Ada jutaan hektar hutan yang dibabat mulai dari Raja Ampat hingga Boven Digoel, demikian dari Biak sampai Asmat. Tanah ini sedang dikepung, dan rakyat hampir binasa. Pemerintah mengatakan bahwa untuk kepentingan pembangunan nasional, tapi ini sebenarnya adalah omong kosong. Kepentingan nasional seperti apa ketika satu keluarga yaitu keluarga Fangiono menguasai semua perusahaan sawit dan tebu? Bukankah ini monopoli bisnis demi kepentingan satu keluarga?
Jika untuk rakyat Indonesia dan Papua, maka kenapa hanya satu keluarga yang mendapat untung dari bisnis ini? Jelaslah ini merupakan omong kosong pemerintah untuk memuluskan kepentingan para oligarki di tanah Papua.
Seperti biasa, setelah nobar, perwakilan front menyerukan kepada seluruh rakyat yang sudah sadar dan terdidik agar mempersiapkan diri untuk turun ke jalan pada hari Kamis tanggal 21 Mei 2026 dalam demontrasi damai mendesak gubernur menghentikan semua upaya perluasan perkebunan sawit di seluruh provinsi Papua Barat Daya. Aksi akan berlangsung dalam bentuk longmarch menuju kantor gubernur.
Hidup Rakyat Papua Yang Melawan!
#pestababi #SosialisMudaPapua
Di balik rambut gondrong yang hari ini sering dianggap “style anak nongkrong”, ternyata ada sejarah panjang tentang stigma dan diskriminasi di Indonesia.
Lewat sudut pandang personal seorang anak muda Gen Z, film dokumenter pendek ini mengajak kita melihat kembali bagaimana rambut pernah dianggap ancaman di masa Orde Baru.
Simak di YouTube Watchdoc Image "Masa Gondrong Dilarang Lagi?". Link di bio.