Selamat Ulang Tahun Pertama, Klub Salam Tempel! 🎂 Terima kasih buat Arum, Aya dan Ika yang udah kekeuh ketemuan sebulan sekali dari April 2024 buat journaling bareng sampai sekarang. Si Trio Gemini yang beda-beda banget gaya journaling-nya tapi selalu satu jua kalau ngurusin Klub.
Makasih banyak tentunya buat anggota klub yang selalu penuh semangat untuk datang ngumpul tiap bulan dan siap berbagi supplies setiap ketemuan. Apalah kami bertiga tanpa kalian semua.
Acara ulang tahun kita juga nggak bakal seseru ini kalau enggak ada support dari Prayn dan 2025 plannernya, macem-macem pen yang penuh kejutan dari Pilot Pen Indonesia dan tentunya 7Speed Coffee Panglima Polim yang memberi kami ekstra ruang buat bikin tiny art market selama pesta ultah kemarin.
Panjang usia, karya dan cinta buat kita semua di Klub Salam Tempel! 🤍
Special thanks to our sponsors;
@7speedcoffee@prayn.co@pilotpen.indonesia
#klubsalamtempel #klubjurnaljakarta #journalingcommunity #klubjurnalsalamtempel #journalclubjakarta #artjournal #junkjournaljakarta
Salah satu yang paling berkesan dari Kumpul Kolase kemarin adalah kami berdua jadi bisa melihat sekaligus mempresentasikan bagaimana perbedaan eksplorasi kolase kami berdua. Tidak hanya dalam bentuk karya kolase tapi juga workshop. Terima kasih buat antusiasme dan keterlibatannya ya. Tidak sabar untuk membuat kegiatan bersama lagi jadinya.
Video oleh @ranggakuzuma
.
.
.
#kumpulkolase #pameran #pasarseni #kolase #collageartists #analoguecollage #cutandpaste #collagexpo #kolektifkolase #jurnalkolasefrnss #vantiani
would like you to know that her account is a safe place if you are part of queer community and if you're uncomfortable about the following issues or worst, homophobic, transphobic and et cetera, you can unfollow or block this account because she is only allow inclusive energy on this account.
Sending her queer friends love, power and strength wherever you are. Thank you for being you and she sees you.
.
.
.
#queerallies #queerfriendly #safespace #inclusiveenergy #signage #oldwork #comissionwork #herfingerpower #vantiani
Selain pemutaran film, ET CETERA: DAN LAIN-LAIN juga menghadirkan dua sesi khusus yang berangkat dari pengalaman hidup di tengah kota, rasa asing, dan cara kita bertahan di dalamnya.
Sabtu, 23 Mei 2026
“Dari Ruang Kota ke Ruang Menonton: Tokyo, Jakarta & Alienasi”
Diskusi bersama:
Juan Hendry (Festival Film Jelek)
SOMA Kosuke (Eurospace Japan)
* Diskusi berbahasa Indonesia
Obrolan santai tentang kota, kesepian, budaya menonton, dan bagaimana ruang publik kadang terasa semakin sempit untuk benar-benar hidup.
Minggu, 24 Mei 2026
"Lokakarya Zine tentang Alienasi & Resiliensi"
Bersama:
Ika Vantiani (pekerja seni)
Sesi ini akan mengajak peserta merespons pengalaman personal melalui zine sebagai medium refleksi maupun arsip kecil tentang hidup sehari-hari.
Datang salah satu hari boleh. datang full dua hari juga lebih seru. Bawa teman boleh. datang sendiri juga aman.
Tempat terbatas.
Link pendaftaran: bit.ly/daftaretc
Program ini merupakan bagian dari:
The Japan Foundation – Open Draft: Asian Film Programmers Lab 2025
dan beberapa foto BTS (Behind The Scene) dari seminggu lalu di Yogyakarta untuk @ykartbookfair . Selain persiapan pameran, journal date dan lecture, menyempatkan belanja journal supplies dan mengumpulkan stempel buat jurnal saya sendiri. Mengunjungi Kunci dan menumpang bekerja disana seharian. Berjalan kaki diantara rumah-rumah lama untuk berburu sampah buat junk journaling di studionya @palkakreatif . Senang sekali dengan perolehan-perolehan dari sana!
Mau berterimakasih sama @ayabikinbikin buat menemani journal date dua hari berturut-turut (Jadi kayak lagi nge-host journal meet-up @klubsalamtempel ). Juga tentunya terima kasih tak terhingga untuk semua orang di kepanitiaan @ykartbookfair , khususnya tim program untuk sebuah pengalaman produksi pameran tanpa anxiety yang berarti. Thank you for making me feel so loved and supported from day one. So grateful and honored to be part of your fair and congratulations for a massive success!
.
.
.
#lastweek #behindthescenes #ykabf #ykabf2026 #vantiani
merasa salah satu hal yang paling berkesan saat memamerkan jurnal-jurnalnya di Special Showcase Junk-to-journals di @ykartbookfair minggu lalu adalah perasaan was was apabila orang yang tidak dikenalnya membaca tulisan-tulisan yang ada di dalam jurnal, baik dari orang lain maupun dari dirinya sendiri. Konsep jurnal sebagai ruang aman yang diciptakannya untuk dirinya sendiri dipertaruhkan disini. Saya tidak takut penilaian orang terhadap apa yang saya tulis atau orang tulis buat saya, tapi saya tidak merasa orang perlu tahu apa model pakaian dalam favorit saya misalnya. (Ini hanya perumpamaan tentang betapa privat isi jurnalnya, bukan memang ada tulisan atau jurnal tentang itu ya!).
Setelah pameran berjalan selama tiga hari dengan jumlah pengunjung keseluruhan mencapai seribu orang (!!!), saya membayangkan ada sebanyak itu orang yang melihat, membolak-balik halaman, membaca dan menelisik jurnal-jurnal saya itu memang rasanya ruang privat ini sudah tidak lagi privat. Apakah saya menyesal melakukan ini, tentu saja tidak. Karena sebenarnya toh masih ada beberapa jurnal yang memang tidak saya pamerkan karena bahkan lebih privat lagi dari semua jurnal tersebut. Saya lebih terkejut dengan respon pengunjung yang sebagian besar tentunya bukan journaler tapi mereka ternyata sangat menyukai dan terinspirasi dengan jurnal-jurnal saya ini. Saya juga ternyata tidak kesal atau marah melihat letak halaman jurnal yang berubah bahkan lepas (karena memang sudah mau lepas sebelumnya). Catatan penting hanya satu, saya mesti hati-hati dengan informasi alamat dan nomor telepon yang ada di dalam jurnal saya.
Dan saya tentunya jauh lebih senang dan tenang memperlihatkan jurnal-jurnal ini pada sesama journaler dalam acara yang lebih kecil skalanya. Jadi setelah ini tidak ingin untuk memamerkan mereka lagi dalam acara publik seperti ini karena ‘aku membuat ini untuk aku’ bukan untuk kamu, dia atau mereka.
.
.
.
#selfnote #junkjournals #artjournals #herfingerpower #vantiani
Dalam special showcase Junk to Journals yang diselenggarakan oleh @ykartbookfair di Langgeng Art Space bersama kak @vantiani
Palka, hadir untuk menjadi kawan, dan menemani teman-teman journal date melihat langsung bagaimana keseharian Palka dalam mengelola sisa produksi.
Dalam Pilah pilih sisa produksi, Palka dan teman-teman berbagi tentang bagaimana sisa produksi ini, nantinya akan bisa dimanfaatkan kembali menjadi bahan Journaling📒🖋♻️
Senang sekali telah diberi waktu untuk saling berbagi pengetahuan bagaimana memanfaatkan sisa menjadi sesuatu yang meaningful dan menyenangkan. Sampai berjumpa di kesempatan lainnya, ya!
#palkakreatif #YKABF26 #journaling #kertasdaurulang #papergoods
Sabtu lalu kami excited sekali karena diundang oleh kak @vantiani untuk jurnaling date di special showcase pamerannya yang menjadi rngakaian dari ykabf 2026. Sebenernya ini seperti jurbar pada umumnya tapi yang membuat spesial adalah ini ekslusif dengan kak Ika, dengan limited seat untuk 7 teman dari We Journaling. Tapi tetap, kami excited sejak dari seminggu sebelumnya!
Saat kami masuk ke gallery karya kak Ika, sebuah meja bessuuaaaar sudah disiapkan untuk kami melakukan jurnaling date. Beragam tools seperti puncher yang lucu-lucu dari @sunindonesia , kertas-kertas daur ulang yang rustic dan vintage dari @palkakreatif ada di tengah meja untuk kita gunakan berdelapan. Sambil jurnaling kami ngobrol ngalor-ngidul tentang hal-hal bermanfaat seperti berbagi tips art jurnaling, sampai yang kurang bermanfaat seperti analisis iklan teh pucuk harum yang mengaitkannya dengan keberadaan ulat yang menjadi identitas te pucuk harum. 2 jam jadi tidak terasa.
Thank you for noticing and inviting us as a journaling community in Yogyakarta. We will remember it as your appreciation to us. Plis, kapan-kapan kalau ke Jogja lagi ikut ke JurBar bulanan kami. 😉
Dalam program Special Showcase, YKABF 2026 menghandirkan Ika Vantiani beserta jurnal-jurnal miliknya. Dipajang berderet, serta dipersilakan untuk bisa membolak-balik untuk melihat setiap halamannya. Pameran Junk-to-Journals: Between Undoing and Rewriting Ephemera berangkat dari praktik junk journaling yang dijalankan Ika Vantiani selama beberapa tahun terakhir. Praktik Junk Journal milik Ika Vantiani membawa kita pada kerja menelusuri hubungan antara menemukan, menyusun, dan menata apa yang kita pikirkan. Nasib suatu benda atau objek, agaknya dapat dihentikan, diputus ditengah oleh praktik Junk Journal. Lalu sang pembuat, seperti memberikan nasib yang lebih layak dan bernilai.
Ada beberapa bagian yang memang tidak diperkenankan untuk didokumentasikan. Yaitu adalah catatan-catatan personal milik Ika Vantiani. Tentu ini perihal menghargai momen dan sekitarnya. Sama seperti bagaimana seluruh jurnal ini dibuat. Walau kita bisa pandang sangat serius, sebagai bentuk pengarsipan, namun kerja seperti ini kami rasa didominasi pada yang lebih manusiawi. Dimana kita punya ruang untuk menghargai secara penuh yang tak terduga, bahkan membaca ulang jurnal yang sudah kita buat pun adalah berkah yang tak terduga.
Menurut kami, unsur paling menyenangkan dalam kerja-kerja Junk Journal adalah ketidakpastian dan kebaruan yang terus menerus ada. Sekian penelurusan, sekian temuan, juga sekian halaman akan membawa kita kesinambungan yang agaknya absurd. Mungkin tak banyak maksud untuk menyatukan suatu hal, namun akhirnya, kita punya suatu sensasi didalamnya. Coba saja amati bagaimana kombinasi gambar, bentuk, dan material dalam banyak jurnal Ika Vantiani. Memamerkan deretan jurnal ini, adalah langkah yang mengesankan. Agenda ini membuka refleksi kami pada material disekitar, perihal bagaimana budaya konsumsi kita, atau cara kita memperlakukan mereka. Kemungkinan menjadi pusat utama dalam praktik ini, yaitu digunakan kembali, baik secara fungsi maupun narasi. Praktik mengarsipkan pengalaman sehari hari melalui material bekas menunjukkan bahwa ingatan, keterikatan emosional, dan pengalaman hidup dapat hadir melalui medium sederhana. Pada akhirnya, nilai sesuatu bukanlah perihal-
Coaching Clinic hadir lagi, kali ini di Jayapura!!! 🤩✨
Ada banyak cerita, rasa, dan budaya yang selama ini jarang kita dengar.
Kalau kamu anak muda yang tertarik sama isu pangan, budaya lokal, dan storytelling kreatif, kegiatan ini buat kamu!!
📍 Jayapura, Papua (lokasi akan diinformasikan setelah registrasi)
📆 Sabtu, 06 Juni 2026
🕛 11.00 - 17.00 WIT
✨️ GRATISSSSS!!! ✨️
Hanya untuk 30 orang tercepat.
Daftar sekarang sebelum kehabisan! 👀
bit.ly/PendaftaranCCJayapura atau klik link di bio @suarakitapenting
Tag temanmu yang fokus dan tertarik di isu pangan untuk ikut kegiatan ini! 🤩🫶🏽
#panganlokal #papua #jayapura #coachingclinic
We are collaborating with Ika Vantiani (@vantiani ) for a Special Showcase highlighting Ika's exploration of junk journaling from 2021 to 2026. Inviting fellow journal enthusiasts to engage with discarded materials.
Special showcase powered by @acehousecollective &
@palkakreatif
Swipe left to get more info 👉
#YKABF26 #booound
Nongkrong, ngobrol, sambil berkarya mengupas lapisan kisah personal di Nongkrong KolaborAsa #42: Retak dan Rekat 🪡🎨
Difasilitasi @vantiani , peserta membuka ruang untuk membaca ulang pengalaman “luka” terhadap negara lewat zine. Pertemuan ini juga mengingatkan bahwa kita punya satu sama lain. Tak hanya untuk bertahan, namun juga merangkai ulang harapan, dan saling menjaga.
Zine kolektifnya akan segera terbit. Pantau terus Instagram Roemi dan Kolaboraya~ 🤗
Terima kasih Kak Ika Vantiani dan kawan-kawan yang telah hadir, membawa hangat, berbagi kisah, juga energi baik. 💐
Tinggalkan pesan di kolom komentar ya, kalau kamu juga ingin hadir di ruang serupa di masa yang akan datang!