Akhirnya keluar dari folder setelah melewati drama kurasi reverb yang lebih lama dari masa depan kami. isinya cuma tumpukan kebisingan yang terorganisir, di mana vokal sengaja dibuat tenggelam supaya kalian tidak terlalu fokus pada lirik yang sebenarnya adalah curhatan terselubung.
Isinya cuma distorsi dan isi hati. Selamat mendengarkan.
* Written & Performed by: Tooash.
* Produced by: Tooash.
* Engineered & Mixed by: @alvitoooas
* Mastered by: @alvitoooas at hometown studio
* Visual Art : @rahmsaff@paadlir
* photography : @popmaincomputer
Special Thanks: Semua Teman yang terlibat 🙏🏻
Album Euthrose merupakan debut dari Tooash yang dirilis pada 4 Maret 2026, terdiri dari tujuh track dengan durasi total sekitar 21 menit.
Meski singkat, struktur ini justru terasa seperti kumpulan fragmen bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan potongan perasaan yang disusun secara intim dan personal.
Sejak track pembuka “Alleen”, yang hanya berdurasi satu menit, Tooash seperti mengajak pendengar masuk ke ruang yang sunyi dan reflektif. Judul “Alleen” sendiri (yang berarti “sendiri” dalam bahasa Belanda) memberi petunjuk awal: kesendirian bukan hanya tema, tapi fondasi emosional album ini.
Masuk ke lagu seperti “Licht” dan “Fav Person”, nuansa mulai berkembang. “Licht” (cahaya) menghadirkan kontras terhadap kesendirian seolah ada secercah harapan di tengah gelap. Sementara “Fav Person” dengan durasi terpanjang di album (hampir 6 menit) terasa seperti pusat naratif: relasi manusia, keterikatan, dan mungkin ketergantungan emosional.
Namun, harapan itu tidak pernah benar-benar stabil. Lagu seperti “Numbness” dan “Uninterested” membawa pendengar ke fase apatis dan perasaan hampa yang sering muncul setelah emosi terlalu lama ditekan. Di titik ini, album terasa semakin introspektif, bahkan sedikit dingin, seakan menggambarkan kelelahan emosional yang tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata.
Track “Poetic” dan penutup “U R My Grin” kemudian menjadi semacam epilog. “Poetic” memberi kesan bahwa semua rasa yang tidak terucap akhirnya hanya bisa diwujudkan dalam bentuk seni, pada musik itu sendiri. Sedangkan “U R My Grin” terasa seperti penutup yang ambigu: apakah ini bentuk penerimaan, atau sekadar ilusi kebahagiaan yang tersisa?
Secara keseluruhan, Euthrose bisa dibaca sebagai perjalanan emosional yang tidak linear. Ia bergerak dari kesendirian, menuju koneksi, lalu jatuh ke kehampaan, dan berakhir dalam ambiguitas. Struktur track yang relatif pendek dan padat memperkuat kesan bahwa ini adalah “snapshot” perasaan, cepat, jujur, dan tidak dipoles berlebihan.
Sebagai album debut, Euthrose tidak mencoba terdengar megah atau kompleks secara produksi. Justru kekuatannya ada pada kesederhanaan dan kejujuran emosional. Tooash tampaknya tidak berusaha memberi jawaban