Baca caption ahh ….
#MyWeakness.
Part ini di tulis untuk orang orang yang merasa terluka .
Lirik ini kuat karena minim kata, tapi berat makna. Nggak teriak, tapi mencekik. Teriakan emosional untuk manipulasi, gaslighting, dan relasi toksik.
“When the fake smiles passes”
→ Senyum palsu melambangkan kepura-puraan. Saat topeng itu lewat, artinya kebenaran mulai kelihatan. Nggak ada lagi kehangatan—yang ada cuma kebohongan.
“quietly they walk”
→ Mereka pergi tanpa ribut, tanpa penjelasan. Ini bukan konflik besar, tapi pengkhianatan yang dilakukan dengan tenang, lebih kejam karena diam-diam.
“In silent betrayal”
→ Pengkhianatan yang nggak diucapkan, tapi terasa. Tusukannya halus, tapi dalam. Cocok sama vibe gaslighting: bikin korban ragu tanpa sadar disakiti.
“Love is left to dead”
→ Cinta nggak dibunuh langsung—ditinggalkan. Dibiarkan mati perlahan. Ini bentuk kejahatan emosional yang paling dingin.
Full nya cek spotif @thriveid
Dengan penuh semangat, band metalcore Indonesia, THRIVE ID, mempersembahkan EP terbaru mereka yang bertajuk “FORSAKEN”. Album ini menampilkan 5 lagu baru dan 1 lagu lama yang di aransemen ulang saat mereka masih menggunakan nama Sperma Syndrome, menghadirkan kembali nostalgia sekaligus inovasi dalam musik mereka.
“FORSAKEN” menjelajahi tema kekecewaan melalui perpaduan genre metalcore yang energik dengan sentuhan melodic hardcore yang mendalam. Setiap lagu di album ini tidak hanya menawarkan permainan musik yang keras, tetapi juga lirik yang penuh emosi, menceritakan pengalaman pahit yang dialami banyak orang. THRIVE ID berharap dapat menghubungkan perasaan penggemar melalui karya-karya yang jujur dan autentik.
Album ini menunjukkan perkembangan mereka sebagai musisi, dengan aransemen yang lebih kompleks dan eksplorasi sound yang lebih luas dibandingkan dengan karya sebelumnya. Sama seperti di album sebelumnya selalu ada perombakan dari sisi personil, setiap memasuki album baru entah menjadi ciri khas atau ketidak sengajaan, yang mana saat ini personil asli hanya menyisakan Denithirra di vokal, Tanjung yang sebelumnya di bass sekarang di lead gitar, Mago di gitar, dan hadirnya personil baru seperti Ivan Capong pada bass, dan Rian Ganesha pada drum, dengan banyak perubahan dalam tubuh band ini pendengar akan dibawa masuk ke dalam perjalanan yang penuh adrenalin dan menjadikan “FORSAKEN” sebagai sebuah karya yang layak untuk dinikmati, tidak hanya oleh metalhead, tapi untuk seluruh penikmat musik.