*FESTIVAL PASAR SENI RUPO JIWO TELAH TIBA*💥💥🥳
Ruang temu bagi jiwa-jiwa kreatif untuk berkarya, berkolaborasi, dan merayakan seni dalam berbagai bentuk.
🗓 06–07 Mei 2026
📍 Joglo, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya
📌Dari pameran, perform art, wayang, hingga random play dance & talkshow
semua hadir dalam satu panggung penuh ekspresi.
Mari hadir, rasakan, dan jadi bagian dari perjalanan seni yang hidup dan bermakna.
🎨 Karena setiap karya punya jiwa, dan setiap jiwa punya cerita.
#Festivalpasarseni #senirupaunesa #Unesasatulangkahdidepan
Halo semua 🙌, semoga setelah lebaran kabar kalian baik ya…
Teman-teman sa mau melelang karya ini, karya ini dibuat oleh @zaki.amr13 seniman muda yang masuk list 11 seniman Surabaya Emerging Artis 2025. Karya ini judulnya “Cacing Demonstran”, ukurannya 50x80 cm, medianya akrilik diatas kanvas, dibuat pada tahun 2023. Kondisinya karya ini bagus dan terawat dengan baik.
Karya ini dilelang Zaki pada tahun 2025 untuk pengobatan Arvian, tetangga kecilnya yang sakit. Arvian ini hanya tinggal dengan ibunya, karena ayahnya kabur entah kemana, dan alhasil ibunya cukup struggle untuk mencari biaya pengobatan.
Sayangnya sekarang Arvian tersebut telah tiada ( 🤲al fatihah), namun karena karya ini telah diniatkan Zaki untuk dijual dan hasilnya didonasikan ke Arvian, jadi lelangnya tetap dilanjutkan, untuk kemudian seluruh dari hasil penjualan karya ini akan diberikan ke Ibunya.
Baiklah kita langsung ke point utamanya. Karya ini dilelang dengan sistem penawaran tertinggi, harga dibuka mulai harga Rp. 300.000, kalian boleh menawar melalui kolom komentar atau DM ke akun @budidayabaik ya (dengan format : bid karya_nominal, contoh : bid karya 500 ribu), lelang akan dibuka mulai postingan ini dibuat dan akan ditutup pada 7 April 2026 - 19.00 WIB. Nanti proses pembayaran akan di infokan melalui DM ke pemenang lelang dengan harga tertinggi yaa. Oiya nanti kalau pemenang lelang dari luar Surabaya dan karyanya harus dikirim, nanti sekalian ditambah ongkirnya ya 🙏.
Bantu ramaikan dong geng, dengan like dan share share 🫶
#artworkfordonate
Triaksara Art Fair 2026 一 OPEN SUBMISSION IS NOW LIVE‼️
Triaksara Art Fair 2026 merupakan pameran seni oleh Triaksara Pengairan FT-UB, menghadirkan ruang apresiasi dan ekspresi yang mempertemukan karya, gagasan, serta pengalaman artistik dari berbagai latar belakang dalam satu ruang pamer.
Mengusung tema “Jala Rasa Membendung Asa,” yang membingkai permasalahan dan siklus air sebagai refleksi kehidupan, perubahan, dan harapan. Layaknya aliran yang mempertemukan berbagai arah, karya seni menjadi jembatan untuk menyingkap kembali makna di balik perjalanan air.
Seniman, penulis, peneliti, praktisi, dan masyarakat umum — This Is Your Stage👀
Take your place📥:
🖼️ Submission Karya 一 (https://bit.ly/OpenSubmissionKarya2026)
🪩 Submission Talent 一 Tari • Vocal solo • Band (https://bit.ly/OpenSubmissionLomba2026)
🏆 Submission Lomba — Melukis • Fotografi • Puisi • Poster (https://bit.ly/OpenSubmissionTalent2026)
📅 Timeline
• Open Submission: 17 Maret - 9 April 2026
• Pengumuman: 12 April 2026
🎨 Pameran
17 - 19 April 2026
Pasar Jogo Agung, Kota Malang
📩 For more information and details, check the link below
🔗https://linktr.ee/TriaksarArtFair2026
Now it’s your turn to recirculate the flow 一 see you there! 💧🪄
💬Got guestion? Reach us at:
Anggita (+62 858 0481 5862)
Alvien (+62 812 4111 5420)
@triaksaraartfair
#TriaksaraArtFair2026 #Triaksara #TeknikPengairanFTUB
“Kesenian, yang secara naif sering dianggap sebagai ‘hiasan’ peradaban di masa damai, menjadi sektor pertama yang dideprioritaskan. Ketika keran pendanaan ditutup, museum-museum meredup, galeri-galeri kolektif yang bergantung pada hibah internasional mulai gulung tikar, dan narasi ‘Seni untuk Masyarakat’ mendadak berubah menjadi ‘Seni untuk Bertahan Hidup’.”
Dalam submisi Open Column kali ini, Dwiki Nugroho Mukti (@budidayabaik ) membedah kontras antara ketergantungan institusi seni Barat dengan ekosistem seni Indonesia yang—tidak sedikit—bersifat organik.
Dari praktik kolektif yang “rhizomatik” hingga etos “Bonek” di Surabaya, tulisan ini mengeksplorasi bagaimana keterbatasan justru melahirkan kemandirian.
Selengkapnya mengenai tulisan Dwiki sudah bisa dibaca melalui tautan di bio atau langsung ke readesignmagazine.com.
Mencoba ikut menjawab sebagian keresahan warga seni-senian. Dan jujur saja, keresahanku juga sih.
Tulisan #bacotsyska ini bukan bermaksud untuk menyerang, tapi untuk membuka perspektif.
Karena kadang yang kita sebut “kebijakan teknis”
ternyata adalah tembok yang tidak semua orang bisa panjat.
Kalau kamu juga pernah merasa berdiri di depan batas yang tak kamu pahami, mungkin ini juga tentangmu.
Silahkan saling berargumentasi. Barangkali tulisan ini bisa menemani sahur dan puasamu.
#kultumseni #syskalaveggie #ekosistemseni
Di tengah dunia yang terus mendesak untuk bergerak lebih cepat, The Right to Slow Down mengajak kita berhenti sejenak mengamati detail, merawat jeda, dan menimbang ulang arah gerak kita sendiri. Pameran ini berdiri di wilayah antara gegas dan lambat, antara dorongan dan kesadaran.
📍 The Right to Slow Down • Art Exhibition
🗓 24 Januari – 25 Februari 2026
🕯 Pembukaan: 24 Januari 2026 • 18.30 WIB
📌 Kammari - Galeri Tujujati • Ketintang SUB
Datanglah tanpa tergesa. beri waktu untuk tubuh, pikiran, dan karya saling menyapa!
#TheRightToSlowDown #TujujatiGaleri #Kammari #PameranSeniRupa #SlowArt #ArtExhibition #SurabayaArt #artexhibition
PEMBERI, PEMBERIAN, PENERIMA adalah karya Yohanes Todyatama, Karya ini berisi empat panel kolase digital, memetakan anugerah yang mengalir dari Pemberi (Tuhan) ke Penerima (manusia). Pusat tak kasat mata ini hadir nyata dalam hal-hal sehari-hari: makanan, perasaan, dan tantangan hidup. Segala sesuatu adalah pemberian. Pada titik personal ini, menerima berarti belajar merawat, menghidupi, dan meneruskan anugerah tersebut kembali ke lingkungan sekitar.
Karya ini dapat dinikmati hingga 17 Januari 2026 di @artoteltssuitessby , see u 👋
#indonesiacontemporaryart #ICANW #Madya #theunfixedcenter #contemporaryart
LANDSCAPE DAN GARIS adalah karya Winarno, karya ini memvisualisasikan alam sekitar melalui goresan spontan dan garis ekspresif monokrom. Variasi garis tebal dan tipis merefleksikan pengamatan visual ke dalam bahasa rupa. Goresan deformatif yang tercipta bukan sekadar representasi bentuk nyata, melainkan hasil pengalaman visual dan emosional. Dengan demikian, karya ini menghadirkan interpretasi pribadi terhadap energi dan suasana alam, melampaui sekadar rekaman wujud.
Karya ini dapat dinikmati hingga 17 Januari 2026 di @artoteltssuitessby , see u 👋
#indonesiacontemporaryart #ICANW #Madya #theunfixedcenter #contemporaryart
Manic episode adalah karya Wening Nawa ruci, karya ini secara literal bercerita tentang episode manic bagi penderita bipolar. Episode manik adalah salah satu fase dari Bipolar. Fase dimana semua hal berwarna, indah, penuh ide dan gairah. Namun Manik episode biasanya lebih singkat dari depression episode. Jadi saya menangkap momen ini dan menghadirkannya menjadi sebuah karya.
Karya ini dapat dinikmati hingga 17 Januari 2026 di @artoteltssuitessby , see u 👋
#indonesiacontemporaryart #ICANW #Madya #theunfixedcenter #contemporaryart
Victor Arul dalam pameran ini menghadirkan 3 buah karya. Ketiga karya ini; Lamunan di Rumah, Melintas dengan Tapak Kaki, dan Deretan Ambigu, menghadirkan titik pusat sebagai ruang transisi yang cair, tempat pertemuan antara, pergerakan, lamunan, dan ambiguitas. Dengan gestur yang berlapis, warna-warna yang saling bertabrakan, dan tekstur yang menonjol ke permukaan bidang.
merefleksikan kondisi kehidupan kontemporer yang dipenuhi oleh harapan-harapan dari berbagai arah: sosial, spiritual, emosional, bahkan eksistensial. Harapan-harapan ini, alih-alih menjadi sesuatu yang ringan dan memberi arah, justru menumpuk dan menciptakan tekanan serta kompleksitas. Dalam dunia yang serba cepat dan tak menentu, harapan tak lagi mengambang ringan padat, saling bertabrakan, dan menjadi medan tempur di dalam batin manusia. Penuh tumpukan simbol dan representasi yang tidak sepenuhnya bisa dikenali, karya ini mencerminkan bagaimana harapan kerap kali kehilangan bentuk aslinya dan berubah menjadi sesuatu yang abstrak namun tetap kuat terasa.
Karya ini dapat dinikmati hingga 17 Januari 2026 di @artoteltssuitessby , see u 👋
#indonesiacontemporaryart #ICANW #Madya #theunfixedcenter #contemporaryart