The best album of the year "𝗚𝗿𝗮𝘃𝗶𝘁𝘆" is now available on all Digital Streaming Platforms, Enjoy!
🎨Artwork, Typework & Layout: @askarialim
📸Photo: @ikhsantara
🎚️Mixing & Mastering: @renaldyrizzky
📍Production Support: @duakali.dua@dpsmusicstudio
#SleeperWaves #Gravity #Album
WARNA-WARNI NEON POP PUNK DALAM BALUTAN MONOKROM!
Sebuah album pop punk seru dirilis oleh Sleeper Waves, band asal Balikpapan. Album berjudul “Gravity” ini berisi 10 track yang semuanya punya warna dan vibe berbeda. Ada yang begitu fun dan catchy, tapi ada juga yang bikin mikir karena sesedih itu.
Dari segi musik, Sleeper Waves lebih mengacu ke pop punk era 2007-an. Yes, pop punk yang dikenal sebagai neon pop punk karena dulu penuh dengan estetika warna-warni. Uniknya, Sleeper Waves bukan band dengan visual yang berwarna.
Dari track pertama “Wonderland”, Sleeper Waves dah kaya mau balikin kita ke jaman keemasan band kaya All Time Low, We The Kings, Mayday Parade, dan ada sedikit sentuhan Fall Out Boy-nya. Ditambah, mereka ini punya dua vokalis yang saling bersautan.
Salah satu track favorit xmiminx adalah “Bedroom Serenade” yang tipis-tipis ngingetin xmiminx sama Mayday Parade. Gak berhenti di situ, track kaya “Gugur Bunga” membawa kita ke wajah Sleeper Waves yang lain. Lebih gelap, lebih introspektif.
Di tengah gelombang pop punk modern yang lebih mengarah ke The Story So Far atau Neck Deep, Sleeper Waves milih jalur yang berbeda. Hasilnya, sebuah album yang terasa nostalgia dan spesial. Bisa bikin semangat, bisa jadi temen bersedih.
For fans of Mayday Parade, All Time Low, Pee Wee Gaskins
#palingberisik
BALIKPAPAN PUNYA BAND EMO!
Unit emo/pop punk, Sleeper Waves baru aja merilis single berjudul “Gravity” yang punya rasa layaknya sebuah mesin waktu.
Kalo lo familiar sama band-band emo circa 2006 ke atas, pasti bakal ngeh sama pengaruh yang mereka bawa. Musik mereka pop punk yang lebih punya edge, alias lebih ganas gitu.
Walau gitu, mereka gak sampe heavy kaya easycore, tetep easy listening namun dengan energi yang seru banget. Lo kalo suka band macam Forever The Sickest Kids atau Pierce The Veil pasti masuk banget.
Chorus-nya catchy, videoklipnya proper. Kalo emo revival lagi jadi gelombang tren baru di Kalimantan, Sleeper Waves jelas bisa jadi salah satu pionirnya.
For fans of Story of The Year, Forever The Sickest Kids, Pierce The Veil
@sleeper.waves
#palingberisik
Band Pop Punk asal Balikpapan, Sleeper Waves @sleeper.waves resmi merilis album penuh perdana bertajuk Gravity pada 10 April 2026. Album yang berisi 11 lagu ini menjadi penanda perjalanan mereka sejak terbentuk pada akhir 2024, sekaligus memperlihatkan eksplorasi musik yang semakin matang di skena Pop Punk Kalimantan Timur. Gravity dibagi ke dalam empat chapter yang mengangkat cerita tentang cinta, kehilangan, pergulatan hidup, hingga proses bangkit kembali. Digawangi Achmad Reza, Adhitia Eren, Aldy, dan Asyrab Zharil, Sleeper Waves menghadirkan album yang tidak hanya menonjolkan energi khas Pop Punk, tetapi juga pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Album Gravity kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital.
#KALTIMFOLKS
Playlist Minggu Ini Pophariini
Kenalin 4 musisi ini datang dari beda-beda kota, genre mereka pun beragam.
Cerita tentang rilisannya juga bisa dicek di website Pophariini.com
Buat lo yang punya rilisan terbaru, bisa kirim langusng melalui email 📩 [email protected]
#Pophariini
PLEASE WELCOME @sleeper.waves 🙌🏼
Sleeper Waves adalah unit pop punk asal kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang terbentuk di Januari 2024. Bermula dari Reza. Ide dari Sleeper Waves adalah untuk membangkitkan semangat music pop punk lagi ke belantara musik Indonesia. Sleeper Waves terinsipisari dari band-band pop punk 2000-an seperti New Found Glory, Green Day, Blink-182, All Time Low, dll. Pada bulan Oktober, Sleeper Waves resmi beranggotakan 3 orang, dengan formasi Reza (Gitar – Vokal), Eren (Bass - Vokal), Asyrab (Gitar)
3 orang ini ingin membuat music pop punk yang tidak melulu seperti itu saja dan mempunyai ciri khas. Sampai November 2024, Sleeper Waves telah merilis 4 single dan 1 music video.
We, RIBERFEST do support our Locals.
Follow & Nyalakan notifikasi @riber.fest biar gak ketinggalan info lainnya!
#KonserMusikBalikpapan #Konser #Festival Musik
#riberfest
Record Store Day Balikpapan 2026 di @voold.bpn . Senang bisa hadir kembali di RSD 2026 ini, semoga selalu menjadi perayaan yang terbaik untuk para pelaku seni berkumpul tiap tahunnya! @oasenada.ent (03/05)
📷 @lyfirjul@nbilajahra
#SleeperWaves #SWSchedule #RecordStoreDay2026 #RecordStoreDayBalikpapan2026 #OasenadaEnt
Semua orang pernah jatuh tapi nggak semua berani bangkit lagi.
Lewat album debut “Gravity”, Sleeper Waves ngerangkum perjalanan itu jadi satu cerita utuh.
Dari jatuh cinta, patah hati, pergumulan batin sampai akhirnya pelan-pelan belajar bangkit.
Dibagi dalam beberapa fase, album ini terasa jujur dan dekat kayak perjalanan hidup yang nggak selalu indah, tapi nyata.
Dari sekadar jamming, sampai akhirnya rilis album penuh pertama.
Dan “Gravity” jadi bukti kalau semua proses itu nggak pernah sia-sia.
Menurut lo, yang bikin orang bisa bangkit lagi itu apa?
#sicsound #sounders #bedahmusics
Gravity adalah album debut Sleeper Waves yang mencoba membawa pop punk ke arah yang lebih kompleks dan dewasa, tanpa kehilangan sisi emosionalnya. Dengan kombinasi berbagai warna—dari emo sampai easycore—album ini terasa seperti perjalanan fase kehidupan yang relatable, dibalut dengan nuansa nostalgia era pop punk 2000-an. Meski masih punya catatan di aspek teknis, potensi dan arah musikalnya sudah terlihat jelas.
Ini hanya rangkuman dari review lengkapnya.
Baca ulasan penuh Sleeper Waves – Gravity di bangghulam.com
#albumreview
Sleeper Waves memperkenalkan diri lewat langkah yang cukup serius, sebuah album penuh berjudul Gravity. Di tengah situasi pop punk yang tidak lagi mendominasi arus utama, rilisan ini terasa seperti upaya untuk kembali menegaskan daya tarik genre tersebut, khususnya dari skena Kalimantan Timur.
Album ini dibangun dengan pendekatan konseptual yang membagi cerita ke dalam empat fase emosi, jatuh, patah, berjuang, dan bangkit. Struktur ini membuat Gravity terasa terarah, dengan setiap lagu berkontribusi pada narasi yang saling terhubung. Beberapa track hadir dengan pendekatan yang lebih personal, sementara lainnya memberi dorongan energi yang lebih luas, menciptakan dinamika yang cukup seimbang.
Sebagai debut, Gravity menunjukkan fondasi yang solid sekaligus membuka potensi eksplorasi lebih jauh. Sleeper Waves mungkin masih berada di tahap awal perjalanan, namun arah yang mereka pilih sudah cukup jelas: menghadirkan pop punk yang tetap relevan dengan konteks hari ini.
#poppunkindonesia #musikindonesia #albumbaru #skenalokal #rilisanbaru
“Gravity” bukan sekadar debut album, tapi semacam blueprint awal dari identitas Sleeper Waves. Berangkat dari band yang terbentuk secara organik—bahkan dari pertemanan yang awalnya cuma iseng nge-jam setelah kerja—mereka berkembang cukup cepat hingga akhirnya sampai di titik ini. Dari membawakan lagu orang lain, lalu merilis single seperti “Wonderland”, sampai akhirnya mengunci visi mereka dalam format album penuh.
Yang menarik, Sleeper Waves nggak menyusun album ini secara random. Mereka membaginya ke dalam empat bab yang cukup jelas: jatuh, patah, berjuang, dan bangkit. Struktur ini bikin “Gravity” terasa seperti perjalanan emosional yang runut, bukan sekadar kumpulan lagu pop punk. Setiap fase punya atmosfer dan dinamika sendiri, tapi tetap terikat dalam satu benang merah yang sama—tentang pengalaman hidup yang dekat dengan keseharian.
Secara konsep, “Gravity” juga berdiri sebagai refleksi tentang proses. Bukan cuma soal hubungan atau emosi personal, tapi juga tentang perjalanan band itu sendiri. Seperti yang disampaikan Achmad Reza, ada ide tentang “cahaya di tengah kekacauan” yang jadi fondasi album ini. Di titik ini, Sleeper Waves terlihat tidak ingin membatasi diri dalam pakem pop punk semata, tapi mulai membuka kemungkinan eksplorasi yang lebih luas ke depan.
#newalbum