Negara tidak runtuh oleh musuh.
ia retak setiap kali rakyatnya dipukul agar patuh.
Bukan karena kami bising, tapi karena kekuasaan alergi pada kebenaran.
Aparat berdiri seperti tembok, bukan untuk melindungi,
melainkan memisahkan penguasa dari rasa bersalah.
Di balik seragam rapi, nurani digulung,
disimpan bersama janji yang sudah kadaluarsa.
Di sini, luka diberi nama prosedur.
Tangis disebut gangguan.Dan keadilan hanya diundang jika tidak mengusik kenyamanan.
Kami tidak ingin menggulingkan apa pun.
Kami hanya ingin hidup tanpa diinjak.
Tapi rupanya, di negeri ini, berdiri sebagai rakyat sudah dianggap perlawanan.
"semoga cinta kita tumbuh setia, dalam Ridha dan restu semesta. rumah tangga kita penuh makna, di balut doa yang tak pernah reda"
@funshit____@ara.itutiara