Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan
@demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung
@ruangrupa di Hall D
@synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.
Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).
Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.
Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.
Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.