Dalam rangka 40 Tahun HIPTA, kami mengundang Anda untuk hadir dalam Pameran Lukisan *Sacred Journey*, karya Semut Prasidha.
🗓 Selasa, 3 Maret 2026
⏰ 19.30 WIB – selesai
📍 Balai Budaya
Sebuah perjalanan sakral yang dirayakan melalui kanvas dan warna.
#PameranSacredJourney #PameranSeni #PameranLukisan #BalaiBudayaJakarta
Forum Silaturahmi Keraton Nusantara bersama HSBI, HIPTA, dan ASPEN menyelenggarakan Seminar Nasional dan Pameran Lukisan dengan tema “Revitalisasi Keraton Nusantara” menampilkan karya-karya 44 pelukis dari seluruh nusantara.
📍 Gedung Antara, Jakarta Pusat
📆 24-28 April 2026
Opening:
Jumat, 24 April 2026
08:00WIB
Gd.Antara, Jakarta Pusat
Pameran Diresmikan oleh:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Terbuka untuk umum—
@fsknmedia@sekretariat.fskn@hsbi.official@himpunanpelukisjakarta@aspen_nusantara
#silaturahmi
#revitalisasi
#keraton
#nusantara
seminar
nasional
pameran
lukisan
seni
#budaya
indonesia
BETAWIE PUNYE YAHYE
– k u r a t o r i a l –
Pameran tunggal Yahya TS bertajuk “Betawie Punye Yahye” menghadirkan 13 karya yang menegaskan identitasnya sebagai pelukis Betawi tulen. Ia merayakan kampung, lenong, ondel-ondel, hingga dinamika warga kota sebagai lanskap kultural yang terus hidup dan bertransformasi.
Bahasa visualnya lugas dan ekspresif melalui simbol warna. Hijau bertabrakan dengan kuning, biru dangdut yang centil, merah merona menyala, membentuk komposisi riuh namun terukur. Warna-warna itu bukan sekadar estetika, melainkan penanda ingatan kolektif akan Betawi yang cair dan jenaka.
Dalam sejumlah karya, figur-figur tampil lugu sekaligus kritis. Di sana hadir paradoks: ‘tradisi yang tampak mapan justru bergerak dinamis’ keriangan pesta rakyat bersisian dengan realitas urban yang keras. Yahya TS mengolah simbol tanpa terjebak nostalgia.
Religiusitasnya pun mengemuka. Lukisan tentang Ka’bah (situs sakral umat Muslim) ditafsir bukan hanya sebagai citra spiritual, tetapi juga ruang kontemplasi personal. Spirit iman menyatu dengan semangat lokal, memperluas spektrum tematiknya.
“Betawie Punye Yahye” menjadi pernyataan posisi dalam ekosistem seni rupa yang kian kompetitif. Yahya TS menunjukkan bahwa akar tradisi dan keyakinan dapat menjadi fondasi estetik yang otentik sekaligus relevan.
Jakarta, 1 April 2026
—Semut Prasidha—
/p/DWDXZtql5EX/?igsh=eXVnYmtpOGkzbXMx
saya gapernah berniat jadi dukun @tempodotco kok bisa? ini pasti cocoklogi 😂🙏🏽😂
100 jutak aja ini kan murah ini, dia LUKISAN loh—BUKAN SEKADAR PAJANGAN RUANG TAMU / R.KANTOR. Paham gak bedanya?
Mau didiskonin? Bolech adjah, kita kan bukan pedagang lukisan,
feel free to send me your CALLING via direct message ya.
👌🏽😉