biasanya yang paling capek tuh bukan kehilangan seseorang, tapi harus terus pura-pura kalo semuanya masih baik-baik aja. 🙃
Perasaan itu yang dibawa Sembilan Tera (@sembilantera ) lewat mini album perdana mereka, “Sementara Itu”. Sebuah karya yang nggak mencoba terdengar sempurna, tapi justru hadir dengan rasa yang mentah, gelap, dan jujur.
Berisi 5 lagu, Luruh, Pergi, Akhir Cerita, Jujur Pada Luka, dan Sementara Itu. Mini album ini kayak suara dari orang-orang yang diem-diem lagi hancur di tengah ramainya dunia. Seluruh lagunya ditulis sama Arie Axara, EP ini ngerangkai keresahan tentang kehilangan arah, bertahan hidup, sampai rasa sepi yang sering disimpan sendiri.
dengarkan selengkapnya di DSP favorit kalian!
#MOUSAIK #MusikIndonesia
Lewat 5 lagu penuh keresahan, Sembilan Tera ngajak pendengarnya buat lebih jujur sama perasaan sendiri.
Karena kadang yang paling dibutuhin bukan jawaban, tapi tempat buat merasa dimengerti.
#newsounds #sembilantera #popasia
Sembilan Tera merilis ‘Sementara Itu’, mini album yang terlalu jujur untuk dunia yang penuh pura - pura.
Bandung, Mei 2026 - Tidak semua luka terlihat, tidak semua cerita ingin dibagikan, tapi Sembilan Tera memilih untuk tidak menyembunyikan apa pun.
Di saat banyak musik berlomba terdengar indah, Sembilan Tera Band justru datang membawa sesuatu yang mentah, gelap, dan jujur. Sebuah karya yang tidak mencoba menyenangkan semua orang, tapi justru mencari mereka yang diam-diam sedang hancur.
Bukan Band Baru. Hanya Akhirnya Berani Bicara.
Terbentuk di Bandung pada Juni 2025, Sembilan Tera lahir dari sekumpulan musisi yang terlalu lama berdiri di balik lagu orang lain.
* Arie Axara (Drummer & Songwriter)
* Aditya (Gitar)
* Ricky (Bass)
* Eza (Vokal)
* Angga (Trombone)
* Taufik (Keyboard)
Mereka pernah menjadi suara untuk orang lain. Tapi sekarang, mereka memilih untuk menjadi suara
untuk diri sendiri, meskipun itu berarti membuka luka yang belum benar-benar sembuh.
“Sementara Itu” Saat Hidup Tidak Memberi Jawaban.
Mini album perdana mereka, “Sementara Itu”, tentang fase di mana semuanya terasa menggantung.
Tidak jelas harus bertahan atau menyerah.
Tidak tahu harus percaya atau berhenti berharap.
Berisi 5 lagu:
Luruh
Pergi
Akhir Cerita
Jujur Pada Luka
Sementara Itu
Penulis : Adam Rizki
Sumber : Sabs Media
#pressrelease #PodcastSomestory
Unit alternative Bandung, Sembilan Tera hadirkan "Sementara Itu", mini album perdana yang berani membuka luka.
#sembilantera #sementaraitu #alternative
#bandbandung
Band asal Bandung, Sembilan Tera, resmi memperkenalkan mini album perdana mereka bertajuk Sementara Itu.
EP ini hadir sebagai karya yang mentah, gelap, dan penuh kejujuran, membahas fase kehidupan ketika seseorang merasa kehilangan arah, mempertanyakan harapan, hingga berusaha bertahan di tengah kehancuran batin.
Berisi lima lagu, seluruh lirik ditulis oleh Arie Axara dengan pendekatan yang intim dan dekat dengan realitas emosional banyak orang.
#Folkslokal #SembilanTera
#newrelease episode 2137 :
Sembilan Tera Releases ‘Sementara Itu,’ a Mini-Album Too Honest for a World Full of Pretenses
Not all wounds are visible, not all stories are meant to be shared, but Sembilan Tera chooses to hide nothing. At a time when so much music competes to sound beautiful, Sembilan Tera Band instead brings something raw, dark, and honest. A work that doesn’t try to please everyone, but instead seeks out those who are quietly falling apart.
Not a New Band. Just Finally Daring to Speak Up.
Formed in Bandung in June 2025, Sembilan Tera was born from a group of musicians who had spent too long standing behind other people’s songs.
Arie Axara (Drummer & Songwriter)
Aditya (Guitar)
Ricky (Bass)
Eza (Vocals)
Angga (Trombone)
Taufik (Keyboard)
They used to be the voice for others. But now, they’ve chosen to be the voice for themselves—even if that means reopening wounds that haven’t fully healed.
“Sementara Itu” When Life Offers No Answers.
Their debut mini-album, “Sementara Itu,” explores a phase where everything feels up in the air. It’s unclear whether to persevere or give up, whether to believe or stop hoping. It features 5 tracks:
• Luruh
• Pergi
• Akhir Cerita
• Jujur Pada Luka
• Sementara Itu
All songs were written by Arie Axara, weaving anxiety into lyrics that aren’t always easy to hear, because they’re too close to reality.
.
.
.
.
#newrelease #sembilantera #indonesia #2026
Adakah yang diam-diam sedang hancur guys?✌🏼
.
.
Follow @infoinmusik untuk lihat konten musik seperti ini tiap hari 😊
.
.
. 🎥 : Youtube/SembilanTera
. 🎵 : @sembilantera -Sementara Itu
.
.
#lagubaru #rilisanbaru #musikindonesia #sembilantera #laguviral
Sembilan Tera resmi merilis mini album perdana “Sementara Itu”.
Tentang fase hidup yang menggantung, ketika semuanya terasa kosong tapi kamu tetap harus terlihat baik-baik saja.
Berisi 5 lagu: Luruh, Pergi, Akhir Cerita, Jujur Pada Luka, dan Sementara Itu.
🎧 Available now di semua platform digital.
• Credit: @sembilantera
#sembilantera #jejakmusik #sementaraitu
Di tengah banyak lagu yang terdengar rapi dan indah, Sembilan Tera Band justru datang dengan sesuatu yang mentah, gelap, dan terasa nyata. Mini album “Sementara Itu” bukan tentang pura-pura kuat atau sok baik-baik aja. Tapi tentang rasa capek, kecewa, hancur, dan semua hal yang sering dipendam sendirian.
Kadang memang nggak semua luka bisa dijelasin. Nggak semua orang juga ngerti isi kepala kita. Tapi lewat “Sementara Itu,”Sembilan Tera kayak bilang kalau perasaan itu nggak harus selalu disembunyiin.
Bukan karya yang dibuat untuk menyenangkan semua orang, tapi mungkin bisa jadi tempat pulang buat mereka yang lagi merasa kehilangan arah.
Kalau kamu lagi ada di fase itu, mungkin mini album ini bakal terasa dekat banget. 🖤
#sabs #sembilantera #sementaraitu #ep
Sembilan Tera @sembilantera resmi merilis mini album perdana bertajuk “Sementara Itu”. Sebuah rilisan yang datang tanpa pretensi untuk terdengar indah, tapi justru hadir dengan kejujuran yang terasa mentah, gelap, dan dekat dengan realita banyak orang yang diam-diam sedang tidak baik-baik saja.
Mini album ini bercerita tentang fase hidup yang serba menggantung. Saat tidak ada jawaban yang benar, saat harus memilih antara bertahan atau menyerah, percaya atau berhenti berharap. Lewat lima lagu seperti “Luruh”, “Pergi”, hingga “Sementara Itu”, Sembilan Tera merangkai keresahan menjadi narasi yang mungkin tidak nyaman, tapi terasa nyata.
Seluruh lagu ditulis oleh Arie Axara, membawa pengalaman personal yang lama terpendam menjadi sesuatu yang akhirnya berani disuarakan. Berangkat dari perjalanan mereka sebagai musisi kafe yang terbiasa membawakan lagu orang lain, proses album ini menjadi titik balik, dari sekadar memainkan rasa menjadi benar-benar menghidupinya.
Terbentuk di Bandung pada Juni 2025, Sembilan Tera adalah kumpulan musisi yang akhirnya memilih untuk jujur pada diri sendiri. Dengan formasi Arie Axara, Aditya, Ricky, Eza, Angga, dan Taufik, mereka tidak mencoba menyenangkan semua orang. Mereka hanya ingin jadi suara bagi mereka yang selama ini memilih diam.
#GIGSCORNER
Kadang yang paling capek bukan kehilangan, tapi harus terus pura-pura kuat🥹
Lewat mini album “Sementara Itu”, Sembilan Tera mencoba jujur tentang rasa kosong, luka, dan semua hal yang sering dipendam sendirian❤️🩹 Mungkin nggak semua akan baik-baik aja, tapi setidaknya… kita belajar buat jujur sama diri sendiri.
#MusikAnakNegeri #MAN
SEMBILAN TERA MERILIS ‘SEMENTARA ITU’: MINI ALBUM UNTUK YANG BOSAN BERPURA-PURA
Mei 2026 menjadi saksi lahirnya “Sementara Itu”, mini album perdana dari Sembilan Tera. Berisi 5 lagu yang bercerita tentang fase hidup yang serba menggantung dan tidak pasti. Bukan untuk sekadar menghibur, tapi untuk mengajak kita berhenti berpura-pura baik saja.
.
.
More Info: @sembilantera
.
.
#SembilanTera #SementaraItu #IndieBandung #MaveMagazeIndonesia #MaveIsTheReason