Setyono Djuandi Darmono

@sddarmono

Think Big, Start Small, Move Fast
Followers
3,721
Following
54
Account Insight
Score
30.69%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
69:1
Weeks posts
Companies want workers who are ready to work, but Indonesian education is not ready?! As our founder, SD Darmono, sat face to face with Rosi from Kompas TV, he unfolded the story behind President University’s establishment. To prepare generations who are career ready. As a businessman, he highlighted a reality often left unseen. University graduates are often strong in knowledge, but lacking in practice. Thank you, Pak Darmono. For your dedication to the future generations. #presidentuniversity #presuniv #impactpresidentuniversity #Education #FutureReady
484 0
14 days ago
Pendiri President University: Anak Harus Diajarkan Cari Uang Sejak Kecil | ROSI Pendiri President University, Dr. (H.C.) Setyono Djuandi Darmono (@sddarmono ) menilai pendidikan harus mengajarkan kemampuan bertahan hidup, bukan sekadar mengejar gelar. Menurut Darmono, pendidikan seharusnya dimulai dari pembentukan kemandirian sejak usia dini. Ia menekankan pentingnya kemampuan mencari penghasilan, bahkan dari hal sederhana. Pengalaman pribadi pun menjadi contoh. Di era teknologi saat ini, Darmono menilai orientasi pendidikan harus berubah, tidak lagi berfokus pada nilai akademik semata. Ia menyoroti perubahan besar akibat kemajuan teknologi. Menurutnya, pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, melainkan juga pada peran orang tua. Namun, ia juga mengkritik pola pikir orang tua yang masih berorientasi pada gelar. Lebih jauh, Darmono mengusulkan perubahan kebijakan pendidikan secara struktural, termasuk pembatasan jumlah universitas. Ia bahkan menyampaikan usulan tegas terkait pengelolaan kampus. Selengkapnya klik link di bio. ▶️
219 1
16 days ago
Pendiri President University Bongkar Akar Masalah Pendidikan di Indonesia | ROSI Pendiri President University, Dr. (H.C.) Setyono Djuandi Darmono (@sddarmono ) menilai ada kesalahan mendasar dalam struktur pendidikan nasional. Darmono menilai, jumlah universitas di Indonesia terlalu banyak dan tidak seimbang dengan kebutuhan industri. Ia membandingkan dengan struktur pendidikan di Singapura yang dinilai lebih proporsional. Menurutnya, sistem yang ideal justru menempatkan pendidikan vokasi sebagai tulang punggung tenaga kerja. Namun di Indonesia, kondisi justru terbalik. Universitas menjamur, sementara pendidikan vokasi kurang diminati. Darmono memahami, kondisi ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial di masyarakat yang masih menganggap gelar akademik sebagai simbol keberhasilan. Fenomena ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat, tetapi juga pejabat. Karena itu, Darmono menegaskan perlunya pembenahan sistem pendidikan agar selaras dengan kebutuhan nyata. Selengkapnya klik link di bio. ▶️
452 8
16 days ago
Kunci Lulusan President University Mendunia: Magang Sejak Tahun Pertama | ROSI Pendiri President University, Dr. (H.C.) Setyono Djuandi Darmono (@sddarmono ) mengungkapkan tantangan besar dalam membangun citra kampus yang berlokasi di Cikarang, kawasan yang kerap dianggap tidak “elite”. Ia menegaskan, justru dari lingkungan industri itulah ekosistem internasional terbentuk. Model pendidikan di President University pun dirancang berbeda, dengan menekankan pengalaman langsung di dunia kerja sejak dini. Bahkan, magang dilakukan sejak tahun pertama. Menurut Darmono, pendekatan ini penting karena pengalaman langsung jauh lebih efektif dibanding sekadar teori. Ia pun menegaskan filosofi pembelajaran berbasis keterlibatan. Selengkapnya klik link di bio. ▶️
824 17
16 days ago
Kritik Tajam Dunia Kerja dari Pendiri President University: IPK Tinggi Tak Jamin Kompeten | ROSI Di tengah budaya rekrutmen yang masih mengandalkan nilai akademik, kritik tajam datang dari pendiri President University, Dr. (H.C.) Setyono Djuandi Darmono (@sddarmono ). Ia menilai, IPK tinggi bukan jaminan kesiapan kerja. Setyono Darmono mengungkapkan, banyak perusahaan masih menjadikan IPK sebagai tolok ukur utama dalam merekrut karyawan baru. Namun, pendekatan itu dinilai keliru. Menurutnya, fenomena ini bahkan bisa masuk dalam kategori tidak sadar akan ketidakmampuan diri. “Istilahnya tuh kalau mau sedikit cynical, ya, unconsciously incompetent, tidak sadar kalau masih bodoh,” katanya. Ia menjelaskan, banyak lulusan baru baru menyadari kekurangannya setelah terjun langsung ke dunia kerja. Tak hanya bicara soal kualitas SDM, Darmono juga mengungkap latar belakang berdirinya President University yang dirancang sejak krisis moneter 1997–1998. Di saat banyak pengusaha fokus menyelamatkan bisnis, ia justru mengambil langkah berbeda: berinvestasi di bidang pendidikan. Ia menilai, saat itu citra Indonesia di mata investor global sedang terpuruk. Maka, diperlukan langkah strategis untuk membangun kembali kepercayaan. Salah satunya, dengan membangun institusi pendidikan berstandar internasional. Selengkapnya klik link di bio. ▶️
684 14
16 days ago
Gagal Masuk ITB, Pendiri President University Buktikan Skill Lebih Penting dari Gelar | ROSI Gelar pendidikan tinggi kerap dianggap sebagai tolok ukur kesuksesan. Namun, pendiri President University, Setyono Djuandi Darmono (@sddarmono ) justru memiliki pengalaman berbeda. Ia bahkan pernah gagal masuk ITB. Alih-alih menyerah, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Tekstil Berdikari dan langsung terjun ke dunia industri. Pengalaman inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap pendidikan. Ia juga menyadari pentingnya kemampuan bahasa asing, meski awalnya merasa kesulitan. Namun dengan metode belajar praktis, kemampuannya meningkat pesat. Tak hanya bahasa Inggris, Darmono juga mempelajari berbagai bahasa asing lain. Bekal tersebut membawanya melamar kerja di perusahaan Inggris. Ia bahkan berani meminta gaji tinggi, kira-kiran nominalnya lima kali gaji dari lulusan perguruan tinggi ternama. Menurutnya, keberhasilan itu bukan semata karena pendidikan formal, tetapi kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Darmono menegaskan, ilmu bisa dipelajari di bangku kuliah, tetapi keterampilan harus diasah melalui praktik. Sementara karakter dibentuk melalui kebiasaan dan sikap sehari-hari. Selengkapnya klik link di bio. ▶️
20.2k 236
17 days ago
Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, selalu membawa kita pada satu refleksi: sejauh mana ilmu yang kita pelajari benar-benar ‘hidup’ di masyarakat? Pendidikan bukan hanya sebuah teori di ruang kelas, tapi harus menjadi ruang persiapan hidup yang konkret. Rosianna Silalahi mengundang Dr. H.C. Setyono Djuandi Darmono (@sddarmono ) pendiri President University. Selengkapnya saksikan dalam ROSI episode Kita Butuh Transformasi Pendidikan. Tayang kamis, 30 April 2026 pukul 20.30 WIB di @KompasTV .
479 15
18 days ago
Is the current increase of unemployment due to the lack of job opening or the lack of skilled workers? This is the time to evaluate our education system. Is it enough to tackle the need of various industries? Come and listen to what our founder, SD Darmono, has to say. Through President University, he has always tried to bridge the gap between industry needs and education. Live at: Kompas TV | Rosi Program “Kita Butuh Transformasi Pendidikan” Thursday, April 30 2026 at 20.30 WIB Is it time for us to change our education system? #KompasTV #Education #TransformingEducation
768 4
19 days ago
Have you ever gotten to know President University? How did it begin and how did it grow into the university with the largest number of international students in Indonesia? Why is English used as the medium of instruction? Where did the idea of implementing a dormitory system within the campus come from? Find the answers to all these questions directly from the Founder of President University. Setyono Djuandi Darmono, the Founder of President University and Founder & Chairman of PT Jababeka Tbk, will be featured on ROSI – Kompas TV this Thursday, April 30, 2026 at 20:30 WIB. Tune in to Kompas TV and catch him sharing his insights in a conversation you won’t want to miss! 📅 Thursday, 30 April 2026 🕢 20:30 WIB 📺 Kompas TV Set your reminder now. #PresidentUniversity #SetyonoDjuandiDarmono #ROSIKompasTV #KompasTV #Founder
1,017 8
24 days ago
PT Jababeka Tbk (IDX: KIJA), Pengembang kota mandiri berbasis industri terintegrasi, menjalin kemitraan strategis dengan China Silk Road Group Ltd untuk memperkuat kolaborasi investasi, industri, dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Kerja sama ini diwujudkan melalui pembentukan China–Indonesia Innovation & Cooperation Center, sebuah platform yang dirancang sebagai jembatan utama pengembangan bisnis lintas negara, Kamis (23/4/2026). Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian strategis yang dilakukan oleh Setyono Djuandi Darmono, Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk, bersama Lijin Yan, Chairman China Silk Road Group Ltd. Berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta Pusat, penandatanganan ini turut disaksikan oleh Al Busyra Basnur selaku Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok serta Tang Yang, Vice President China Silk Road Group Ltd. Pembentukan China–Indonesia Innovation & Cooperation Center menjadi langkah konkret dalam menghadirkan platform terintegrasi yang menghubungkan kebutuhan investasi lintas negara dengan kesiapan ekosistem industri di Indonesia. Pusat ini akan berfungsi sebagai hub kolaborasi bisnis, yang memfasilitasi ekspansi perusahaan Tiongkok ke Indonesia sekaligus membuka akses pasar Tiongkok bagi produk-produk unggulan Indonesia. Selengkapnya, klik: https://shorturl.at/4El00 atau kunjungi: realestat.id #RealEstatID #TheREID #BeritaProperti #PropertyNews #BeritaRealEstat #RealestateNews #jababeka #jababekagroup #jababekacikarang #jababekaresidence #jababekaindustrialestate
82 0
24 days ago
Lonjakan harga tanah terus terjadi, dengan laju lebih cepat dibandingkan peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam waktu sekitar 30 tahun, harga tanah di Cikarang-Bekasi dilaporkan meroket sampai 1.000 kali lipat. Demikian menurut Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Karena itulah, imbuh dia, saat ini tidak bisa lagi mengandalkan biaya hidup murah. Di tengah kondisi itu, Setyono mengatakan, pemerintah harus bisa memberikan insentif yang cukup untuk menarik investor. Dengan demikian, imbuh dia, target pertumbuhan ekonomi 8% bisa tercapai.
1,102 32
3 months ago
Meghadap Pak Ma’ruf Amin untuk mendapat petunjuk pengembangan Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata kelas dunia.
158 6
11 months ago