Hypotesa X So Fast present : Prepare yourself for an intimate night of music and stories. featuring special performances by
Sani @wahyusaniii Tay @tionovaldo Ghaluh @ghaluuhhh Lufy Violino @lufyviolino
21 August 2025 | Starts at 20.00 ’til end
Singgah Coffee & Eatery
Powered by @so.fastcreative & @satu.hypotesa
#SoFastCreative #Hypotesa #SinggahCoffee
#FactorySessions is back! 💥
Vol.002 menghadirkan @millionhope.music dan @_manhorse_ yang akan diisi dengan live performance dan bincang-bincang bareng mereka. Acara ini terbuka untuk umum, jadi kamu bisa ikut hadir dan menikmati langsung penampilan mereka.
Sampai ketemu di Geladeri Timur! 🫵
#MadefortheScene 👣
Penyanyi muda berbakat, Vionita Sihombing, kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul ‘Ahli Bermain Cinta’, sebuah lagu yang mengangkat kisah pahit tentang cinta yang ternyata tidak pernah benar-benar dimiliki. Melalui single ini, Vionita menyampaikan cerita tentang seseorang yang akhirnya menyadari bahwa dirinya bukan satu-satunya dalam hubungan, melainkan hanya ‘salah satu’ dari permaiann perasaan. ‘Ahli Bermain Cinta’ tidak berbicara tentang kepiawaian mencintai, tetapi tentang kepiawaian mempermainkan hati orang lain dan membuat seseorang merasa istimewa, padahal kenyataannya tidak. “Lagu ini adalah momen ketika kita akhirnya sadar dan memilih berhenti jadi korban,” ungkap Vionita.
Ide awal lagu ini datang dari Desmon Latif yang kemudian berkembang melalui keresahan yang dekat dengan realita di sekitar Vionita. Banyaknya cerita tentang orang-orang yang menjadi korban permainan perasaan membuat proses penulisan lagu ini terasa lebih jujur dan emosional. Dari segi nuansa, ‘Ahli Bermain Cinta’ menghadirkan spektrum emosi yang kuat dari mulai kebingungan, rasa hancur, hingga kemarahan saat menyadari kebenaran yang menyakitkan. Hal ini semakin dipertegas melalui aransemen musik yang lebih megah dibandingkan rilisan Vionita sebelumnya.
Diproduseri langsung oleh Tohpati, proses pengerjaan lagu ini menjadi pengalaman yang berkesan. Keduanya yang sebelumnya pernah bekerja sama kembali membangun chemistry yang membuat proses rekaman berjalan lebih nyaman. Melalui ‘Ingin Kumiliki’, Meiska berharap lagu ini dapat diterima oleh pendengar lintas generasi dan menjadi karya yang relevan bagi penikmat musik saat ini.
#HypotesaNews #Pressrelease
Bersiap untuk episode pertama #FactorySessions.
Menghadirkan @dearmustika dan @jetseals , sesi ini akan berlangsung pada hari Sabtu di Geladeri Timur, Fabriek Padang. Tentunya, sesi ini terbuka untuk umum!
Sampai bertemu di #FactorySession
#MadefortheScene
Kerja kolaboratif pastinya seru jika dikerjakan bareng temen2 yang punya gairah yg sama, apalagi hasil output nya bisa di rasakan manfaatnya oleh berbagai lini dalam ekosistem seni.
2026 ini bakal kita gaspol berbagai kegiatan seru , tunggu update dari kami dan siapkan karya2 terbaik kalian 🌱🌱
Selalu bikin orang auto remuk dan galau, @lufyviolino cover lagunya @ifanseventeen “Jangan Paksa Rindu”
Ngacung siapa disini yang auto inget mantan?
#IfanSeventeen
Melalui liriknya, lagu “Menuju Cahaya” merupakan lagu tentang perjalanan batin manusia, di saat dimana ia berhenti merasa menjadi pusat, dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar daripada dirinya. Lagu ini tidak berbicara tentang pencapaian, melainkan tentang pelepasan; bukan tentang menjadi benar, tetapi tentang belajar untuk tunduk dan jujur pada diri sendiri. Inspirasi utama lagu ini berangkat dari konsep Tazkiyatun Nafs, yaitu proses pemurnian jiwa. Gagasan ini selaras dengan pesan Al-Qur’an dalam Surat Asy-Syams (91) ayat 9-10 dan Surat Al- A‘la (87) ayat 14, yang sama-sama menegaskan bahwa keberuntungan sejati bukan datang dari pengakuan luar, melainkan dari keberanian membersihkan batin. Pengertian “Cahaya” dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan personal atau pencerahan instan. Cahaya adalah tujuan, sebagai sesuatu yang didekati, bukan dimiliki. Pemaknaan ini terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35, sehingga liriknya tidak menonjolkan ego, melainkan menekankan proses melakukan suatu perjalanan: melangkah tanpa nama, tanpa beban untuk dipuja.
Secara musikal dan lirik, “Menuju Cahaya” disusun dengan pendekatan minimalis dan repetitif. Pengulangan lirik berfungsi seperti doa, yang diucapkan perlahan dan reflektif, menggambarkan bahwa pemurnian diri bukan peristiwa yang instan sekali selesai, melainkan proses yang harus dijalani terus-menerus. Pada akhirnya, “Menuju Cahaya” bukan lagu dakwah dan bukan pernyataan religius yang demonstratif. Lagu ini merupakan ruang perenungan: tentang manusia yang menyadari keterbatasannya, melepaskan pembenaran diri, dan tetap memilih untuk berjalan perlahan namun jujur menuju Cahaya. #Hypotesa #Marcel
Kolaborasi dengan Natasya Elvira menjadi elemen penting dalam lagu ini. Selain sebagai vokalis, Natasya juga bertindak sebagai penulis lagu dan project manager, terlibat sejak tahap paling awal. Sosoknya yang masih terbilang muda cocok untuk menyampaikan pesan pendewasaan hidup dengan cara yang terasa dekat dan relevan bagi generasinya, lebih sebagai obrolan antar teman, bukan nasihat yang menggurui. Vokal vintage-nya memperkuat karakter kontemplatif lagu ini. “Syakara” bukan lagu religi, melainkan lagu reflektif yang inklusif. Lagu ini ditujukan untuk didengarkan dalam keseharian : saat menyetir, berjalan kaki, naik transportasi umum, atau melakukan rutinitas. Dengan nada yang cerah dan lirik yang lugas, “Syakara” mengajak pendengarnya untuk sing away their problems alias melepaskan keresahan melalui nyanyian.
Artwork lagu ini menampilkan figur yang tertawa, sebuah visual yang merepresentasikan gagasan utama “Syakara”: di balik senyum, setiap orang mungkin sedang memikul masalahnya masing-masing. Namun dengan bersyukur dan menerima, beban itu bisa terasa lebih ringan, karena badai pasti berlalu. “Syakara” juga menjadi bagian dari rangkaian menuju EP “Ulangan”, yang dijadwalkan rilis dua bulan setelahnya. Melalui “Syakara”, Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana : agar pendengarnya terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-hari, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur kembali menemukan tempatnya.
#Syakara #Hypotesa #PresRelease
Single ‘Tulang Punggung’ ditulis dan digarap langsung oleh Fiersa sebagai refleksi tentang sosok-sosok yang bekerja tanpa lelah demi keluarga. Lagu ini seakan jadi pengingat akan kerasnya perjuangan mereka yang banting tulang setiap hari, menghadapi realita hidup yang tak sellau ramah, namun tetap memilih untuk bertahan dan tidak menyerah. Lewat sentuhan lirik yang jujur dan membumi, Fiersa Besari kembali hadirkan narasi yang dekat dengan keseharian banyak orang.