[29/30]
Barangkali kamu mulai lelah berjuang sendirian pada lingkungan yang kurang mendukung.
Barangkali kamu terbesit untuk berubah saja, menyesuaikan teman-teman.
Kamu mulai merubah standar, mulai longgar dari aturan.
Tapi kamu masih percaya ga pertolongan Allah itu suka ngga disangka-sangka?
Kalau anak ingusan ini aja dalam permasalahan kecil dan dengan do'a yang asal-asalan, tetap ditolong; apalagi kamu yang mati-matian bertahan.
Percaya bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berbuat baik, bertaqwa, menjalankan syari'at.
Membangun kepercayaan memang tidak mudah. Tapi, siapa lagi si yang bisa kamu percaya di dunia ini selain Allah?
Yang Allah tawarkan adalah Surga. Ingat2 itu saja.
@qolamuna.official
#literasisobsol#qolamunabercerita
Maaf ini harusnya buat hari Rabu yang lalu, tapi anaknya sakit gegara sok2an seblak level 4 😣🙏🏻
Salam literasi! Aku tau banyak banget tulisannya, tapi semoga dapat manfaatnya.
Baarakallaahufiikum🍃
[28/30]
Duh, siapakah hamba yang tak berbunga-bunga ketika keinginannya dikabulkan oleh Sang Pencipta.
Ketika rasanya sudah mau rubuh, tidak ada harapan, terdesak oleh keadaan, dan segala hal buruk lainnya yang datang tanpa permisi, tanpa diprediksi.
Kisah ini nyata terjadi. Namun ia hanya contoh kecil dari ujian kegoncangan iman yang kian menghantui.
Kamu bisa kias kan sendiri. Betapa baik cara Allah menolong hamba-hambaNya yang lemah dan ringkih.
Masih ada satu pertanyaan yang keputar terus-menerus di kepala; ”dari banyaknya orang saat itu, kenapa cuma aku?”.
In video: Syaikh Othmaan Al-Khamees.
(ini video buat clue besok, ahah) Insyaa Allah.
@qolamuna.official
#qolamunabercerita#literasisobsol
[27/30]
Karena, bukan tanpa sebab Allah menciptakan hamba-hambaNya dengan kondisi, potensi, bakat, dan bentuk yang berbeda.
Dalam perbedaan itu, terdapat nikmat yang berbeda juga.
Ternyata kita tak perlu terlalu keras menginginkan apa yang orang lain punya, hingga kita terjebak dalam perasaan 'kurang' hanya karena kita tak punya nikmat yang sama.
Cukup berikan keseimbangan. Cukup dengan porsinya saja.
#qolamunabercerita#literasisobsol
[26/30]
Pernah diposisi takut kehilangan segalanya, takut tidak punya pertemuan kembali, takut hari-hari ini hanya sebatas kenangan.
Ya, itu saat kami merasakan sedih karena sebentar lagi lulus. Sedih karena beliau guru yang paling jauh, beliau dari negara yang berbeda dengan kami, sampai kami bingung, bagaimana cara agar bisa bertemu sapa kembali.
Meski begitu, beliau lah yang justru dekat sekali dengan kami. Begitu dekat, begitu menenangkan berada di sampingnya. Ya, tenang bukan hanya senang.
Pesan beliau saat kami mulai terisak, hanya tetap berdo'a. Berdo'a lah kepada Allah ketika kalian merasa rindu. Berdo'a lah kebaikan untuk orang yang kalian rindui itu.
Semoga, kalau tidak disini, di Surga lah tempat bertemu, berkumpul, bercengkrama kembali.
Lalu, beberapa waktu aku membaca kutipan, sungguh dalam.
Benar. Jangan lupakan do'a untuk orang-orang yang kita sayangi, jika kita benar-benar menyayangi mereka.
Orang tua, guru, teman, kerabat, dan umat muslim secara umum. 🌷
#qolamunabercerita#literasisobsol
[25/30]
Sebelumnya maaf karena slidenya berantakan, wkwk.
Ceritanya, Juni tahun lalu, isinya nostalgia. Kembali menyentuh barang paling berharga pada masanya. Barang jadul tapi di tangan yang tepat, malah beragam fungsinya.
Yap, telepon kamar. Anak-anak yang pernah tinggal di ”goa” pasti tidak asing. Benda itu menjadi benda yang paling ditunggu Sabtu dan Minggu.
Selain buat menelpon orang tua, benda ini juga kita gunakan untuk "push rank” permainan bata, di tengah kegelapan malam.
Sebut saja, benda itu adalah sumber bahagia, walaupun sederhana.
Karena hanya dengan benda itulah satu-satunya cara untuk mendengar kabar keluarga, dengan waktu yang terbatas karena harus bergantian.
Setelah keluar ”goa” dan terlepas dari ikatan, kemudian menggunakan gawai yang layak sama seperti pada umumnya. Sayang sekali, beberapa orang merasa tak sempat berkabar, malas, dan hal lainnya.
Syukur. Harusnya itu yang kita perdalam. Realisasikan syukur itu dengan pengamalan.
Dahulu kita anggap dia surga, walau penuh keterbatasan.
Kita sudah lebih bebas, bicaralah dengan orang tua lebih lama.
Itu saja.
#literasisobsol#qolamunabercerita
[24/30]
Random. Akhir-akhir ini sering melihat karya orang lain dalam berbagai bidangnya.
Auto bergumam, wah ternyata banyak juga ya peminatnya? wah berarti semua orang bisa keren ga sih? wah kayak gini tuh pasti banyak yang dikorbankan sampai bisa di titik yang sekarang.
Dan berbagai ’wah wah’ lain.
Lucu memang, ternyata kita punya tempat bersinarnya masing-masing, tapi kita cuma bisa membanding-bandingkan diri.
Dari sini kita paham, bahwa kemauan itu perlu, setelah itu eksekusi.
Tanpa melupakan tujuan yang tinggi, yang abadi.
#literasisobsol
#qolamunabercerita
[23/30]
Tidak ada yang tidak sakit.
Tidak ada yang tidak gerah.
Tidak ada yang tidak muak.
Barangkali kita yang sudah mulai putus asa.
Kita sudah mulai bosan.
Kita mulai tidak kuat.
Tapi ibarat kata ”tunggu aja tanggal maennya, pantengin.”
Maka, tetaplah bangun kepercayaan, bangun keimanan.
Allah tidak pernah berdusta.
Kita masih menunggu, ini juga soal waktu.
Tetap berbaik sangka kepada-Nya.
Kita mungkin terburu-buru, tapi Allah Maha Tahu.
Mereka yang dzalim itu pasti dibalas, meski tidak disini, di pengadilan akhirat akan berlipat-lipat.
#qolamunabercerita #literasisobsol
[22/30]
Ketika hidangan malam itu sudah disajikan, kami mendengar anak tetangga yang entah sejak kapan berdiri di depan pintu rumahnya, seraya menyambut kehadiran ayah dengan tepukan tangan, berteriak riang dengan penuh kebahagiaan.
Wah, ternyata tidak berubah, ya? Nyatanya, sambutan itu tidak habis ditelan zaman, hanya saja kita yang sudah berubah, kita tidak lagi melakukannya. Itu saja.
Dahulu kita juga senang sekali menunggu kedatangan ibu dan bapak ketika pulang kerja. Menunggu pelukan, menunggu waktu untuk akhirnya bisa bercerita dan bercanda.
Semua orang memang punya zamannya.
Tapi untuk hal yang satu ini, bukan kah kita tetap anak ayah dan ibu?
Tetaplah seperti itu. Menjadi anak yang manis, anak yang patuh, anak yang mudah tersenyum kepada kedua orang tua, serta selalu berdo'a untuk kebaikan keduanya.
Dewasa boleh, tapi jangan sampai lupa tempat pulang ;)
Sampai kapanpun, kita anak mereka. Maka, berlaku baiklah kepada keduanya, sebelum salah satu atau keduanya tiada.
#literasisobsol #qolamunabercerita
[21/30]
Kelas 8 SMP, itulah kali pertama aku mengenal kalimat ”stay hungry, stay foolish” –steve jobs, yang dilontarkan oleh guruku.
Aku mengingatnya betul, tapi belum banyak yang aku sadari dari kalimat tersebut saat itu.
Semakin kesini, kita semakin tahu bahwa kita masih belum cukup ilmu. Kita tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang sedikit. Dan kita pernah pantas untuk sombong walau dengan secuil dari apa yang kita punya.
Untuk itu, sejatinya kita adalah pembelajar ulung.
Kita belajar lagi, belajar lagi, belajar lagi. Sampai kita paham bahwa ilmu itu luasnya melebihi luas samudera, lalu kita tersadar, kita hanya berada di tepian.
Dan ilmu yang paling berhak diperjuangkan, adalah ilmu yang mengantarkan kita ke Surga-Nya.
Mari tetap mengosongkan gelas🤝🏻
@qolamuna.official
#literasisobsol
#qolamunabercerita
[20/30]
Pada bulan Juli dua tahun yang lalu. Sepulang dari Blok-M di hari Sabtu, malam Minggu. Menaiki bus Transjakarta yang sudah pasti tidak kebagian bangku.
Kemudian bus itu melaju endat-endatan di tengah kemacetan. Tangan-tangan bergelantungan. Tubuh-tubuh berdesakan. Pundak-pundak dipenuhi barang bawaan. Dan sepasang mata yang yang tengah fokus melihat lampu jalanan, tiba-tiba terpalingkan.
Dilihatnya seorang ibu dan anak kecil menaiki bus dengan tertatih. Tubuh mereka terlihat letih.
Malam itu sudah hampir larut, kira-kira pukul sepuluh. Namun tidak terdengar dari mereka kalimat aduh.
Pada tangan anak kecil itu tergenggam sebuah box kosong yang biasa dipakai untuk berjualan donat dipinggiran jalan. Mungkin sejak pagi sudah ia tawar-tawarkan, dengan harapan dagangannya habis terjualkan. Agar ketika malam tiba; mata lelah itu bisa dengan tenang dipejamkan.
Kehidupan ibukota memang seringkali menjadi sorotan. Kadangkala terdengar penuh kemewahan. Kadangkala berbanding terbalik dengan apa yang orang-orang bicarakan.
Tapi biasa saja, Jakarta tetaplah Jakarta, meski kamu memujinya ataupun menghujatnya. Jakarta tetap menjadi tempat yang layak mendapat cinta meski sederhana.
Dan, yang terpenting dari tempat keberadaan kita, adalah bagaimana kita mensyukurinya.
#qolamunabercerita#literasisobsol
@qolamuna.official
[19/30]
—Sebuah tips and trik—
Umur dari chat itu kira-kira dua tahun. Ya, dua tahun yang lalu, ketika itu kami sedang berjuang, perjuangan yang tidak tahu apakah kami berhasil, atau malah berujung nihil.
Pada masa perjuangan itu, kawan kami mengirimi pesan. Pesan yang menjadi pegangan.
Pesan untuk jujur kepada Allah.
Dan, benar. Allah pun ’jujur’ kepada kami.
Dua tahun berlalu, kami berjuang lagi. Memasuki level yang lebih tinggi.
Lalu teringat pesan yang sama. Dan berakhir sama, Allah tidak pernah sedikitpun mengecewakan harapan hamba-Nya.
Begitulah ternyata hidup yang berprinsip. Hidup dengan tenang, jauh dari bayang-bayang ilusi yang belum tentu terjadi.
Punya keyakinan dan menaruh harapan hanya kepada Allah yang Maha Kuasa.
Jangan pernah bosan berbaik sangka kepada-Nya.
Rabb kita semua.
#qolamunabercerita #literasisobsol