Tanpa 66liveinconcert, tidak akan ada 66soundeastfestival. Tanpa rasa kehilangan dan luka, mungkin ego besar ini takkan lahir.
Tanpa Pats, ide tentang “Wild West” dan “Route 66” mungkin hanya akan jadi kata-kata yang berlalu. Narasi itu takkan mengalir bebas, dan mimpi menghadirkan festival pertama di kota sendiri mungkin tetap jadi angan. Inilah titik awal segalanya.
Tanpa Yoman dan Apping, visual epik yang kalian lihat mungkin takkan lahir. Yoman dengan 3D dan wawasannya, Apping dengan Photoshop dan layer-layer gila—semuanya menyatu jadi karya yang siap ditampilkan.
Tanpa Mika, hal-hal kecil hingga besar mungkin berantakan. Mika yang jarang terlihat, tapi berpengaruh sangat penting di 66soundeastfestival.
Tanpa Tyo yang tak pernah lari dan marah meski sering dimarahi dan selalu ditekan karena ketakutan salahnya.
Tanpa Oi, banyak hal titik-titik kecil yang dia selalu ingatkan—yang kadang saya tidak lihat—yang Oi selalu ingat dan catatkan.
Tanpa Fitri (dan Ifa, Winda, Naura, Ulva), manajemen artis dan juga ticketing tidak akan berjalan lancar, dan seluruh tim volunteer dan tim lainnya. Luar biasa.
Tanpa Kak Adnan, masalah besar yang luput dari pandangan bisa jadi penyesalan hari ini. Atas bantuan beliau, semuanya bisa teratasi.
Tanpa Dayat yang paling terakhir bergabung dengan tim 66, walau awalnya datang dengan semua drama-dramanya, tak apa. Karena tanpa dia juga, kita semua tidak akan bisa menyukseskan 66.
Lalu di H-5, kami dengan rendah hati mengikuti dinamika di luar kendali kami—memutuskan pindah lokasi. Banyak yang kecewa, menyalahkan, merendahkan. Tapi berkat hati yang teguh, mental kuat, dan tim yang solid—venue boleh berubah, rencana boleh berputar, tapi tujuan tetap sama.
Tanpa kerja keras Ade, Eca, dan Fitrah, venue baru yang semula dipandang sebelah mata—disebut becek, seperti lokasi kampanye—takkan bisa disulap menjadi tempat yang layak dan akhirnya dicintai banyak orang.
Terima kasih , untuk setiap tangan yang terulur, terima kasih untuk setiap nama yang mungkin luput dari ingatan saya, terima kasih juga untuk setiap kelompok yang tidak sempat saya sebutkan satu per satu. Saya ucapkan terima kasih, terima kasih, terima kasih.