SimpaSio

@ruangsimpasio

Account Insight
Score
30.25%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
4:1
Weeks posts
Nama adalah identitas. Semenjak 2016, kami mulai melakukan kegiatan dengan nama SimpaSio Institute. Nama ini hadir bukan tanpa sebab. Kami ingin agar apa yang dapat kami berikan dapat menjadi sebuah pelajaran bagi siapapun yang menerimanya dan juga merupakan nyawa dari kegiatan pengarsipan yang kami lakukan selama ini. Semenjak itu, SimpaSio Institute menjadi nama yang sangat lekat, nyawa dari berbagai daya dan upaya yang kami lakukan selama ini. Dari yang awalnya merupakan nama yang asing, SimpaSio Institute kini menjadi nama yang melekat bagi banyak orang dan identitas yang kami bawa kemanapun. Dalam perjalanan waktu ternyata perubahan selalu ada. Seperti hewan yang perlu berganti kulit untuk memasuki musim yang baru, baju yang harus diganti ketika cuaca berubah kami pun memutuskan untuk mengganti identitas yang sudah kami gunakan selama ini. Atas banyak pertimbangan, kami akhirnya tidak lagi menggunakan nama SimpaSio Institute. Kini secara resmi kami berganti nama sebagai RUANG SIMPASIO. Nama boleh berubah, identitas boleh berganti, namun nyawa SimpaSio tetap menjadi bagian dari kami. Selamat datang di era baru #RUANGSIMPASIO
0 16
1 year ago
SIMPASIO CARI TEMAN BARU ! Ada yang mau berbagi ide kreatif sekaligus kontribusi untuk Lewotana ? Ruang SimpaSio lagi buka pintu lebar-lebar buat tetema yang mau gabung jadi tim kreatif. Di SimpaSio torang kerja kolektif sambil belajar merawat sejarah, seni, dan budaya Flores Timur dengan cara yang seru dan menyenangkan. Terada kaku - kaku, karena torang cari “teman baru” untuk belajar sama - sama. Kenapa harus bergabung ? Tetema akan dapat : ✅ Sertifikat & Rekomendasi : Untuk memperkuat portofolio ✅ Upgrade Skill: Belajar riset, kuliner, sampai konten kreatif. ✅ Networking: Kenalan dengan orang-orang kreatif dan komunitas keren . ✅ Pengalaman: Terlibat langsung di program - program kolektif ✅ Vibe Belajar : Lingkungan kolektif yang suportif 📅 Catat tanggalnya: Pendaftaran: s/d 24 Mei 2026 Seleksi Berkas: 25 - 30 Mei 2026 Interview & Kenalan: 1 Juni 2026 Gas daftar di sini: 🔗 https://bit.ly/4nCjgmO Jangan lupa siapkan portofolio atau karya terbaik e. Mari gabung bersama torang di Ruang SimpaSio! #kolektif #simpasio #larantuka #florestimur #openrecruitmentvolunteer
0 6
1 day ago
Penasaran bulan ini bahas apa di Cerita Mo Bapa ? Yes ! Tentang masyarakat Multikultur dan pesan toleransinya. Mari simak biar adem dan tercerahkan. #simpasio #larantuka #multikutur #toleransi #florestimur
0 1
6 days ago
Teman - teman yang mau mengenal lebih dekat dengan Keluarga Lamaholot, bisa baca buku ini di Ruang SimpaSio. #buku #simpasio #larantuka #florestimur #lamaholot
0 0
12 days ago
"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang. Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa. @gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah. Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua , @_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama. Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai. #simpasio #kolektfif #gudskulstudikolektif
0 3
14 days ago
Perjumpaan Kolektif: Menenun Rasa di Satu Kuali Filosofi “Ikan di laut, asam di darat yang bertemu dalam satu kuali” bukan sekadar pepatah bagi SimpaSio. Ia adalah metafora hidup ketika menjadi bagian dari @gudskulstudikolektif batch #6 . Teh Ta Ambas Mino Sibawa di Mari, sebuah simfoni lima bahasa daerah (Sasak, Asmat, Larantuka, Bugis, dan Betawi), Sixpack mengundang semua untuk makan dan minum bersama, merayakan kebiasaan kami di GudKitchen ke dalam ruang yang lebih luas. Ungkapan ini sesungguhnya adalah spirit kerja multipihak; sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang dari @gudskul , Ruang SimpaSio, @_makmurdjaja , @mediapasirputih , @indonesiaartmovement , dan @riwanua diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama berbagi sumber daya. Perjalanan di Makassar terasa begitu cair, dimulai dari pintu rumah Riwanua yang terbuka lebar menyambut kami dengan deretan jajanan manis, mie titi, hingga coto. Di sana, di antara aroma Coto Makassar yang mengepul, kami duduk melingkar berbagi asa dan rasa, hingga dinamika kolektif yang sering kali naik turun. Obrolan itu mengalir hingga ke @celebes_vintage_gallery , di mana barang-barang antik berbisik tentang sejarah, hingga ke langkah kaki kami di Benteng Rotterdam bersama Riwanua. Bertemu kawan - kawan di @katakerja , @antropos.id , @sindikatotakplastik hingga manisnya pisang epe di Losari selalu punya cara untuk menghadiahkan semangat dengan cerita-cerita baru tentang masa depan. Menembus ruang waktu di Leang-Leang, kami sadar bahwa hidup bersama dan berkolektif bukanlah sekadar tren masa kini, melainkan fitrah manusia yang kita jemput kembali dari akar peradaban. Perjumpaan - perjumpaan bermakna selama dua tahun di @gudskulstudikolektif bukan sekadar program atau rekan kerja; ia adalah kakak yang hangat, teman baik, dan rumah ramai yang selalu menjadi tempat pulang. Meski setiap program memiliki batas akhir, kami pulang dengan janji tak tertulis untuk tidak saling meninggalkan dan terus berbagi dalam setiap rencana baik ke depan. #simpasio #makassar #gudskulstudikolektif
0 4
21 days ago
PANEN MAKASSAR Sabtu, 18 April 2026 15:00 - selesai di Riwanua Kompleks Perumahan Dosen Unhas, Tamalanrea, Blok H14 Makassar, Sulawesi Selatan. Program Gudskul Studi Kolektif batch#6 yang berlangsung dua tahun (September 2024-April 2026) memasuki tahap akhir. Lima kolektif peserta batch#6 ini antara lain: Riwanua, Makassar; Ruang SimpaSio, Larantuka; Makmur Djaja, Jakarta; Indonesia Art Movement, Jayapura; dan Pasir Putih, Lombok, berkumpul di Makassar dan menggelar Panen Makassar dengan berbagai kegiatan, antara lain: workshop mural kolaboratif santai, pemutaran Dokumentasi Alam dan Budaya: Menggali Kebudayaan Pangan Flores Timur karya kolaborasi Bakudapan Food Study Group dan Ruang Simpasio, dan aktivasi dapur Riwanua dengan Masak-Masak Asyik (MMA) x Konspirasi Bakar-Bakar Ikan (KBBI). Kami mengajak kerabat sekalian untuk bergabung, bercengkrama lalu makan malam bersama. #makassar #riwanua #gudskulstudikolektif
175 2
29 days ago
TAMBELARINARO (mixtape) OUT NOW !! . Written & Composer by. Outsiderbxck & Nvro Permform by. @irama.ilemandiri Prod by. ​cangkerzdjockz Pilot Drone by. ​⁠LookStudio Direct Video By.Insom Visual & Larantuka Inside Editor by. Insom Visual Support by. ​Insom Visual Larantuka, ​⁠ Ruang Simpasio . . Spesial Thanks to : Tuandeo , Lewotana , Orang Tua , Kaka Joy koten , Nar Botor , Neo RD , Eda Tukan, Tomi Riberu, Rius Werang dan semua ade-ade Irima : Maria Puella Jessica,Anastasia Eva L. Lewoema, Siblina Aretha H. E. Tukan, Audry B. Chaviva Hotan , Theresia C. Naviera Turadoken ,Joseph Leonel Mautuka ,Ferdinandus Bernadino A. Lewolia ,Georgio Aloysius Lamawuran Renata Maria E. Wona ,Yuliana Helana E. Hape , Maria Andini P. Fernandez , Antonius Fernandez , Aloysius Gratio Santus , Theresia D. Queen Koten Vincentia Letek Kewaola , Florentine Antania sila , Maria Palang L. Turadoken Trinitas Anna Maria Ina Tokan , Otniel Martin renan Lein , Margaretha E. Dua Lehan , Lukas L. Salvator Diaz , Yohana Delong Diaz, Gratia Dominiqe Lamawuran Hendrika Adinda P. Fernandez, Jelita V. Putri Pratama , Maria Claudia N. Sabon Yuliana Yeni Tukan , Muhammad Dzaki Alhusni , Maria Galadysa Carvallo Puella Josephine Muda Tlupun , Katharina Antonia Riberu , Theresia Dona Agnes Niron , Rosalia Siba Ina , Dinda Pricila Mele Hokeng , Maria Quen Payong
7,659 68
1 month ago
Cerita Mo Bapa kali ini adalah bagian dari pergumulan orang - orang yang memilih tetap merantau atau pulang kampung. Tentang pilihan - pilihan yang ternyata tidak semua datang dari suara hati tapi sistem di masyarakat yang barangkali tidak kita sadari. Hari Minggu jadi reflektif sambil rebahan, boleh juga nih. #simpasio #larantuka #florestimur #pulangkampung
0 8
1 month ago
Seru senang di SimpaSio sore ini biar semangat kembali ke sekolah setelah libur panjang. #sahabatsimpasio
0 0
1 month ago
Prosesi Semana Santa di Larantuka Flores Timur. Buku ini ditulis oleh Felix Fernandez, Yakob Riberu, dan Johan Suban Tukan. Buku ini berisi tentang promesa, kapela dan tori, armida, juga doa - doa dan nyanyian orang Larantuka Katolik tertua di abad ke XV dan masih ada sampai hari ini. #buku #simpasio #larantuka #florestimur #semanasanta
0 0
1 month ago
Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama. Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi? Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan. Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama. Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka. #simpasio #larantuka #florestimur #semanasanta #materdolorosa
0 7
1 month ago