Sejak line up diumumkan, tersirat jelas jika Aiofest memang didapuk jadi ajang menyatukan lintas generasi. Kolektif pendatang, hingga yang matang melebur dan membaur di atas stage. Di luar panggung? Tentunya mulai setelan pulang ngantor sampai wajah scenester pun hadir.
Seperti kata
@brunobauer.post , “Tumpukan invoice dan kwitansi. Jumat selesai, senin pagi mulai lagi,” anthem penyambut weekend bagi kaum pekerja. Beda cerita bagi kaum muda-mudi, harum parfum sambil bermesraan diiringi “We’re on a Date!” milik all-female band Sidoarjo,
@_.drizzly . Kontras memang, namun semua tampak menikmati!
Oya,
@irisbevy pun turut memikat kala unit indie-pop Bandung itu pamer debut albumnya, Avesta. Belum lagi gelombang dark-wave hingga shoegaze dari
@shrinemusic_ ,
@mmmarkosbaby juga
@intodoust . Musiknya mengajak merenung sembari meratapi weekend yang sebenernya tidak lama lagi usai.
Para veteran skena pun turut ambil alih. Khususnya
@cherbomb.official , salah satu ikon indie 2000an ini datang lagi ke Surabaya setelah 1 dekade. Lalu
@sebelahmata_erk yang menyerukan “Semua bisa di Munir-kan”, atau
@polyester_embassy yang penuh eksperimental di tiap riff-nya.
Finally, gelaran selama 2 hari pun ditutup oleh
@grrrlgang . Circle pit berubah jadi girls pit; penanda jika gelaran dua hari Aiofest sukses jadi ruang aman bersama.
Foto:
@adpenwicaksono
Teks:
@rafikayhy &
@kemaragumilang
#ronascent #aiofest #aiola #surabaya #musicfestival #efekrumahkaca #penerka #grrrlgang #cherrybombshell #polyesterembassy