Bagaimana bisa bebas kalau masih rentan?
Ketika media bergantung pada iklan, ketika jurnalis hidup dalam ketidakpastian kerja, dan ketika pemilik media harus berhitung dengan kepentingan bisnis lain. Kebebasan itu pelan-pelan menyempit.
Menjaga jurnalisme tetap independen bukan cuma tugas redaksi, tapi juga publik. Kalau kita ingin pers tetap berpihak pada kebenaran, kamu perlu ikut menopangnya.
Dukung kerja jurnalisme publik dengan menjadi Kawan M. Ketik “Berkawan” di komen komentar untuk mendapatkan penawaran spesial.
#5TahunProjectMultatuli #JurnalismePublik
#KawanM #YaAkuBakalDibaca
Pers sering disebut pilar demokrasi. Sayangnya, kini pers di Indonesia menghadapi berbagai ancaman. Mulai dari tekanan penguasa, tekanan bisnis, ancaman terhadap jurnalis, hingga swasensor.
Bagaimana jadinya demokrasi bila salah satu pilarnya dalam kondisi terancam?
Laporan pertama dari serial reportase bertema “Dead Press Society” ini mengisahkan teror kepala babi ke kantor Tempo, hingga bagaimana dapur redaksi menyiapkan diri menghadapi pemerintahan sekarang.
Serial ini mengajakmu menyelami bagaimana ancaman dan pembungkaman atas kebebasan pers di era Prabowo-Gibran semakin masuk ke ruang redaksi. Baca selengkapnya di projectmultatuli.org
#DeadPressSociety #KebebasanPers #Jurnalis #5TahunProjectMultatuli #YaAkuBakalDibaca
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatur ketat arus informasi istana.
Mulai dari meminta wartawan memberitakan yang baik-baik saja, hingga menelpon manajemen dan petinggi media saat tidak suka dengan isi pemberitaan.
Ia juga menutup rapat agenda presiden untuk wartawan yang ngepos di Istana, tradisi yang sangat berbeda dari pemerintahan Jokowi sebelumnya. Ruang pers istana juga kerap diinterupsi olehnya, disetel untuk menjaga mood presiden.
Episode kedua dari serial Dead Press Society kali ini memberikan gambaran bagaimana pers ditekan dengan berbagai cara. Dari pemberitaan tentang bencana Sumatra, MBG, hingga seleksi informasi di lingkungan istana.
Pers dibolehkan mengkritik tapi kritik harus konstruktif, tidak mengganggu stabilitas. Bahkan tak ragu untuk menegur langsung pimpinan media jika beritanya tak disukai istana.
Situasi pers saat ini mengingatkan pada doktrin “Pers Pancasila” di era Orde Baru.
Baca laporan selengkapnya di projectmultatuli.org
📷: Setkab, Mafa Yulia Ramadhani, M Fadjroel Rachman, Setpres
#TeddyIndraWijaya #DeadPressSociety #YaAkuBakalDibaca
📣 Introducing Following the Fumes—our latest cross-border investigation into air pollution across Asia🗞️💨👇
With support from EJN, and additional support from @PulitzerCenter , seven outlets—@MekongEye , @Dunia , @prachatai_ig , @drilledmedia , @ProjectMultatuli , @live_science and @pcijdotorg —have spent months uncovering how energy policies, global supply chains and weak regulation are fueling a borderless crisis, and the communities bearing the heaviest burden.
In Thailand, journalist Kannikar Petchkaew investigates the air quality impacts of the country’s biomass boom, revealing how “clean energy” narratives may be shielding the industry from scrutiny.
👀 Read her report—and more from #FollowingTheFumes (link in bio).
#AirPollution #PublicHealth #CollaborativeReporting #CleanAir #Thailand #Asia #InvestigativeJournalism #CrossBorderReporting
Mikroplastik tak lagi hanya mengotori laut dan sungai. Ia kini ditemukan dalam darah, urine, feses, sperma, bahkan air ketuban.
Partikel yang lebih tipis dari sehelai rambut itu masuk ke tubuh kita lewat udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, hingga kemasan yang kita gunakan setiap hari.
Indonesia bukan hanya menghasilkan jutaan ton sampah plastik setiap tahun tetapi juga masih mengimpor sampah plastik hingga pakaian bekas. Begitu juga produksi pakaian sintetis dalam skala besar yang masih tinggi.
Di sisi lain, kemampuan daur ulang masih rendah. Begitu juga regulasi pengelolaan sampah plastik dan tanggung jawab produsen.
Liputan ini adalah kolaborasi lintas-negara Asia Pasifik bertajuk “Following the Fumes” yang didukung Earth Journalism Network.
Baca selengkapnya di projectmultatuli.org
📷: Husna Hayati, Dhanny Sanjaya
#Mikroplastik #Sampah #YaAkuBakalDibaca
Pernyataan dari Novel Baswedan, mantan penyidik KPK yang pernah menjadi korban penyiraman air keras.
Ia menekankan pentingnya peradilan untuk berpihak pada korban.
🎥: Adrian Mulya
#AndrieYunus
Hanya ada satu kata untuk kawan-kawan semua yang tahu dan membaca Project Multatuli. Beli!
Buku ini kami dedikasikan untuk dijual. Agar kami punya pendapatan baru, dan bisa membuat liputan-liputan baru tentang mereka yang dipinggirkan.
#Buku #ProjectMultatuli #TersungkurDanTetapMelawan
Buat teman-teman yang ada di Makassar dan sekitarnya, mari kita bersua lagi di Makassar International Writers Festival (MIWF), 14-17 Mei 2026.
Project Multatuli akan ada beberapa acara di sana. Lebih lengkapnya bisa lihat di slide demi slide konten ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami juga akan ada booth di sana.
Jadi, Sampai bersua di Benteng Rotterdam, Makassar.
#ProjectMultatuli #Recoordinate #MIWF2026 #MeiKeMakassar
Sidang peradilan militer kasus penyiaraman air keras terhadap Andrie Yunus berjalan dengan cepat. Pekan ini, sidang berlangsung dua kali: pemeriksaan saksi lapangan dan ahli.
Pengadilan juga ingin memaksa korban untuk dihadirkan di persidangan. Padahal sejak awal proses penyidikan, sebelum kasus dilimpahkan ke pengadilan, korban sama sekali tidak dimintai keterangan.
Tim Advokasi untuk Demokrasi mencatat setidaknya ada enam kejanggalan dari persidangan di pengadilan militer tersebut.
📷: Rangga Firmansyah
#AndrieYunus
SUDAH BISA DIPESAN! ✊️🔥
𝙏𝙚𝙧𝙨𝙪𝙣𝙜𝙠𝙪𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙏𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙈𝙚𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣: 𝙎𝙚𝙠𝙪𝙢𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣 𝙍𝙚𝙥𝙤𝙧𝙩𝙖𝙨𝙚
Editor: Fahri Salam & Ronna Nirmala
Pengantar: Raisa Kamila
Kumpulan 14 reportase ini adalah sebagian cerita terbaik yang diterbitkan Project Multatuli selama lima tahun (2021-2026), dengan topik yang merekam perlawanan rakyat biasa di tingkat tapak tatkala berhadapan dengan korporasi, proyek infrastruktur negara, dan kekerasan aparat.
Tulis Raisa Kamila dalam pengantar, “[Reportase] menempatkan suara warga dalam jaringan yang lebih luas: kebijakan, institusi, sejarah, dan relasi kuasa. Dengan demikian, yang semula tampak sebagai pengalaman individual dapat dipahami sebagai bagian dari pola yang lebih sistemik.”
Penulis: Adi Renaldi, Alfian Putra Abdi, Asrida Elisabeth, Astuti N. Kilwouw, Bambang Muryanto, Febrianti, Mawa Kresna, Permata Adinda, Rabul Sawal, Reno Surya, Titah AW, Viriya Singgih, Yuli Saputra, Yuli Z
Pesan bukunya melalui WhatsApp +6285126196363 atau lokapasar (Shopee/Tokopedia) Marjin Kiri 📚
___
#marjinkiri #projectmultatuli #tersungkurdantetapmelawan
Tak semua orang paham hukum. Tapi, setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang adil di hadapan hukum.
Makanya ada konsep bantuan hukum yang bisa diberikan bagi kita yang hak-haknya dilanggar dan tak memiliki sumber daya untuk melakukan advokasi.
Sedikit informasi tentang bantuan hukum ini mungkin bisa berguna buat warga-wargi.
#BantuanHukum #Hukum #KebebasanBerekspresi
5 Langkah Bersolidaritas kepada Korban Pembungkaman
Solidaritas adalah kunci dalam membantu para korban pembungkaman dalam mendapatkan keadilan.
Namun, sebagai warga sipil, orang-orang sering bingung, andil apa ya yang bisa mereka lakukan?
Ini lima langkah sederhana untuk memupuk solidaritas bagi Andrie Yunus, salah satu korban pembungkaman rezim.
FYI, langkah ini juga bisa diterapkan untuk kasus-kasus lainnya!