Tradisi Menjulang di Bawah Kabel Bergelantungan
Penjor bagi umat Hindu di Bali bukan sekadar bambu berhias janur, melainkan simbol alam yang ditata dengan rasa syukur atas kesuburan, serta pengingat bahwa hidup selalu diarahkan menuju nilai yang lebih luhur. Pada Hari Raya Galungan, deretan penjor yang menjulang di sepanjang jalan sering dipandang sebagai wujud etika ruang yang tertib, rapi, dan penuh penghormatan. Namun etika tradisi ini kemudian berhadapan dengan realitas modern, yakni keberadaan jaringan listrik.
Menjelang Galungan dan Kuningan November 2025, PLN UP3 Bali Utara mengeluarkan imbauan agar penjor dipasang dengan jarak aman minimal 2,5 meter dari kabel, atau idealnya sekitar 3 meter dari sisi manapun. Pertimbangan ini bersifat teknis dan logis, terutama pada musim hujan ketika bambu yang basah berpotensi menghantarkan listrik jika terlalu dekat dengan jaringan terbuka. Risiko yang diantisipasi tidak ringan, mulai dari korsleting hingga kemungkinan terjadinya kebakaran atau sengatan listrik. Namun, seperti lazimnya dinamika di media sosial, imbauan teknis tersebut kemudian tersebar dalam bentuk potongan video dan flayer digital yang diberi judul provokatif, sehingga memicu respons emosional. Muncul komentar bahwa yang berbahaya adalah kabel listrik, bukan penjornya. Situasi pun berkembang menjadi perdebatan antara tradisi dan aspek keselamatan.
Di satu sisi, PLN bertugas memastikan keamanan masyarakat dan menjaga stabilitas listrik agar perayaan hari suci tetap berjalan lancar, sembari menegaskan bahwa tidak ada niat mengurangi nilai adat maupun budaya. Di sisi lain, masyarakat adat juga menyoroti persoalan jaringan listrik yang masih terbuka, kusut, atau menggantung rendah, yang sejak lama menjadi keluhan. Beberapa tokoh adat menekankan bahwa permasalahan ini tidak cukup diatasi melalui imbauan kepada warga saja, tetapi juga memerlukan upaya perbaikan infrastruktur, penggantian kabel terbuka, pemasangan pelindung, atau penggunaan kabel berisolasi yang lebih aman.
Bersambung di komentar ⬇️
"It’s just not about football — it’s about passion, teamwork, and building dreams from a young age. Bali7s is where future stars take their first steps, where every kick shapes character, and every match fuels ambition. The journey starts here."
June 2024, I went abroad to get new experiences and make new friends. I had a great time and will definitely come back here someday.
A bit sad because I have very few photos of myself in Shanghai. nasib kang foto lol
.
谢谢你在上海期间的指导 @astrogim_08
#shanghai #china