Home pncksmPosts

pncksm

@pncksm

The books that I bought but never read have piled up like a mountain. I want to read them slowly as if I'm retrieving the time lost.
Followers
6,428
Following
1,106
Account Insight
Score
32.85%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
6:1
Weeks posts
Apakah benar seperti kata mereka mengembara bersama sepeda menjernihkan swara sanubari kita? Atau kelelahan yang amat sangat itu membuat kita merasakan benar detak hidup jantung kita? The road is the answer.
4,358 25
1 month ago
Nilai hidupmu tidak ditentukan oleh seberapa buruk dunia di luar sana. Nilai hidupmu ditentukan oleh apa yang kamu rawat di dalam dunia kecilmu sendiri. Kamu mungkin tidak sedang memenangkan hidup dengan cara yang ramai. Tetapi kamu sudah menciptakan satu ruang kecil di dunia yang membuat hidup orang lain sedikit lebih hangat. Menariknya, sepeda sering menjadi tempat pulang kecil bagi diri sendiri.
4,116 34
2 months ago
Di muka sepeda ingin kuletakkan keranjang 🛒 agar kepadamu bisa kukirimkan kopi beserta seikat kembang 🪷
4,976 25
2 months ago
Kata Ibu,”Hati yang bernafas dan selaras akan memancarkan keindahan alami seperti bentang alam dan udara segar yang mewangi.” “Jangan berputus asa atas kebaikan yang kamu punya. Take some time for your self. Love your self.” 🎞️
147 0
2 hours ago
Yang bergerak tak hanya kaki. Yang berpindah tak hanya tubuh. Ada batin yang terus mengayuh, menghargai teduh. Setiap tanjakan di Flores, mengajarkanmu rendah hati. Itu sebabnya, rindumu adalah pasti.
368 21
1 day ago
Ada banyak cinta untuk warung kecil ini baik dari saya, keluarga kecil pitutur dan para pelanggan warung. Pekerjaan yang saya cintai sungguh-sungguh. Melakoni dengan cara yang sangat berbeda. Sedari keinginan untuk selalu menulis ✍🏼 dan mengabarkan jadwal buka melalui laman instagram. Merumuskan tujuan hidup Pitutur yang sederhana; menjadi warung yang lempeng-lempeng saja dengan tujuan sesederhana menyaji filter coffee dan basic espresso. Tak terasa melangkah menuju tahun ke sepuluh. And I’m so grateful that Pitutur can grow while staying true to the ideals and the way we choose to live. Memulai warung di tahun 2016. Benak saya selalu menafsirkan warung kopi keren dengan sederhana : Only filter coffee and basic espresso. No syrup. No sugar. Keep it simple, and do it as best as possible. Hari ini, esok lusa nanti, pelanggan akan menjumpai sikap dan cara pandang yang sama. Menjadi tua dan tetap memilih tujuan hidup yang setiap pagi menghadirkan gairah dan harapan yang sama! Slide 2 merupakan salah satu desain bakal rilisan kaos berikutnya. Can’t wait 😆 Sabtu izin libur untuk produksi dan desain! 🙏🏽✨ — mau sepedaan juga 🙂‍↕️ 📸 : foto 1 @fajarjarwokuncoro
1,976 11
3 days ago
Permisi. Paket. Permisi. Paket bunga. Beserta cinta dan kurirnya. ✊🏽
1,044 6
4 days ago
Sebagai ingatan hangat bahwa 1.038 kilometer yang ditempuh bersepeda di Lintang Flores merupakan upaya yang datang dari kegigihan membagi waktu untuk tetap berlatih dan berkarya sebagai roaster, barista, writter dan fotografer untuk @pituturkopi . Setiap-setiap upayamu tak pernah lagi kecil. Dan setiap-setiap prosesmu di keseharian adalah jalan ultra ketekunan itu sendiri. Berbanggalah pncksm! 🌿
254 15
6 days ago
Keterbatasan tidak selalu melahirkan kekurangan. Benang merah yang saya peroleh dari cerita peserta lain di Lintang Flores. Selalu ada kebaikan dan bantuan dari warga Flores yang diperoleh setiap peserta. Pada satu siang yang terik di lajur bukit dengan tanaman jagung rapi berjajar, saya memperoleh makan siang dari sebuah keluarga yang bahkan listrik belum terangi rumahnya. Ada jenis sunyi yang tak terasa sepi. “Jangan takut kelaparan di perjalanan”, kata salah satu warga yang berbincang ketika saya istirahat. “Kuncinya, ketuk rumah. Warga Flores takkan membiarkan Mas kelaparan dan kedinginan.” Jalan yang panjang membuat orang belajar sabar. Musim kering membuat orang menghargai air. Bagi saya, perjalanan bersepeda adalah nilai-nilai untuk keberlangsungan hidup dalam pencarian makna. Sesi Mertamu selasa, 07:09 - 13:18
936 3
7 days ago
“Semakin jauh saya bersepeda keliling Indonesia, saya makin percaya: Indonesia bukan sesuatu yang sudah selesai. Tapi sebuah tujuan yang terus kita usahakan bersama.” — @ronyzakaria Beberapa kali saling menyalip dengan Ko Rony, ingatan bersamanya menjadi cukup lekat. Dini hari yang dingin di hutan bakau, ia menuntun sepeda di jalan datar. “Micro sleep. Terlalu berbahaya untukku menaiki sepeda.” — Ia terus berjuang. Dan setelah garis akhir, saya menjumpai kutipan di atas pada sebuah artikel yang diunggah di sebuah laman instagram. Saya mengerti bahwa ada banyak cinta dan ada banyak cara mencintai Indonesia. Bersepeda, fotografi, tulisan, adalah medium kabar tentang hal-hal baik yang dapat anda jumpai di Indonesia. Foto pertama dan kedua saya ambil pukul 2 dini hari. Saya menjadi peserta paling belakang dari perhelatan race Lintang Flores. Tak ada kecemasan ketika menyusuri jalan terjal bebatuan. Sebab warga Flores, menghormati perjalanan setiap orang. Tak jarang, mereka temani perjalanan untuk terangi jalan dengan lampu motornya sembari bertanya terheran: “Bersepeda 1.034km dari Labuan Bajo kembali ke Labuan Bajo?” Hati orang Flores baik. Dan saya tak segan melontarkan kalimat tersebut setiap berhenti makan, istirahat, dan memperoleh pertolongan. Melalui perjalanan bersepeda, hati yang baik terus ingin saya kabarkan sebagai cara-cara mencintai Indonesia dengan sederhana, kejujuran, kehormatan dan ketulusan sebagaimana warga Flores memeluk nilai-nilai tersebut di keseharian. Kuharap, Pituturku merawat semangat kebaikan yang sama. Tentang kedai kopi yang mengerti benar tujuan hidupnya. Tentang terang-terang kecil yang menghias kabar baik untuk Indonesia. Sampai jumpa di sesi Mertamu Senin, 07:09 - 13:19
1,086 8
8 days ago
Tahun ini Flores mengajarkan kepada saya bahwa yang tertinggal di masa lalu biarlah menjadi milik masa lalu. Hiduplah tanpa penyesalan. Sebagian akan berpendapat bahwa perjalanan adalah tentang garis akhir. Kita menyebutnya tujuan. Sebagian lagi memegang nilai bahwa yang terpenting adalah menghayati prosesnya. Dan di antara tujuan dan proses, saya pikir masih ada satu lagi nilai yang penting : tentang menjadi siapa kita di perjalanan itu. Apakah hati kita terbuka menerima pengalaman-pengalaman di luar rencana sebagai pembelajaran? Apakah tangan dan senyum kita ringan menerima setiap kasih sayang dan bantuan yang datang? Apakah terima kasih sudah memperoleh alamat kalimat dengan baik untuk setiap masakan enak yang kita peroleh di sepanjang perjalanan? Pujian kepada mereka, Yang membuat masakan dan makanan enak adalah satu langkah dewasa yang menjadikan hari seseorang indah dan bahagia. Dan nilai seseorang, terkadang, cukup besar untuk membuat dunia di sekitarnya baik-baik saja. Perjalanan yang dituliskan kembali di Labuan Bajo. Pitutur libur dahulu. Terima kasih untuk segenap doa yang menyertai 🙏🏽
713 5
10 days ago
Dunia tak boleh kehilangan cerita-cerita pendek dan cerita-cerita panjang tentang romansa, kebaikan serta impian. Sebab di antara bunga-bunga yang kubawa, di antara doa-doa yang kupanjatkan ada namamu kusebut.
1,847 6
19 days ago