“FRONTOTEMPORAL DEMENTIA” Maxi Single out in Bandcamp Now
Available in all dsp soon
Artwork by @vvvaace
Record, Mixing and Mastering by Arfan Maulana Wardana (MWH Records)
SIXTH LINE UP JUST HIT THE FIELD 💀🔥
Belum selesai dibikin chaos sama line up sebelumnya, sekarang pasukan keenam ikut turun buat bikin Front Liner makin nggak karuan 😤 Kayaknya malam itu bakal penuh pit yang nggak berhenti muter. 🎸 @pepperizee siap nemenin kalian buat teriak paling keras dan chaos bareng di depan stage 🤘
🎫 Registrasi: https://forms.gle/e15YGTs7m8qtG7bL6
Dan yes… masih ada kejutan lain yang belum kita keluarin 👀🔥
☎️ Contact person: Jimmy: +62 857-4800-4671 Esa: +62 813-2898-0934
#frontliner #HardcoreScene #Moshpit #HardcoreGig #SurabayaHardcore
Pepperize, unit hardcore asal Surabaya, resmi debut lewat maxi single “Frontotemporal Dementia” yang berisi tiga track: “Painless”, “Echo”, dan “0”. Lewat rilisan ini, mereka mencoba menerjemahkan rasa kosong, konflik batin, hingga kehilangan arah menjadi ledakan distorsi dan emosi yang mentah.
Mengambil pengaruh dari nama-nama seperti Sunami, Knocked Loose, hingga Counterparts, Pepperize menghadirkan perpaduan hardcore keras dengan lirik emosional yang personal. Maxi single ini juga menjadi langkah awal mereka untuk lebih aktif di skena hardcore regional hingga panggung yang lebih luas.
“Frontotemporal Dementia” sudah tersedia di Bandcamp dan jadi penanda awal perjalanan Pepperize membawa amarah, keresahan, dan energi hardcore mereka ke permukaan.
#Pepperize #Hardcore #FrontotemporalDementia #DistorsiKita #BeatdownHardcore
Pepperize resmi membuka langkah mereka di skena hardcore Surabaya lewat maxi single debut berjudul “Frontotemporal Dementia”. Dirilis pada 25 April 2026 via Bandcamp, rilisan berisi tiga track ini menjadi medium bagi Pepperize untuk meluapkan konflik batin, rasa putus asa, dan kekacauan eksistensial ke dalam format hardcore yang penuh distorsi dan amarah. “Painless”, “Echo”, dan “0” disusun seperti rangkaian emosi yang menggambarkan kondisi kehilangan arah sekaligus usaha untuk keluar dari lingkaran hampa.
Secara musikal, Pepperize banyak menyerap pengaruh dari nama-nama besar hardcore modern seperti Sunami, Knocked Loose, Counterparts, dan Outta Pocket. Karakter riff tebal, part slamming beatdown, hingga pendekatan emosional pada lirik menjadi fondasi utama yang membentuk identitas mereka di rilisan ini. Nuansa tersebut juga diperkuat lewat proses produksi yang dikerjakan selama dua bulan di MWH Records bersama Arfan Maulana Wardana yang menangani produksi, mixing, dan mastering.
Selain fokus pada perilisan rekaman, Pepperize juga mulai mempersiapkan langkah mereka untuk aktif di panggung hardcore regional Surabaya. Setelah merilis “Frontotemporal Dementia”, mereka dijadwalkan tampil di event “Terobosan Belakang” pada 16 Mei 2026 sebelum membawa rilisan ini ke jangkauan yang lebih luas. Dengan pendekatan hardcore yang agresif namun tetap personal secara lirik, Pepperize terdengar seperti unit baru yang siap masuk lebih jauh ke skena beatdown lokal.
#bukanreview
PEPPERIZE Unit Hardcore asal Surabaya mengumumkan debut Maxi single berjudul "Frontotemporal Dementia" sebuah lagu yang merangkum kekacauan eksistensial dari perasaan putus asa, kosong, dan kehilangan arah. Kehadiran Maxi single ini adalah upaya untuk keluar pada lingkaran hampa; sebuah samsara yang disuarakan lewat distorsi dan teriakan.
"Frontotemporal Dementia" merupakan maxi single yang memuat tiga track yakni "Painless" , "Echo" & "0" yang dikemas untuk merangkum kekacauan eksistensial dari perasaan putus asa , kosong , dan kehilangan arah. Kehadiran maxi single "Frontotemporal Dementia" adalah upaya untuk keluar pada lingkaran hampa; sebuah samsara yang disuarakan lewat distorsi dan teriakan. Maxi single ini hadir dengan nuansa yang sedikit berbeda , musik keras khas hardcore dipadukan dengan lirik yang sarat emosi personal , terinspirasi oleh knocked loose disitulah letak keunikan Pepperize tutur reza vokalis pepperize.
Secara musikal @pepperizee mengambil kiblat dari sejumlah nama besar dalam dunia hardcore-beatdown internasional seperti sunami grup hardcore punk asal amerika yang belakangan banyak digandrungi para penikmat hardcore-beatdown menjadi referensi utama. Tercermin dari riff gitar yang tebal , progresi yang senada , serta part slamming beatdown yang menjadi ciri khas , tak hanya sunami pepperize juga menyerap pengaruh dari counterparts (canada) , knocked loose (amerika) , outta pocket (amerika) sebagai polar referensi bermusik.
Lebih dari sekadar perilisan rekaman , pepperize juga mempersiapkan diri untuk hadir secara penuh diatas panggung , saat ini mereka sedang menjajaki gigs di surabaya terlebih dahulu yang terdekat , mereka akan tampil di event "terobosan belakang" pada 16 mei 2026 sebelum kemudian membawa maxi single ini ke tur yang lebih luas; ujar rakeen basis pepperize.
Debut maxi single "Frontotemporal Dementia" kini telah tersedia di platform musik bandcamp.
[WOLFMAGZ NEW BLOOD]
PEPPERIZE INVADES SURABAYA HARDCORE!
BANGKIT DARI LINGKARAN HAMPA PEPPERIZE RESMI RILIS MAXI SINGLE "FRONTOTEMPORAL DEMENTIA"
Suroboyo kembali membara! Unit Hardcore pendatang baru, PEPPERIZE @pepperizee baru saja memproklamirkan eksistensi mereka lewat amunisi gahar bertajuk Maxi Single “Frontotemporal Dementia”.
Gak tanggung-tanggung, kuintet yang digawangi Reza (Vocal), Abrar (Guitar), Dandy (Guitar), Rakeen (Bass), dan Wahyu (Drum) ini merilis tiga track sekaligus: “Painless”, “Echo”, dan “0”. Rilisan ini adalah representasi dari kekacauan eksistensial, rasa hampa, dan upaya keluar dari lingkaran samsara yang disuarakan lewat distorsi ugal-ugalan!
THE SOUND OF CHAOS:
Secara musikal, Pepperize mengambil kiblat dari dedengkot Hardcore-Beatdown dunia. Lo bakal ngerasain:
Riff gitar tebal & slamming-beatdown ala SUNAMI.
Vibe agresif dan lirik personal emosional ala KNOCKED LOOSE.
Sentuhan modern dari COUNTERPARTS dan OUTTA POCKET.
"Musik keras khas Hardcore dipadukan dengan lirik sarat emosi personal. Di situlah letak keunikan Pepperize," ungkap sang vokalis, Reza.
FROM STUDIO TO STAGE:
Proses kreatif ini digarap selama dua bulan di MWH Records dengan tangan dingin Arfan Maulana Wardana sebagai produser. Gak cuma jago di rekaman, Pepperize juga siap bikin moshpit pecah!
Catat tanggalnya! Mereka bakal tampil di event “Terobosan Belakang” pada 16 Mei 2026. Make sure you’re there to witness the violence!
GRAB THE MAXI SINGLE NOW:
Bandcamp: pepperize
Instagram: @pepperizee
Credits:
Artwork by: @vvvaace
Produced/Mixing/Mastering: Arfan Maulana Wardana
Are you ready to embrace the void? Drop your favorite Hardcore emoji below!
#WolfMagz #Pepperize #SurabayaHardcore #IndonesianHardcore #NewRelease
Unit hardcore asal Surabaya, Pepperize, resmi memperkenalkan eksistensinya di skena hardcore regional lewat maxi single debut bertajuk “Frontotemporal Dementia”. Dirilis pada 25 April 2026 via Bandcamp, rilisan ini memuat tiga track yakni “Painless”, “Echo”, dan “0” yang merangkum rasa putus asa, kehampaan, hingga kehilangan arah dalam balutan distorsi agresif khas hardcore-beatdown. Diperkuat oleh Reza, Abrar, Dandy, Rakeen, dan Wahyu, Pepperize mencoba menerjemahkan konflik batin menjadi seruan emosional yang keras sekaligus personal.
Terinspirasi dari nama-nama seperti Sunami, Knocked Loose, Counterparts, hingga Outta Pocket, Pepperize menghadirkan riff tebal, part slamming-beatdown, dan intensitas yang brutal namun tetap emosional. Diproduseri Arfan Maulana Wardana di MWH Records, maxi single ini menjadi langkah awal Pepperize untuk membangun identitas mereka di skena hardcore Surabaya. Setelah perilisan ini, Pepperize juga bersiap aktif di panggung live, termasuk tampil di event “Terobosan Belakang” pada 16 Mei 2026 sebelum membawa rilisan ini ke lingkup yang lebih luas.
#Pepperize #FrontotemporalDementia #Hardcore #Beatdown #SurabayaHardcore #SorotSound
@pepperizee PEPPERIZE, band hardcore asal Surabaya, merilis maxi single debut berjudul “Frontotemporal Dementia” pada 25 April 2026 melalui Bandcamp. Rilisan ini berisi tiga lagu—“Painless”, “Echo”, dan “0”—yang menggambarkan keresahan emosional seperti putus asa, kehampaan, dan kehilangan arah.
Dengan formasi Reza (vokal), Abrar dan Dandy (gitar), Rakeen (bass), serta Wahyu (drum), Pepperize menggabungkan musik hardcore agresif dengan lirik personal yang terinspirasi dari band seperti Knocked Loose, Sunami, Counterparts, dan Outta Pocket.
Proses produksi berlangsung selama dua bulan di Studio MWH Records bersama produser Arfan Maulana Wardana. Selain merilis karya, Pepperize juga bersiap tampil live, termasuk di event “Terobosan Belakang” pada 16 Mei 2026 sebagai langkah awal menuju tur yang lebih luas.
Via : @pepperizee
#Theame_FNews #Theame_FMusic #Theame_FFashion #Theame_FSports #Theame_FEvents