we are thankful for the brides and grooms in 2024, let us go find new brides and grooms again in 2025!
.
.
#wedding #weddingphotography #weddinginspiration #prewedding #inspirasipernikahan #weddingday #weddingjakarta #inspirasiwedding #bridestory #weddingjepara #photography #weddingorganizer #preweddingphoto #pernikahan #akadnikah #thebridestory #pernikahanindonesia #pengantin #weddingphotographer #weddinginspirasi #preweddingindonesia #makeup #mua #weddingsurabaya #makeuppengantin #weddingphoto #preweddingstyle
Konon, sebelum kita dilahirkan, kita diperlihatkan dahulu garis besar kehidupan kita di dunia. Entah apa yang ada di dalam pikiran bocah ini waktu itu. Sehingga dengan berani ia menyetujui jobdesc seperti ini. Tapi kuyakinkan, sepulangnya kelak, bocah ini tidak akan pernah menyesal. Selamat merayakan Natal, selamat marayakan peringatan vonis gagal ginjal, jeg menyala wi ❤️🔥
Markashima Studio , open everyday at Jalan Shima no.3, Pengkol, Jepara.
We are waiting for your biggest smile
.
#DoAllGood #Markashima #Studio #fotostudio #inspirasifotostudio #studiophoto
• JARUM KESEHATAN MENTAL •
Ada kalanya tusukan jarum yang digunakan sebagai akses ketika HD tertancap tidak tepat. Wajar, pembuluh darah dibawah kulit kadang sukar dipindai. Saat posisi jarum tdk sesuai, justru rasa sakitnya melebihi ketika jarum terpasang sempurna. Tapi pun terpasang sempurna, ada tahap dimana jarum itu pertama kali menembus kulit. Sama saja..
Mau tidak mau, suka tidak suka, inilah cara membuat akses untuk cuci darah. Dimana darah harus dihubungkan dengan mesin yang di luar tubuh.
Artinya, akan selalu ada rasa sakit di setiap proses cuci darah.
Tapi bagi penyandang gagal ginjal, satu satunya cara menggantikan fungsi ginjal yang gagal adalah dengan cuci darah. Maka, mau tidak mau.. Suka tidak suka.. Dan seterusnya.
Keterpaksaan ini sudah saya jalani hampir genap 13 tahun. Hingga akhirnya waktu mengubah keterpaksaan ini menjadi penerimaan. Hal 'menyakitkan' yang 'mengikhlaskan' (membuat sakit tetapi mengajarkan keikhlasan-).
Kita pasti sering menghadapi kronologi yang hampir sama. Hidup membawa kita pada keterpaksaan yang berulang, hingga akhirnya waktu mengubahnya menjadi penerimaan, dan penerimaan yang berulang menjadikan kekuatan.
Pertanyaan sulitnya; bisa tidak kita melewati prosesnya?
Seperti halnya manusia bisa tertawa pun bisa menangis. Bukankah itu berarti kehidupan memang tidak selalu menyenangkan?
Memahami bahwa kesukaran adalah bagian yang akan selalu ada dalam kehidupan manusia, dan kebahagiaan pun demikian..
Jika masih belum paham, Anda bisa pergi ke Tibet dan belajar menjadi shaolin di sana.
Salam.
ALGORITMA IKHLAS
Saya sedang suka kata-kata ini; ikhlas. Kata simpulan dari buku yang mengajarkan paham Stoikisme; tenang menerima yang tak dapat diubah, berani mengubah apa yang bisa diubah, bijak dalam membedakan keduanya.
Saya sekarang jarang sekali menulis. Jarang menuangkan refleksi ke dalam tulisan. Jarang bermedia sosial kecuali hanya mengikuti berita terkini biar nggak kudet. Algoritma saya hanya muncul portal berita umum dan sepak bola, kalaupun ada yang lain, paling kuliner, desain rumah, sama otomotif.
Saya mulai mengerjakan apa yang saya senangi dan hidup 'nyata' bersamanya. Saya sudah tidak peduli dunia harus tahu saya sedang dimana atau makan apa lewat unggahan media sosial. Saya rasa dunia juga tidak peduli barang apa yang baru saja saya beli.
Termasuk masalah kesehatan...
Banyak orang tahu saya sakit. Tapi tidak banyak yang tahu bagaimana saya menjalaninya. Ada yang mengira saya lemah ternyata saya barusan pulang basket. Ada yang mengira saya sehat ternyata saya sedang meratap nyeri punggung di kasur.
Hidup ini juga punya algoritma. Menurut saya algoritmanya akan menyenangkan jika kita mengaktifkan keikhlasan dalam sistemnya. Sebab, terkadang yang kita temui dan sedang menjadi algoritma teratas dalam hidup kita adalah hal hal kurang menyenangkan.
Tidak ada cara lain selain menerima dan menjalaninya dengan ikhlas.
Hidup ini lebih hidup jika menjalaninya secara nyata. Meski kenyataan itu terkadang memang kurang menyenangkan. Tapi hidup nyata sebagai manusia adalah memahami kompleksitas dan ikhlas mengalaminya.. pun semangat menjalaninya.
Untuk menulis, sepertinya Threads lebih asik ya?
• OMBAK MAMPIR •
_____________
Di suatu pagi saat saya membagikan rejeki, saya berhenti di depan pengayuh becak yang kemudian memanggil kawan-kawannya. Ada satu orang datang belakangan, tdk kebagian.. Wajahnya kecewa. Saya pun iba. Tapi apa boleh buat. Saya tidak bisa menyenangkan semua orang.
Terakhir saya mencoba menyenangkan banyak orang, saya sendiri akhirnya yang kecewa.
Saya mengerti, untuk sampai di titik ini, pembelajarannya lama. Betapa senangnya kita ketika tiap sikap yang kita ambil kemudian membuat orang lain senang.. Bangga..
Tapi jika yang terjadi sebaliknya? Apakah kita pantas menanggung kekecewaan orang lain? Apakah perlu meratap?
Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Dan semua orang harusnya belajar menerima jika kenyataan tdk terjadi seperti maunya.
Banyak orang terlalu pengecut untuk menerima keadaan yang tdk sesuai dengan harapannya. Maunya aturan main miliknya-lah yang terjadi.
Tdk mungkin berharap jejak kaki di garis ombak tidak akan hilang tersapu air laut.
Kekecewaan akan digantikan oleh kebahagiaan yang lain..
Begitu pun harapan (ekspektasi) bisa tersapu oleh kekecewaan. Dan kekecewaan akan digantikan oleh kebahagiaan yang lain..
Yang pasti, kita tdk dapat meminta ombak untuk tidak menyapu jejak kita. Ombak hanya mampir..
Begitu konsep kecewa dan bahagia juga berlaku. Mampir.. Sementara..
Kecewa dan bahagia itu sangat personal. Dipengaruhi diri sendiri. Bukan tanggung jawab orang lain.
• Mulai Mengerti •
__________
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat nomor antrian terakhir saat periksa bulanan di RS. Kebetulan juga dokter yang menangani saya adalah yang terakhir di hari itu. Kebayang kan betapa sepinya.
Total saya menunggu 3.5 jam sampai tiba giliran.
Dalam suasana sepi rumah sakit, saya menelaah, "oh, jadi gini rasanya kalau nungguin orang sakit yang nginap di rumah sakit"
Sepi. Tapi pikiran jalan kemana mana.
Saya mulai mengerti, betapa pada akhirnya, hanya orang orang yang paling mencintai kita-lah yang akan sedia bertahan dalam keadaan seperti itu.
Menemani ketika terpuruk (sakit). Merasakan sepinya. Mengikuti kelana pikirannya.
Seketika saya tersenyum ketika melihat di sepanjang bangku kosong ini, hanya ada saya, ibu, dan bapak.
Hidup akan membawa kita kepada orang orang terdekat yang perlahan semakin sedikit.
Lihat saja, berapa banyak teman yang menyukai postingan terbaru kita?
Atau berapa banyak orang yang masih mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahun kita?
Mungkin semakin sedikit, semoga itu pertanda kita menjalani kehidupan yang nyata dan lebih hangat dengan orang orang terdekat kita saja.
Salam
• PANTAS MESKI BEKAS •
_________________
Minggu lalu saya mencarikan laptop untuk menunjang pekerjaan di @marka.manten , tak tanggung tanggung, yang direquest kawan2 adalah macbook pro. Yang harganya cukup membuat orang seperti saya menelan ludah.
Tapi permintaan itu bukan tanpa alasan, saya selalu menekankan bahwa setiap inventory harus memiliki nilai investasi jangka panjang. Bukan sekedar value saja. Apalagi gengsi..
Akhirnya kemampuan beli mentok di barang keluaran 2020, second pula..
Tapi secara performa, laptop ini disinyalir mampu bertarung hingga 6-8th ke depan.
Saya jadi teringat, bahwa sebetulnya saya juga butuh penunjang dalam meningkatkan performa saya. Sesuatu yang bahkan tidak ada barunya. Pasti second.. Tapi nilai investasinya besar sekali.
Saya kerap membayangkan, bagaimana jika keadaan saya sehat tanpa cuci darah.. Apakah saya akan membawa bisnis saya semakin hebat? Atau malah mencalonkan diri menjadi bupati? Minimal ketua RT..
Tapi barang second satu ini tak mudah di dapat. Bahkan dari keluarga pun tak ada.. Apalagi beli?
Lha wong laptop saja saya menelan ludah, apalagi ginjal? Apa yang akan saya telan..
Ya, barang second yang saya harapkan adalah ginjal sehat.. Saya selalu teringat setiap jelang Natal. Sebab dulu, 11 tahun yang lalu, di tahun pertama saya cuci darah.. Saya berdoa bahwa di hari natal saya mendapat kado istimewa dari Tuhan berupa ginjal sehat.
Tapi seiring berjalannya waktu, doa saya berubah.. Permintaan saya sekedar sehat saja. Tidak lagi berharap barang second thrifting surgawi..
Tapi kali ini saya teringat, tidak ada salahnya saya coba sekali lagi.. Doa 11 tahun lalu..
Otw ke pasar loak...
4 des 2022
• SOTO DISIPLIN •
Saya selalu menunggu hari Kamis untuk makan semangkok soto dengan sate jeroan ini. Tepatnya Kamis pagi, untuk sarapan..
Mengingat jadwal HD saya jatuh di hari Rabu dan Sabtu, saya sengaja menaruh jadwal makan soto ini di hari Kamis. Bukan tanpa alasan. Hari setelah HD, badan cukup bersih dari air dan limbah nutrisi lainnya. Juga interval dari HD rabu ke HD Sabtu lebih pendek. Maka terciptalah matematika disiplin saya sendiri soal makanan ini.
Soto yang otomatis mengurangi jatah asupan air, ditambah jeroan yang otomatis mengotori darah, menjadi sedikit tak masalah bila dinikmati di hari Kamis.
Apakah selalu Kamis? Ya. Saya selalu suka menunggu untuk mendapat nikmatnya. Ketika kita dipaksa menunggu selama satu minggu untuk bertemu Kamis kembali, disitu ada rasa puas saat menyantap makanan yang sudah kita tunggu tunggu.. Nunggunya seminggu lagi!
Sebetulnya ada beberapa makanan yang saya buatkan jadwal khusus untuk menikmatinya. Tentu itu berkaitan dengan kesehatan saya. Seperti nasi padang, saya akan tunggu satu minggu lebih untuk menikmatinya. Dan biasanya justru saya makan menjelang HD.
Lontong ketoprak juga demikian. Saya hanya memakannya seminggu sekali saja.
Terus selain itu? Saya tetap makan, normal, lauk pauk rumahan. Tetapi dengan takaran.. Saya selalu mengingat kapan dan apa saja asupan yang masuk ke dalam tubuh saya.
Lalu apa bedanya dengan makanan di hari khusus itu tadi? Bedanya, makanan tadi tdk saya takar. Hajar habis! Hahaha
Begitulah...
Salah satu rahasia saya menikmati hidup sebagai pasien gagal ginjal adalah dengan disiplin menjaga asupan makan minum.
Meski begitu, bukan berarti saya selalu berhasil menerapkannya 😅
Maaf, tidak menerima komen "ah, kalau saya makan tinggal makan saja!"
Silakan, ini cara saya menikmati hidup. Mungkin itu cara Anda menikmati hidup Anda.
Mari sama sama menikmati hidup meski dengan berbagai alasan mengeluh di belakangnya.
Salam,
Di balik mangkok soto yang tinggal sisa kuahnya.
Dulu, di suatu hari yang cerah ketika aku terbaring di bawah pohon rindang sambil memandang tembus dedaunannya ke langit dengan jejak awan pesawat yang indah (panjang sekali ya),
Aku tidak pernah membayangkan akan mengalami kebotakan di usia sekarang. Pelan namun pasti, rambut tengahku menipis. Aku tidak bisa berharap kepada generasi muda sekarang untuk membuat trend rambut botak tengah. Tidak bisa.
Maka inilah keputusannya, sebelum keadaan membawaku pada kebotakan kronis, aku lebih dulu membuatnya botak sama rata.
Aku 1-0 keadaan.
Begitulah hidup, penerimaan, dan.... halah kalian pasti taulah tulisan saya selalu seperti itu endingnya 😂
Selamat hari Kamis!
Salam