Riuh kota ini tak pernah benar-benar berhenti.
Seringkali ia hanya berpindah tempat.
Batam—sebagaimana kota besar lainnya, memang
tak pernah benar-benar tidur. Keriuhan manusia
di dalamnya terus berdenyut serupa nadi dalam badan.
Dari deru mesin kendaraan di jalanan, sampai gema
takbir di lapangan. Kota ini seakan menolak diam.
Gaduh di Pasar Jodoh hingga ramai di taman pemakaman umum—semua hadir dalam waktu yang bersamaan, dalam suasana yang saling berlawanan.
Langkah-langkah yang berpapasan, dan cerita-cerita yang bersilangan tanpa saling mengenal arah tujuan.
Kota ini terus berjalan—dalam riuh yang tak pernah
benar-benar padam, dalam diam yang tak pernah
benar-benar redam.
-
Ditulis oleh :
@fathurrohym
Difoto oleh :
@mocryans