"Gigi Wati" lapar, capek kerja, pengen cepet sampe rumah, tapi kehalang iring-iringan presiden di pasar satu-satunya jalur pulang Wati ke kontrakannya.
"Gigi Wati" multi channel video. 2025 dari pameran Hard-Daydreaming @sewusatu
Introducing the Jury Member from University Partners for Seriale Indonesia 2026
This year, Goethe-Institut Bandung is delighted to announce a strategic collaboration with academics from five distinguished universities to support the growth of short-form series in Indonesia. We welcome our jury representatives from:
Telkom University, Universitas Aisyiyah Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Widyatama
The participation of these academic institutions serves as a vital intersection between classroom theory and professional industry practice.
#SerialeIndonesia2026 #GoetheInstitutBandung #AcademicPartnership #CreativeIndustryBandung
Karya ini meminta satu hal sederhana: tersenyum selama 10 menit. Tapi maknanya ternyata tidak sesederhana itu. Yuk, cari tahu cerita di balik karya M. Akbar “Analog Pain, Digital Pleasure” yang sedang dipamerkan di Pameran Tetap Galeri Nasional Indonesia.
🗓️ Sabtu, 16 Mei 2026
⏰ 15.00 WIB (dimohon untuk hadir 30 menit sebelum acara dimulai)
📍 Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia
*Gratis dan terbuka untuk umum dengan registrasi terlebih dahulu di tautan bit.ly/BehindArt
-----
This artwork asks for one simple thing: smile for 10 minutes straight. But its meaning is far more complex than it seems. Join us to uncover the story behind M. Akbar’s “Analog Pain, Digital Pleasure”, currently exhibited at the Permanent Exhibition of the National Gallery of Indonesia.
🗓️ Saturday, 16 May 2026
⏰ 3 PM (WIB) (Kindly arrive 30 minutes before the event starts)
📍 Seminar Room, National Gallery of Indonesia
*Free admission and open to the public. Prior registration required via bit.ly/BehindArt
#28TahunGalnas
#KeGalnasYuk
#galerinasional
#galerinasionalindonesia
#museum
Sajian Audio: Suara Zaman Akhir
Mereka yang bikin onar di panggung alternatif 2000an,
datang kembali
Menjadi uwa-uwa,yang tetap berisik,
mengisi jiwa di zaman akhir.
BXB @wawbaw
Mmmakbar @mmmakbar
An+archive @perfarmerlab
Department Pertumbuhan @erwindupranata
Jumat, 17 April 2026
19.00 WIB
TOKO MARANTIKA
Jl. Gempol Kulon No.83, Bandung
Disarankan datang pakai kendaraan online.
Parkiran terbatas.
didukung penuh oleh:
@tokomarantika@abrahamandsmith
#SuaraZamanAkhir #SajianAudio
SEWU SATU was pleased to be apart of Art Central Hong Kong through this month, thank you once again MTN Seni Budaya Indonesia for realising and supporting our gallery’s vision and program in the 𝘙𝘪𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘊𝘶𝘳𝘳𝘦𝘯𝘵𝘴 exhibition. We hope to welcome you all again in our gallery space for more of our scheduled shows.
See you soon!
____
𝘙𝘪𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘊𝘶𝘳𝘳𝘦𝘯𝘵𝘴
Adi Sundoro
Muhammad Akbar
Art Central Hong Kong
Central Harbourfront
Booth A14g
SEWU SATU is absolutely honoured to be participating at Art Central Hong Kong with the unwavering support of MTN Seni Budaya Indonesia in their 𝘙𝘪𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘊𝘶𝘳𝘳𝘦𝘯𝘵𝘴 exhibition from the 25-29 of March 2026 at Booth A14g. We are presenting lightbox and paper-based works by Adi Sundoro and Muhammad Akbar. We hope to create a cultural exchange via the artistic work of those above as a bridge to shorten the gap between our two cultures.
_____
𝘙𝘪𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘊𝘶𝘳𝘳𝘦𝘯𝘵𝘴
Adi Sundoro (@asundoro )
Muhammad Akbar (@mmmakbar )
Art Central Hong Kong
Central Harbourfront
Booth A14g
25-29.03.2026
Ngariung bersama:
Muhammad Akbar
—
Kelelahan psikis generasi muda kelas pekerja akibat ritme kerja dan tekanan struktural, disampaikan lewat visual orang sakit kepala, hentakkan boots PDL, dan CRT TV dalam karya Young and Headache.
Pameran Ngariung untuk umum hingga 25 Maret 2026 Dia.Lo.Gue @ dotHub Space Jl. Bulevar Teknopolis 1 Gedebage, Summarecon Bandung
—
#MuhammadAkbar #pameranngariung #dialoguebandung #dothubspace
ARTIST : Muhammad Akbar
Seniman yang bekerja pada mediun gambar gerak, animasi, video dan film,
yang di presentasikan dalam bentuk single channel, instalasi & multi
channel hingga medium kertas dan cahaya. Karya-karyanya mengangkat
konflik hubungan tatapan antara 2 entitas subjek dan objek yang
didalamnya terdapat relasi kuasa. Berlatarkan suasana dunia distopia /
utopia dengan penyampaian satir dan humor gelap yang dihasilkan oleh
rasa pesimis penghuninya. Akbar memulai kekaryaannya dengan membuat
kolase, komik, yang kemudian berkembang ketika bertemu dengan medium
video, ia terinspirasi oleh banyak karya senirupa, musik, seni video,
film & desain.