[TYTDDPS – Bersuaka / Medium Bookstore, Tangerang BSD]
Minggu sore di Medium terasa seperti bertamu ke rumah teman lama: rak buku, halaman, kursi kayu, kucing, wangi kopi dan teh. Bedah Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham di sini menjelma jadi obrolan lintas generasi, penuh tawa kecil dan jeda untuk mendengarkan.
Rian
@mediumbookstore yang menjaga rumah ini, Teh Nadia Silvarani
@nsilvarani , Galeh
@galehpramudianto ,Altami
@altami_nd —meski sebagian baru kenal; langsung jadi rekan seperjalanan. Komunitas pembaca, musisi, pembaca puisi yang datang pun begitu; semua membawa cerita, kegelisahan, dan harapan masing-masing.
Aku mendengar banyak kisah: guru muda yang mencari cara mendidik lebih menyenangkan, dosen yang sedang merintis hotline untuk korban kekerasan seksual. Diskusi berlanjut bahkan setelah acara selesai, seperti percakapan panjang yang enggan berhenti.
Setiap titik singgah TYTDDPS punya wataknya sendiri; di Medium rasanya seperti pulang. Buku ini jadi semacam alasan bertemu, lalu menjelma ruang bersama untuk saling belajar dan menguatkan.
Terima kasih
@bersuaka / Medium Bookstore BSD
@mediumbookstore , Rian, Teh Nadia Silvarani, Galeh, Anzar, Altami, para penampil musik, pembaca puisi, dan semua yang hadir. Sore itu mengingatkan bahwa puisi bisa jadi pintu untuk mendengar dan menyembuhkan.
Visual:
@maugust._