Tasikmalaya punya amarah baru yang beneran mentah. Unit hardcore YUKA resmi ngelepas debut single mereka judulnya “Collage Is Trash” (CIT). Band yang terbentuk di tahun 2025 ini diisi sama Kakaw, Ugiw, Deden, Aubin, dan Fahri yang udah muak sama realitas sosial di sekitar mereka.
Lewat track ini, mereka langsung hantam sistem pendidikan yang dirasa cuma jadi pabrik kegelisahan tanpa ngasih ruang buat keadilan generasi muda. Secara musikal, YUKA gak cuma main kenceng doang. Mereka ngebungkus kritik ini pake riff berat, groove breakdown, sampe ada sentuhan nuansa Timur Tengah yang bikin musik mereka punya identitas yang solid di telinga.
“Collage Is Trash” udah bisa lo sikat di Spotify, Apple Music, atau platform digital lainnya. Ini bukti kalo musik keras gak harus kosong, tapi bisa jadi medium buat nyuarain sesuatu yang penting dan relevan. Gak usah banyak gaya, dengerin aja pesennya. 🤘⚡
SILLY FRAGMENTS Dengan Meant to Stay
Skena Malang kedatangan asupan baru yang lebih “hangat” tapi tetap jujur. Kolektif pop alternatif Silly Fragments resmi ngelepas single kedua mereka bertajuk “Meant to Stay” pada 22 April 2026 kemarin.
Lagu ini murni bercerita tentang gimana rasanya dimabuk cinta sampai tanpa sadar kita mulai mengikuti dunianya si doi. Ditulis langsung oleh Dani (bass) berdasarkan pengalaman pribadinya, track ini membawa nuansa dream-pop lewat reverb gitar yang ringan dan melodi yang catchy.
Meskipun sempat terkendala ganti formasi dengan masuknya Puspa di gitar, Silly Fragments tetap berhasil ngebungkus rasa suka yang tumbuh cepat ini jadi karya yang personal. Pas banget didengerin buat lo yang lagi ngerasa “dianggap” atau sekadar pengen ngerayain perasaan yang lagi dalam-dalamnya.
Gak usah banyak gaya, sikat langsung karyanya di Spotify atau platform digital andalan lo. Pantau terus pergerakan remaja Malang ini! ⚡💖
Make Love Not War Vol. 5 sukses bikin Kolosus Coffee jadi lautan keringet sama distorsi. Gak ada yang rapi, semuanya ugal-ugalan di pit bareng pahlawan lokal kita. Visualnya emang blurrr, sebanding sama kuping yang masih pengang sampe sekarang. Shout out buat District 12, Pasuruan Pop Punk, dan semua yang udah dateng buat ngerayain kekacauan ini. Gak usah banyak gaya, yang penting energinya dapet!
Sampai ketemu di kerusuhan berikutnya. Sikat! 🤘🌪️
tukang sodrek kali ini @axhmadghuf 📸❤️🔥
Kolaborasi @distrik.12 x @pasuruan.poppunk ini bakal pecah di Kolosus Coffee II besok banget, 25 April 2026. Gak usah pusing sama urusan dunia, mending sing along bareng pahlawan lokal kita di sana. Daripada perang mending kita ugal-ugalan di pit!
Venue: @kolosus_coffee.ii
Waktu: 25 April 2026
Siapin energi, jangan sampe kureng pas di depan panggung. Sikat sebelum ludes! 🗣️⚡
Behhh! mending berhenti daripada makin berantakan! SkyDeep baru aja ngelepas single “Messed Up” bareng DECE, vokalis pop punk Sidoarjo yang suaranya lantang parah. 🗣️🔥
Kalo kemarin lo diajak refleksi diri, sekarang lo diajak buat berhenti berjuang. Lagu ini potret titik nadir pas lo udah kehabisan energi buat hubungan yang kureng. Liriknya gak pake basa-basi: “Tak perlu lagi kau datang mengisi.” Penolakan keras buat masa lalu yang toxic! Musikalitasnya lebih raw dan lugas dibanding track sebelumnya. Cocok jadi anthem buat lo yang ngerasa remuk tapi mending jalan terus daripada balik lagi ke yang lama. Jangan mau terjebak di masa lalu yang cuma bikin mati rasa.
Sikat “Messed Up” di semua platform musik digital sekarang. Rayain luka lo biar cepet kering! 🔌⚡
Gasss! nih amarah murni dari Sidoarjo! PROTES 02 baru aja muntahin album perdana mereka bertajuk “HARGA DIRI”. Gak tanggung-tanggung, ada 10 track yang isinya murni luapan keresahan orang bawah buat mereka yang duduk manis di atas sana. Lahir pas awal pandemi 2019 gara-gara gitarisnya jenuh balik dari Jakarta, band ini gabungan anak-anak hardcore yang pengen main extreme metal. Hasilnya? Riff mentah, agresif, dan beratnya gak ngotak. Musik buat lo yang udah bosen sama yang rapi-rapi dan pengen dihajar suara cadas.
Dengerin sekarang rilisan Terbang Rendah Records ini. Luapin emosi lo bareng PROTES 02. Sikat sebelum telinga lo jadi lembek! 🗣️🌪️
BUNCH OF STUD — Mencoba Bisa
Pasuruan panas lagi. Unit Bunch Of Stud baru aja ngelepas music video terbaru buat track “Mencoba Bisa”. Gak usah dengerin omongan puitis, lagu ini murni soal pernyataan sikap: bangkit dari masa kelam yang nyakitin dan ngelawan keraguan diri sendiri.
Aransemennya kenceng, penuh tenaga, dan gak kasih kendor. Visualnya digarap bareng vicky.af, nampilin ritme cepat sama nuansa emosional yang intens. Ini bukan cuma soal estetik, tapi soal proses dan kemenangan atas diri sendiri yang seringnya berantakan di lapangan.
Buat lo yang lagi ngerasa kureng atau terjebak di zona gelap, MV ini mewakili amarah dan usaha lo buat balik tegak lagi. Gak perlu banyak basa-basi, langsung sikat videonya di YouTube. 💻❤️
GLEDEG X CREAMINAL — Dilarang Ngevape
Aturan makin nggak jelas, ruang gerak makin sempit. Unit hardcore Jakarta, Gledeg, baru aja sikat kolaborasi bareng Creaminal ngelepas single baru judulnya “Dilarang Ngevape”. Ini bukan cuma lagu, tapi tamparan buat regulasi yang mulai masuk tahap undang-undang tapi tumpul solusinya.
Isunya serius: gimana kalau industri liquid, UMKM, sampe hobi lo beneran ilang gara-gara dilarang total kayak di Singapura atau Thailand? Lewat campaign #SebelumDilarang, Gledeg nerjemahin keresahan itu pake musik hardcore yang kenceng, durasi singkat, dan lirik satire yang pedesnya minta ampun. Vokalnya Wancoy beneran ngegas, nyuarain gimana kebijakan sekarang perlahan mulai nyekik industri dari bawah.
Lagu ini juga jadi soundtrack buat film “IF Vape Banned”, visualisasi simulasi kalau vape beneran ilang dari peredaran. Gak usah nyari estetika atau kata-kata manis di sini. Isinya cuma distorsi, amarah, sama fakta lapangan yang lagi kureng.
Line-up:
Wancoy (Vocal)
Kicuy Aduy (Guitar)
Patra Gumala (Bass)
Oza Rangkuti (Drum)
Udah rilis di semua platform digital barengan sama video lirik di YouTube. Sikat sekarang sebelum kuping lo yang dilarang dengerin musik berisik.🤫🫱🏻🫲🏾
Ponorogo Pop Punk Heroes are Back! FUN FUN FOR ME Rilis Single “Dewasa”
Setelah sempat “menghilang” karena kesibukan masing-masing, FUN FUN FOR ME akhirnya resmi comeback di awal 2026 lewat single terbaru bertajuk “Dewasa.” Lagu ini sekaligus jadi gong pembuka menuju perjalanan album penuh kedua mereka.
Masih dengan DNA pop punk yang enerjik, kali ini mereka memberikan kejutan lewat sentuhan synthwave yang bikin atmosfer lagu terasa lebih segar namun tetap asik buat headbang santai. Secara lirik, “Dewasa” adalah curhatan jujur soal proses tumbuh besar yang nggak selalu mulus tentang luka, ekspektasi yang meleset, dan keberanian untuk tetap jujur pada diri sendiri di tengah tekanan.
Sebuah pengingat bahwa menjadi dewasa bukan soal jadi sempurna, tapi soal berani bertahan. Langsung aja dengerin “Dewasa” di platform musik digital favorit kalian. Welcome back, guys!👊🏻🗣️
Sambut Amarah Baru! HOLYSHIT Membakar Dengan “Police Are Murders”
Skena, siap-siap buat dihajar sama amarah murni! Kolektif musik HOLYSHIT baru saja melepaskan single provokatif mereka yang judulnya gak main-main panjangnya: “Who Do You Call When The Police Are Murders.” Lagu ini adalah jeritan perlawanan yang gak kenal kompromi terhadap kekerasan aparat pada masyarakat kecil dan hukum yang fleksibel di negeri kita fleksibel tapi TUMPUL KEATAS, TAJAM KEBAWAH.
Lirik-lirik keras seperti “Your just a fuckin’ lapdog for the crown, Tryna act thought tryna hold us down, Packin’ heat just for the fuckin’ look, But we ain’t scared and we ain’t shook!” benar-benar menusuk pada perilaku instansi yang menggunakan senjata hanya untuk terlihat gagah tanpa maksud yang jelas.
Secara musikal, jangan harap ada yang sweet. Bersiaplah untuk dihajar oleh tekstur gitar penuh distorsi, ketukan drum yang padat, dan vokal yang berat penuh amarah. HOLYSHIT membuktikan bahwa perlawanan, pemberontakan bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk melalui media musik. Ajak telingamu masuk ke dalam suasana kerusuhan dan kekacauan. Dengerin sekarang! 💀🔥
Recap semalem di Cassette Tape yang aslinya lebih berisik dari knalpot brong tapi tetep harus dijaga biar keliatan skena. Ini foto sengaja dibuat pecah-pecah dan penuh grain bukan karena kameranya mahal atau lensanya vintage, tapi biar jerawat sama keringet hasil baku hantam sama senar bass gak keliatan jelas-jelas amat hehe69x 🙉🧚♂️
Berkenalan dengan Brosis Whispair Lewat Single “Different Paths”
Satu lagi warna baru dari Malang! Whispair baru saja melepas demo perdana mereka, “Different Paths.” Lagu ini bercerita tentang realita pahit saat kita menyadari bahwa orang-orang yang dulu searah, kini menempuh jalan yang berbeda.
Secara musikal, Whispair menyuguhkan tekstur gitar yang berlapis dan atmosferik khas dream pop. Digawangi oleh Salsa (vokal), Alvin & Gavril (gitar), serta Hilmi (bass), band ini berhasil menciptakan ruang bagi siapa saja yang ingin merayakan kenangan sambil tetap melangkah maju. 🏃🏻♂️➡️🏃🏻♂️