Lucy Willar

@lucywillar

Founder/Producer @icsl.studio Transforming the global industry into a common melting pot of great talents! /user/iLuwi
Followers
1,724
Following
912
Account Insight
Score
27.66%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
2:1
Weeks posts
Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026 Mari menjadi pembawa terang dan harapan, menghadirkan komunikasi yang penuh kasih, bijaksana, dan memanusiakan di tengah dunia digital. #HKSS2026 #pausleoXIV #wanitaKatolikRI
55 0
18 hours ago
Moderator DPP LPM RI @lucywillar membawa Dialog Nasional Pemberdayaan UMKM Berbasis Kelapa Sawit bersama Kementerian UMKM dan BPDP yang diselenggarakan pada Jumat, 17 April 2026 di Hotel Acacia Jakarta dengan komprehensif untuk dapat ditindaklanjuti sd MoU. #UMKM #BPDP #KementerianUMKM #HilirisasiSawit #dpplpmri
18 0
17 days ago
Peluncuran Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender di Indonesia yang dilaksanakan oleh DPP Wanita Katolik RI bekerja sama dengan WWO-WUCWO dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat bagi perjuangan seluruh perempuan di dunia untuk memperoleh keadilan dan kesetaraan . #Wanitakatolikri #dppwanitakatolikri #kekerasanberbasisgender
70 0
17 days ago
Sabtu 25 April 2026 lalu, Lucy Willar dalam "Perempuan Inspiratif" membakar semangat 150-an perempuan Bogor dengan kisah dan pengetahuannya pada Perayaan Hari Kartini yang diadakan oleh Seksi Mitra Perempuan Paroki BMV Katedral Bogor yang bersinodal dengan Wanita Katolik RI DPC BMV Katedral Bogor. "Bercerminlah, tataplah dan banggalah dengan orang yang ada dalam cermin! Menjadi perempuan inspiratif berawal dan berdasar dari bagaimana kita mencintai dan bangga dengan diri kita terlebih dahulu" katanya #Kartinitangguhmasakini #Harikartini2026 #WanitaKatolikRI #Laskartanna @lucywillar @wkridpcbmv @dpp.wanitakatolikri @wkri.indraprasta @wkridpdbogor @wkriciampea
40 0
17 days ago
Memilih Tempat Penitipan Anak (TPA) bukan sekadar soal menitipkan, tapi memastikan buah hati tumbuh dalam lingkungan yang aman, hangat, dan mendukung perkembangan mereka. Karena setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan terbaik, bahkan saat kita tak bisa selalu di sampingnya. #Wanitakatolikri #ParentingTips #TempatPenitipanAnak #IbuCerdas #AnakBahagia
73 0
18 days ago
Wanita Katolik Republik Indonesia Siap Satu Hati Satu Suara Stop Kekerasan #Wanitakatolikri #dppwkri #laskarTanna
120 6
19 days ago
Training of Trainer (ToT) Laskar Tanna, 23–26 April 2026 Bertempat di Ruang Kartini @kemenpppa dan @puspaskaj Samadi, Jakarta, Kegiatan ToT Laskar Tanna berlangsung dari tanggal 23 - 26 April 2026. Tim Khusus ini menjadi langkah nyata DPP Wanita Katolik RI dalam mendukung program pemerintah Stop Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan Dewasa Rentan . Selama empat hari, peserta dibekali pengetahuan, keterampilan, dan kepekaan dalam mendampingi korban, membangun jejaring, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Laskar Tanna bukan hanya sebuah tim, tetapi sebuah gerakan kasih dan keberanian untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan perlindungan dan pemulihan. Dengan semangat Santa Anna, para Laskar Tanna diutus untuk menjadi terang dan harapan menguatkan yang lemah, menyuarakan yang tak terdengar, dan memperjuangkan martabat manusia. Bersama, kita bergerak. Bersama, kita melindungi. #dppwkri #wanitakatolikri #LaskarTanna
252 9
20 days ago
TIm Khusus LASKAR Tanna dibentuk oleh Wanita Katolik RI bekerja sama dengan KemenPPPA untuk pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan, anak dan dewasa rentan. #iluwi #laskartanna #wanitakatolikri #kemenpppa #stopkekerasan
74 1
21 days ago
Materi penutup hari ini disampaikan oleh Ibu Lucy Willar… dan rasanya seperti ditarik kembali ke inti. Bukan sekadar organisasi. Bukan sekadar kegiatan. Tapi tentang "siapa kita"… dan "untuk apa kita bergerak". Kami diingatkan kembali bahwa WKRI berdiri sebagai organisasi masyarakat.. berakar pada iman, tapi hadir nyata di tengah kehidupan. Bukan hanya aktif… tapi berdampak. Bukan hanya ramai… tapi bermakna. Perempuan diajak untuk berani mengaktualisasikan diri. Masuk dalam gerakan yang lebih luas. Laskar Tanna... sebuah panggilan untuk ambil bagian, bukan hanya jadi penonton. Dan jujur… bagian yang paling “kena” itu soal etika. Tentang kejujuran yang bukan slogan. Tentang akuntabilitas yang benar-benar dijalani. Tentang kerja tim, bukan jalan sendiri-sendiri. Dan tentang tidak perlu terlihat hebat dengan over-claim… karena dampak nyata akan bicara dengan sendirinya. Program 5 tahun ke depan pun bukan sekadar rencana. Ini arah. Ini komitmen. Yang akan ditentukan bersama di Kongres… untuk benar-benar dijalankan, bukan disimpan. Karena pada akhirnya, kita tidak diingat dari seberapa banyak kegiatan yang dibuat… tapi dari seberapa nyata kita memberi dampak. Singkat. Jelas. Berdampak. Itu yang dapat kubawa pulang sebagai oleh-oleh 💚 #laskartanna @dpp.wanitakatolikri @lucywillar
29 1
22 days ago
121 7
23 days ago
Habis Gelap Terbitlah Terang: Pemikiran R.A. Kartini menginspirasi emansipasi perempuan dalam memperjuangkan perempuan mandiri, berdaya, berani, optimis dan agen perubahan… #iluwi #perempuanberdaya #harikartini #habisgelapterbitlahterang #agenperubahan
41 0
23 days ago
"Hari Kedua TOT Laskar Tanna: Belajar Mendengar, Belajar Berani" Pada hari kedua TOT, aku mulai masuk ke dalam ruang belajar Laskar Tanna. Sederet materi telah menanti untuk disimak. Materi pertama tentang "Spiritualitas" disampaikan oleh Romo PC. Siswantoko, Pr. Ada banyak hal yang mengingatkanku untuk kembali ke dalam… bahwa pelayanan itu harus berakar dari relasi yang dalam dengan Tuhan. Lalu Ketua Presidium DPP WKRI, Ibu Elly Kusumawati Handoko berbicara tentang "Kebijakan Organisasi". Dari situ aku semakin paham arah gerak WKRI: bahwa kita tidak berjalan sendiri, tapi dipanggil untuk berkolaborasi, bermitra, dan berjejaring. Materi berikutnya jujur terasa cukup “menampar”. Wakil Ketua Komnas Perempuan, Ibu Ratna Batara Munti membawakan materi tentang "Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan". Realita yang disampaikan membuatku sadar… masih banyak perempuan yang terluka, yang suaranya belum terdengar. Dan di situ aku mulai bertanya ke diri sendiri: kalau bukan kita, siapa lagi? Sebelum masuk ke sesi terakhir, kami mengikuti Zoom Meeting bersama WUCWO (organisasi wanita Katolik tingkat dunia). Momen ini membuka perspektif yang lebih luas... bahwa apa yang kami pelajari dan perjuangkan hari ini bukan hanya isu lokal, tapi bagian dari gerakan perempuan di tingkat dunia (World Women's Observatory). Ada rasa kecil… tapi sekaligus dikuatkan: bahwa langkah kecil kami tetap berarti dalam jejaring yang lebih besar. Di sesi penutup, Dra. Suhati Kurniawati, Psi. mengajarkan "Teknik komunikasi dan Konseling Dasar". Di sini aku belajar bahwa mendampingi itu bukan tentang memberi solusi cepat… tapi tentang hadir sepenuhnya. Mendengarkan dengan empati. Menahan diri untuk tidak menghakimi. Ada satu bagian yang terus terngiang di kepalaku: “Laskar Tanna.. setia dalam hal kecil, mendengarkan dengan empati, mendampingi dengan kasih, dan melindungi dengan keberanian.” Kalimat itu sederhana… tapi dalam. Hari ini aku merasa diingatkan lagi: bahwa ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah proses dibentuk. Supaya kami bisa menjadi garda terdepan yang benar-benar siap turun ke masyarakat. Bukan hanya tahu, tapi mau bertindak. Bukan hanya peduli, tapi BERANI.
18 0
23 days ago