Intinya gini, Sis…
Kasus klinik bodong yang dioperasikan Jeni Rahmadial Fitri, eks finalis Puteri Indonesia perwakilan Riau, jadi pelajaran kalau ternyata:
✅ Enggak semua dokter bisa lakukan tindakan bedah full invasif
✅ Yang berwenang bedah full invasif di area wajah: dokter bedah plastik
✅ Cek dan ricek klinik kecantikan langganan Sis itu terdaftar di Dinkes atau enggak
Lantas gimana sih tipu-tipu JRF yang bukan dokter bisa perdayai pasiennya untuk perawatan di “klinik” bodongnya? Simak cerita lengkapnya di Lipsus kumparan, “Klinik Bodong Eks Puteri Indonesia”.
📸: Dok. kumparan/Dermawansyah, kumparan Video, Instagram @officialputeriindonesia , Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | klinikbodong | woman | svt | R095 | R138 | E021 | E092 | V330
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
Enam tahun ‘ngibulin’ 600-an pasien 😱‼️
Gak habis pikir! Sosok yang seharusnya jadi inspirasi sebagai eks finalis Puteri Indonesia 2024, malah terjerat skandal malapraktik. Jeni Rahmadial Fitri nekat buka klinik kecantikan “bodong” di Pekanbaru dan menyamar jadi dokter bedah tanpa izin resmi! 🚫💉
Bayangkan, selama 6 tahun dia beroperasi, polisi menemukan ada 600 data pasien yang sudah ditangani. Modusnya?
✅ Pamer sertifikat abal-abal buat yakinin pasien.
✅ Kasih diskon gede-gedean (dari belasan juta jadi cuma 5 jutaan!).
✅ Alat bedah & obat bius? Ternyata cuma beli online, bukan dari distributor resmi! 🤯
Hasilnya? Banyak korban yang mengalami cacat permanen. Salah satu pasien curhat bibirnya bernanah dan bentuknya malah jadi aneh. Hasil ‘operasi’ Jeni juga bikin para korban trauma psikis. 💔
Simak cerita lengkapnya di Lipsus kumparan, “Klinik Bodong Eks Puteri Indonesia”.
📸: Dok. kumparan, Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | klinikbodong | woman | svl | R092 | E021 | V330
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Bukan dokter, tapi buka klinik kecantikan sampai praktik bedah di area wajah. Kok bisa?
Itulah yang dilakukan Jeni Rahmadial Fitri, seorang eks Puteri Indonesia Riau, di kliniknya Arauna Beauty Aesthetic Pekanbaru sejak 2019. Kasusnya mulai terkuak usai ada konsumen yang melapor jadi korban praktik Jeni.
Dari situlah terbongkar, Jeni selama ini berpraktik tanpa punya titel dokter. Ia berani berpraktik bermodal sertifikat pelatihan estetika dan piagam-piagam palsu yang dipajang di dinding klinik.
Di tengah maraknya perkembangan klinik estetika di Indonesia, masyarakat mesti waspada praktik serupa berulang. Rupanya tak sembarang jasa pelayanan kecantikan bisa menyandang kata “klinik” di mereknya. Ada aturan ketat yang mesti dipatuhi.
Bagaimana membedakan klinik estetika asli atau tidak? Simak cerita lengkapnya di Lipsus kumparan, “Klinik Bodong Eks Puteri Indonesia”.
📸: Dok. kumparan/Dermawansyah, kumparan Video/Xena Olivia, Instagram @officialputeriindonesia , Permenkes 11/2025.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | update | woman | svt | R095 | R138 | R335 | E021 | E092 | V330
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
Ananda Arengka merogoh kocek Rp8,5 juta demi operasi bibir yang ia harap bisa mempercantik penampilannya. Perempuan 25 tahun ini mempercayakan semuanya pada Jeni Rahmadial Fitri (JRF), sosok “dokter” yang belakangan diketahui merupakan eks finalis Puteri Indonesia 2024 asal Riau tanpa latar belakang pendidikan medis.
Sayangnya, hasil yang diterima justru jauh dari ekspektasi. Setelah menjalani dua kali operasi, Ananda mengaku mengalami infeksi hingga bibir bernanah. Keluhannya disebut tak kunjung mendapat respons jelas dari pihak klinik.
Kini, Jeni telah ditetapkan sebagai tersangka kasus praktik kecantikan ilegal dengan jumlah korban yang disebut mencapai 15 orang. Seperti apa ceritanya? Simak dalam tayangan berikut ini.
📸: Dok. kumparan/Dermawansyah, Ananda Arengka, YouTube PuteriIndonesiaofficial, kumparan Video, Envato/Ilustrasi.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | klinikbodong | timlipsus | video | R335 | E021 | E139 | V172
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
Jeni Rahmadial Fitri muncul dengan setelan alat pelindung diri (APD). Penampilannya khas dokter bedah. Ia mempersilakan pasiennya, Ananda Arengka, untuk berbaring di meja operasi. Tak ada konsultasi atau obrolan apa pun. Jeni menyuntikkan obat bius, dan setelah beberapa saat memulai operasi.
Ia menyayat kulit pada garis tepi bibir Arengka, menggunting, dan menjahitnya kembali. Arengka sebelumnya sudah bilang ke staf admin: ia ingin mempercantik bibir.
Yang tak ia sangka: bibirnya jadi runcing seperti paruh burung.
Lip surgery bertarif miring itu ternyata berisiko bikin bibir sumbing. Arengka pun berang. Ia menuntut operasi ulang untuk memperbaiki bibirnya.
Setelah tiga bulan, Jeni mengiyakan dengan menarik biaya tambahan. Ia pun kembali membedah bibir Arengka. Celakanya, setelahnya bibir bawah Arengka malah besar sebelah. Bentuknya jadi tak simetris—cacat permanen.
Klinik milik Jeni, Arauna Beauty Aesthetic, lepas tangan. Arengka meradang. Ia menggali informasi soal Jeni dan kliniknya. Betapa kaget ketika ia tahu bahwa Jeni bukan dokter, melainkan model yang pernah ikut kontes Puteri Indonesia 2024, bahkan jadi finalis!
Tak kalah mengejutkan, Arauna Beauty beroperasi di Pekanbaru, Riau, sejak 2019. Ratusan orang telah mendatangi klinik yang ternyata tak mengantongi izin Dinkes tersebut. Saat polisi menggeledah tempat itu, ditemukan 600 kartu pasien. Sebanyak itulah orang yang berhasil dikelabuhi Jeni si dokter gadungan.
Simak cerita lengkapnya di Lipsus kumparan, “Klinik Bodong Eks Puteri Indonesia”.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | klinikbodong | woman | motion | V330
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
Tabrakan maut kereta di Stasiun Bekas Timur memunculkan pertanyaan besar: Apa yang sebenarnya terjadi? Pakar Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang, memberikan analisa berbagai kemungkinan penyebab di balik tragedi ini.
Ada 3 poin krusial yang disorot:
1️⃣ Benarkah Sinyal Error? Kalau sinyal error, sistem biasanya otomatis “nge-lock” ke merah/kuning demi keamanan. Sebab jalur KA Jatinegara – Cikarang menggunakan persinyalan open block yang artinya jika ada rangkaian KA yang berhenti di depan, sinyal di belakangnya akan menyala merah otomatis, artinya KA yang berada di belakangnya wajib berhenti.
2️⃣ Mungkinkah Human Factor? Masinis juga manusia. Ada faktor fatigue (kelelahan) atau beban pikiran yang bisa bikin respon terlambat. Sehingga perlu ada audit sistem fatigue management di KAI.
3️⃣ Trigger Taksi Listrik Tertemper: Inilah pemicu efek domino yang berujung fatal. KNKT diminta turut menginvestigasi penyebab taksi listrik mogok hingga tertemper KRL.
“Apakah salah masinis, salah sinyal, atau salah PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) di stasiun sebelumnya itu perlu dicek semua,” kata Deddy.
Selengkapnya dalam Liputan Khusus kumparan, “31 Menit Menuju Tragedi Kereta di Bekasi”.
📸: Dok. teman kumparan, Acep, kumparan/Xena Olivia, Erandhi Hutomo, Muhammad Nauval.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | tragedikereta | news | svl | R092 | E021
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
‘Ladang Ranjau’ di Jalur Kereta 🚂⚠️
16 nyawa perempuan hebat melayang dalam tragedi KA Argo Bromo & KRL di Bekasi Timur. Salah satu pemicunya adalah insiden taksi listrik tertemper KRL di perlintasan liar Jl. Ampera.
Bukan palang otomatis, bukan sirine canggih, tapi cuma pipa atau bambu dan penjagaan swadaya warga. Mirisnya, ini terjadi di puluhan titik jalur sibuk kereta Jakarta-Bekasi dan Jakarta-Bogor. Ada sedikitnya 13 perlintasan liar di jalur Manggarai-Cikarang dan 23 titik perlintasan tak resmi di jalur Manggarai-Bogor.
Ketua Forum Perkeretaapian MTI Deddy Herlambang menyebut keberadaan perlintasan-perlintasan liar merupakan cermin ego sektoral dan area abu-abu hukum antara UU Perkeretaapian, UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dan UU tentang Jalan.
Deddy menegaskan, amanat Pasal 94 UU Perkeretaapian sudah sangat jelas: Jika sebuah perlintasan sebidang tidak berizin dan tidak ada yang mengelola, perlintasan itu wajib ditutup.
“Kalau [Pemda] enggak mau mengelola, ya tutup... Jangan sampai kereta api juga menjadi korban terus,” tegas Deddy.
Selengkapnya dalam Liputan Khusus kumparan, “31 Menit Menuju Tragedi Kereta di Bekasi”.
📸: Dok. kumparan/Erandhi Hutomo, Google Earth.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | tragedikereta | news | svt | R092 | E021
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
Dua insiden kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4), masih menyisakan tanya dan sengsara seiring banyaknya korban jiwa yang jatuh.
Melalui rekonstruksi data yang dicocokkan dengan rekaman visual dan kesaksian korban di lokasi, kumparan menyusun kembali kronologi tragedi tersebut menggunakan metode open-source intelligence (OSINT).
Simak tayangan lengkapnya di YouTube kumparan.
📸: Dok. Istimewa, teman kumparan, kumparan Video, X @kohadaruka , Tim Humas KCI.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | tragedikereta | timlipsus | video | R335 | R183 | R171 | E021 | E139 | E180 | V083
#bicarafaktalewatberita #kumparan
kumparan menelusuri keping demi keping sekuens peristiwa kecelakaan kereta maut di Bekasi Timur dengan mengumpulkan kesaksian warga dan penumpang di lokasi kejadian, foto dan rekaman amatir penumpang KRL, video livestream Trainspotter ID (@trainspotter_id ) di YouTube, juga mencocokkannya dengan jadwal resmi atau timetable KRL terbaru serta Grafik Perjalanan dan Kereta Api 2025 yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.
Dari investigasi open-source intelligence dan wawancara saksi-saksi di lapangan tersebut, terungkap bahwa ada jeda waktu sekitar 21 menit antara kecelakaan pertama (KRL 5181B vs taksi hijau) dengan tabrakan kedua (KA Argo Bromo vs KRL 5568A), dan ada sekitar 31 menit periode kritis sebelum Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 5568A di Stasiun Bekasi Timur.
Apa saja yang terjadi dalam 31 menit yang menentukan itu? Bagaimana rekonstruksi posisi tiga kereta yang terlibat dalam rangkaian kecelakaan tersebut? Selengkapnya dalam Liputan Khusus kumparan, “31 Menit Menuju Tragedi Kereta di Bekasi”.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | tragedikereta | news | igp | R021 | V245
#bicarafaktalewatberita #kumparan
RAHASIA LOLOS KAMPUS LUAR NEGERI 🎓
Banyak yang tanya, "Kapan sih waktu terbaik buat persiapan kuliah ke luar negeri?" Jawabannya: SEDINI MUNGKIN!
📌 Persiapan Akademik & Skill (Widowaty Hanumtyas - Branch Coordinator SUN Education Pondok Indah):
1. Kemampuan Bahasa adalah Kunci: Jangan baru belajar bahasa di kelas 11 atau 12 SMA. Mulai dari kelas 9 SMP atau 10 SMA, supaya kelas 11 sudah bisa tes!
2. Beresin Akademik: Pastikan nilai rapor aman dan lulus dengan baik.
3. Research & Writing: Sekolah di luar negeri itu butuh kemampuan riset dan menulis yang kuat. Asah dari sekarang!
📌 Strategi Nilai & Soft Skill (Wildan Syukur - Study Abroad Counsellor Kobi Education):
1. Target Nilai Rapor: Minimal 85-87 untuk aman, tapi kalau incar kampus top dunia, kejar angka 90+ ya! Fokus di Matematika, Bahasa Inggris, dan mapel peminatan.
2. IELTS Score: Rata-rata kampus minta 6.5, tapi kampus bergengsi (seperti di Jepang atau SMU Singapura) minta skor 7.0.
3. Leadership Potential: Bukan cuma nilai, tunjukkan jiwa kepemimpinanmu lewat organisasi, volunteering, atau aktif di lingkungan rumah (seperti Karang Taruna).
Jadi gimana persiapanmu sejauh ini? Share di kolom komentar yuk! ⬇️
Simak selengkapnya dalam Liputan Khusus “Berburu Kampus Asing” hanya di kumparan.
📸: Dok. kumparan Video, kumparan/Basith Alif.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | berburukampusasing | teknosains | svt | R092 | E021| V107
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan
Mengejar kuliah di Perguruan Tinggi Negeri boleh jadi impian banyak siswa. Namun ternyata ada siswa yang habis lulus SMA justru mendaftar kuliah S1 di luar negeri dan diterima di banyak kampus top sekaligus.
Di antaranya ialah M. Rihad Jilwah dan Yumna Afifah. Rihad yang kini kelas XII di SMAN 8 Jakarta menyebut dapat lima letter of acceptance (LoA) dari kampus-kampus top di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Sedangkan Yumna yang merupakan alumni SMA Pradita Dirgantara 2025 kini berkuliah S1 Geologi di Imperial College London dan mendapat Beasiswa Indonesia Maju (kini dilanjutkan dengan program Beasiswa Garuda).
Dari usaha yang gigih hingga lingkungan yang mengekspos kesempatan kuliah di luar negeri, apa saja resep sukses para siswa ini bisa tembus kampus top dunia?
Simak selengkapnya dalam Liputan Khusus “Berburu Kampus Asing” hanya di kumparan.
📸: Dok. kumparan/Basith Alif, kumparan Video, kumparan, ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto, mines.edu, esdm.go.id, Yumna Afifah.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | berburukampusasing | teknosains | svt | R095 | R138 | E092 | V330 | V107
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak lagi jadi satu-satunya target bagi lulusan SMA. Beberapa tahun terakhir, minat siswa untuk menargetkan universitas luar negeri kian meningkat. Salah satu faktornya didorong oleh ambisi mengejar kualifikasi di pasar kerja global.
Namun, pergeseran minat ini tak sekadar soal prestise. Pengamat menilai adanya kehilangan kepercayaan terhadap kualitas kampus dalam negeri. Selain itu, tuntutan karier internasional disinyalir jadi pemicu utama siswa memilih "cabut" lebih awal.
Lantas, apa alasan di balik pergeseran minat siswa ke universitas mancanegara, dan bagaimana pengaruhnya terhadap daya saing lulusan kita di level internasional?
Simak penelusuran lengkapnya dalam lipsus kumparan!
📸: Dok. kumparan Video.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: kumparanplus | lipsus | berburukampusasing | timlipsus | video | R335 | R138 | R092 | E021 | E139 | E180 | V145
#collab #bicarafaktalewatberita #kumparan