RAYAKANLAH DISTOPIA” PRE-ORDER
"Manifestasi visual dari rima perlawanan yang menolak padam. Menjadi saksi di setiap sudut kehancuran."
Keiotik berdiri di atas mimpi tentang kerja adil, kolektivitas, dan keberlanjutan. Mendukung proyek Sampar adalah upaya kami menjaga agar ruang, karya, dan solidaritas tetap hidup secara mandiri—bentuk nyata dari “saling jaga” antara ruang dan seniman.
TIMELINE:
Pre-Order Tutup: 22 Maret 2026
Produksi: 23 - 29 Maret 2026
Pengiriman: Mulai 1 April 2026
KREDIT:
Music by: Sampar @mok.kolasoke , @reshastromp
Recorded by: @stromprecords
Mixed by: @reshastromp
Kolase analog: @kolasoke
Font Sampar & Bingkai: @nothingsacredartwerk
Cetak Sablon: dislinkscreenprinting
Layout & Back-script: @subvisual_lab
PAKET BUNDLING — IDR 200.000
T-shirt (Stitch Supply Premium 24's)
Poster + Pin + Stiker
KONTAK PEMESANAN:
Langsung melalui DM @keiotik__
FORMAT PEMESANAN:
Nama:
Alamat Lengkap:
No. Kontak:
Ukuran:
Jumlah:
*Pemesanan tidak termasuk ongkos kirim.
BERDIRI TEGAK MENENTANG
TERIAKANLAH DENGAN LANTANG
#keiotikspace #sampar #distopia #screenprinting #solidarity olidarity
Film pendek ini menyuguhkan kritik yang tajam—bahkan bisa dibilang brutal—terhadap realitas sosial-ekonomi dalam dunia kapitalis masa kini. Terinspirasi langsung oleh pemikiran situasionis, khususnya karya Guy Debord seperti The Society of the Spectacle, film ini mengajak penontonnya untuk melihat bahwa perbudakan di zaman modern tak lagi hadir dalam bentuk rantai atau cambuk, melainkan tersembunyi rapi dalam rutinitas yang terlihat normal: kerja, konsumsi, dan kehidupan sehari-hari. Brient menyampaikan gagasannya lewat narasi tunggal yang tajam, tanpa suara lain, tanpa wawancara, tanpa tokoh. Yang ada hanyalah rangkaian potongan footage—montase kehidupan urban, industri, aparat keamanan, dan simbol-simbol kapitalisme global—disusun dengan ritme yang membuat penonton merasa dicecar tanpa henti. Dalam formatnya, film ini lebih menyerupai esai visual ketimbang dokumenter pada umumnya.
Pesan yang disampaikan cukup jelas, meskipun terkesan tanpa kompromi: bahwa manusia modern, secara ironis, telah menyerahkan kebebasannya secara sukarela kepada sistem yang mengatur hidup mereka, bahkan tanpa sadar sedang diperbudak. Kerja bukan lagi soal produktivitas, melainkan tentang merampas waktu hidup. Konsumsi bukan tentang kebutuhan, tetapi menciptakan ilusi akan pemenuhan. Pendidikan, keluarga, bahkan cinta—semuanya dipakai sebagai alat untuk mereproduksi tatanan kapitalisme.
Film ini tidak menawarkan solusi konkret, juga tidak memberi arah gerakan politik. Tapi justru di situlah letak kekuatannya. Film ini dibuat bukan sebagai panduan revolusi, melainkan semacam panggilan kesadaran: untuk melihat, untuk merasa terganggu, untuk tidak lagi menerima status quo sebagai sesuatu yang wajar. Kita diajak melihat bahwa ketaatan terhadap sistem hari ini, dalam banyak hal, tak ubahnya bentuk perbudakan yang secara moral kita tolak di masa lalu.
Sebagai sebuah karya visual dan narasi, On Modern Servitude patut diapresiasi bukan hanya sebagai kritik, tetapi juga sebagai seni yang mengguncang. Ia memperluas batas sinema politik dan menyodorkan pertanyaan yang tak mudah dijawab: seberapa bebas kita sebenarnya.
#tontonan #asoloexhibitionbykolasoke
"Save your self, civilization has come"
29 cm x 42 cm
Potong tempel majalah
2023
*Karya dipajang @berkebunrupa , dalam pameran tunggal @kolasoke (24 April - 22 Mei, 2025). Bersama mural karya @bodhi.ia di sisi luar.
Terima kasih kepada individu & kolektif yg sudah sangat membantu, mendukung, memberi semangat, dan berbagi energi hingga kegiatan terlaksana. Juga atas kesediaan dan waktunya untuk teman2 yg sudah datang melihat pamerannya.
🔥🙏🏽Tabik 🙏🏽🔥
#tontonan #asoloexhibitionbykolasoke #berkebunrupa #kebunbuku #2025
"Imaji mengelabui dengan kebahagian semu, kesedihan dungu, balutan ketulusan palsu sadar lensa kamera penuh tipu. Sebab sebegitu masif menawarkan makna lain dari kematian."
Consume
65 cm x 77 cm
Potong tempel majalah
2024
(Slide 1)
Fake off
20,7 cm x 32,5 cm
Potong tempel majalah
2010
(Slide 2)
*Karya dipajang @berkebunrupa , dalam pameran tunggal @kolasoke (24 April - 22 Mei, 2025). Bersama mural karya @bodhi.ia di sisi luar.
Terima kasih kepada individu & kolektif yg sudah sangat membantu, mendukung, memberi semangat, dan berbagi energi hingga kegiatan terlaksana. Juga atas kesediaan dan waktunya untuk teman2 yg sudah datang melihat pamerannya.
🔥🙏🏽Tabik 🙏🏽🔥
#tontonan #asoloexhibitionbykolasoke #berkebunrupa #kebunbuku #2025
"Tontonan"
65 cm x 77 cm
Potong tempel majalah
2020
*Karya dipajang @berkebunrupa , dalam pameran tunggal @kolasoke (24 April - 22 Mei, 2025). Bersama mural karya @bodhi.ia di sisi luar.
Terima kasih kepada individu & kolektif yg sudah sangat membantu, mendukung, memberi semangat, dan berbagi energi hingga kegiatan terlaksana. Juga atas kesediaan dan waktunya untuk teman2 yg sudah datang melihat pamerannya.
🔥🙏🏽Tabik 🙏🏽🔥
#tontonan #asoloexhibitionbykolasoke #berkebunrupa #kebunbuku #2025
Apa jadinya ketika hidup direduksi menjadi tontonan? Ketika segala sesuatu—rasa sakit, kebahagiaan, tubuh, bahkan pemberontakan—diubah menjadi produk yang bisa diklik, disukai, dilupakan? Kita hidup di era ketika realitas bukan lagi sesuatu yang kita alami, melainkan sesuatu yang kita lihat dari balik layar. Dunia serupa panggung, dan kita menjadi aktor sekaligus penonton dari kehidupan yang mengalienasi
"Tontonan" adalah sebuah arena. Medan sabotase terhadap dunia yang terlalu bisa ditebak dan membosankan. Potongan-potongan gambar dalam karya di bangun dari reruntuhan yang setiap hari menghantam kita—iklan, media, citra-citra yang merayu sekaligus menjadi nyanyian pengantar tidur. Tapi di tangan para perakitnya, serpihannya bukan lagi pengulangan. Mereka menjadi gangguan, menjadi ledakan kecil yang setiap serpihannya mengandung pertanyaan.
Ia adalah bentuk kemarahan. Sebuah respons terhadap pola produksi yang membuat kita semakin jauh dari diri sendiri, dari sesama, dari dunia yang nyata. Di sini, keterputusan menjadi bahasa. Kekacauan menjadi komposisi. Dan kegelisahan dipertahankan, bukan untuk diselesaikan, tapi untuk dihidupi.
#asoloexhibitionbykolasoke #livingwall #berkebunrupa #kebunbuku
Pada sesuatu yg dapat ditonton, ada keserupaan di dalam seni potong tempel atau kolase, yaitu mengidentifikasi objek. Membongkar rahasia di balik gambar dan cerita yg sengaja di ciptakan. Kolase menolak kebakuannya. Menghancurkan segala yang di tentukan lalu membangun kembali makna dari kepingan.
#tontonan #senipotongtempel #kolasoke #berkebunrupa #kebunbuku #april