PROFIL PESERTA
Akmal Rahmat Firdaus adalah praktisi seni pertunjukan dan desain asal Kota Malang serta pendiri Studio Rekayasa. Ia berperan sebagai pengembang konsep audio, sutradara, serta memiliki pengalaman dalam manajemen panggung dan desain pencahayaan teater kontemporer. Karyanya meliputi penyutradaraan video musik dan pementasan performatif seperti “WarLove”, “Nova Genesis”, dan “Southside”, serta aktif dalam kolaborasi lintas disiplin.
Akmal Rahmat Firdaus merupakan peserta Lokakarya dan Pameran/Pertunjukan RESONANSI JEJAK SINGHASARI yang akan dilaksanakan di Malang pada 30 April–3 Mei 2026.
#ResonansiJejakSinghasari #PemberdayaanRuangPublik #SeniRupa #SeniPertunjukan
Tayang malam ini di kanal youtubeku, link di bio profil…
Music Video: Kalau Presiden Takut
Director: Akmal Rahmat @kitketuko
Cast: Faizal Zaki @faizalzakirama
DOP: Moch Yusuf Habibi @ysf.hbbii
Assistant Camera 1: Aminullah Jaffar @aminullahjaffar
Assistant Camera 2: Diki Ahmad Mudhakir @_dikiia
Lighting: Jalil Abdul Rhouf @abdulrhouf2
Support Team: Achmad Faiz, Mohammad Ridho Irawan @ridhoirawan_
I prayed to God that the angel of music
Would come down and give me a song
That the words would be true and say something so new :)
🪴🤯🌘 #selamatpagiargentina
Sebuah semiotik yang anjing, ohhh sayang aku meminta maaf malam ini aku mungkin akan menutup kepercayaan.
Bagaimana jika manusia adalah sebuah bakteri yang hidup diantara sebuah apel yang busuk?, Apakah manusia lahir dari imaji sebuah mlijo?
Akankah manusia mati dengan kesepiannya lalu bangga?
Ahh aku termakan
Setenggak Yakult mungkin bisa membuat kita lebih sehat, tapi alangkah sehatnya jika melihat senyum mu.
Entah, bulan dan bintang sedang manja manjanya kepadaku, ia mengirim beberapa mimpi indah didalam tidurku, terimakasih.
Ngomong2 soal mimpi, Kemana jiwa kita saat mengistirahatkan diri? (Turu)
Semoga saja kepelukanmu
Semoga
Keterlibatan otentik dalam kesadaran diri menjadi penting,
Sementara barisan-barisan ego baru muncul dan aku yang seharusnya aku menjadi eek di antara bintang-bintang
Terbesit pikiran tentang bagaimana bisa aku tidak menolong orang di lampu merah yang sepeda motornya sedang mogok? Lalu pada tikungan tajam aku juga tidak menolong kucing yang melolong di tengah jalan.
Betapa setannya saya
Dilahirkan sebagai manusia
Ini bukan lagi intermeso ataupun spektakel
Ini adalah kiamat hati serta empati
Mungkin besok motorku akan mogok di sebelah pabrik tekel?
Lalu aku melolong di tengah jalan sanubari?
Semenjak kehadiran 11 +789 = 800
Aku sangat mencintaimu dengan tulus *Segawon*
Dalam kesejahteraan nurani seseorang menjadi titik tumpu sempurna nya akal sehat, serta tangis seseorang akan menjadi taraf kebahagiaan seperti apa, tentu pemikiran ini memiliki unsur politik tentang aku dan kamu ataupun aku dan kita, dendam akan terlumat karena lapar, serta ketidakpedulian dibalut dengan kepedulian, proses kreatif bisa menjad mayonaise di panggang di atas keterlibatan realita.i