DEKOLONIAL EXPO & BALI
Menafsir Ulang Representasi Bali dalam Bingkai Kolonial dan Pariwisata
Riset Artistik Mulawali Institute | 2025–2031
Proyek ini merupakan upaya praktik dan riset artistik yang diniatkan untuk menata ulang narasi representasi atas Bali, yang selama ini dikonstruksi oleh lensa kuasa kolonial, logika industri pariwisata, serta politik kebudayaan negara.
Dekolonial Expo & Bali mengusulkan pembacaan ulang atas tubuh warga, arsip yang tumbuh, dan sejarah yang dipinggirkan sebagai pusat penciptaan pengetahuan. Melalui kerja riset dan produksi performatif lintas disiplin seni, proyek ini berupaya menjadi laboratorium terbuka untuk melakukan eksperimentasi, intervensi, sekaligus pembajakan tatapan atas Bali yang selama ini dikenal dunia.
Di tengah dominasi pariwisata massal yang selalu dijadikan pijakan tunggal dalam penyusunan kebijakan, dominasi sejarah besar yang melesapkan sejarah kecil warga, serta semangat esensialis yang mendorong adat, seni, dan budaya tampil kian spektakuler, proyek ini meletakkan Bali sebagai medan navigasi kritis untuk mempertanyakan kenyataan dunia hari ini. Bagaimana sesungguhnya ulang-alik gagasan antara Bali dan Dunia saling terhubung, sekaligus saling menggerakkan?
Bagaimana Bali terus-menerus bersolek, tampil untuk memenuhi narasi citra pariwisata, sembari menyembunyikan negosiasi sosial, benturan tafsir, serta lapisan kenyataan warga dunia yang hidup di dalamnya? Bagaimana imajinasi tentang keindahan dan ketenangan berbenturan dengan realitas sosial-politik yang penuh tegangan—antara yang diwariskan dan yang dikritisi, antara yang dirawat dan yang dikurasi?
Melalui pendekatan mikroskopik, dengan kata kunci intrakolonial—relasi kuasa yang berlangsung antarsesama warga atau institusi lokal—dan spektakuleritas—hasrat untuk menampilkan budaya sebagai tontonan yang mengesampingkan kompleksitas sosial warga—proyek ini mencoba mengusik batas antara dokumentasi dan spekulasi, antara arsip dan repertoar, yang menciptakan ruang geser untuk mengintervensi logika representasi dalam sistem pengetahuan tentang Bali, baik oleh dunia luar maupun warganya sendiri
Foto
@vifickbolang
#mulawaliinstitute