Malam ini di Dominasi Studio 2, Batu. Bawa 3 materi baru dan sebagian materi lama. Beli tiket harus, utamanya semua aman dan nyaman, selebihnya mari diusahakan. Sampai jumpa!
#interaddcrust
[Grave News And Share]
Band D-Beat Crust Punk Asal Batu Interadd Kembali Luncurkan Karya Perdana Di Tahun 2025 Yang Dikemas Dalam Wujud Maxi-single 'Torch Against Pain'.
Lenggang kabar baik dengan disuguhkan karya anyar dari rahem Crust Punk asal Kota Batu, Interadd persembahkan rilisan perdana awal tahun 2025 yang dikemas dalam wujud Maxi-single 'Torch Against Pain'.
Hal tersebut merupakan rentan waktu yang cukup panjang dan kabar baik semenjak mereka meluncurkan karya terakhir 'Survive The Wound', karya terakhir tersebut juga turut dikemas dalam agenda Tur 2022 di beberapa titik seperti Jawa Timur, Barat serta Tengah.
Interadd lahir sejak pertengahan 2019 silam dan kali ini digawangi oleh Ciwen (vokal), Petrus (gitar), Gabi (bass) dan Azam (drum).
Sejak album "The Concreted" lahir di tahun 2020 silam, Interadd banyak mengusung lirik mengenai socio-protest atau lirik yang diadopsi mengenai protes sosial hingga diambil dari masalah-masalah sekitar seperti bencana ekologi yang terjadi di kota Batu.
Kami mencoba berinteraksi dengan Ciwen mengenai karya maxi-single, simak obrolan singkat melalui web Grave Dead!
Baca Selengkapnya Di :
Gravedead.com (Klik Tautan Instagram!)
#interadd #gravedeadmagz #gravedeadnewsandshare
Sadar bahwa hidup melambat dan terus berkompromi pada ruang dan waktu. Memilih untuk mengerjakan sesuatu yang kecil namun berlanjut, sesuatu yang kecil tapi juga berkesinambungan, perlahan dan pasti. Terlepas banyaknya opsi jalan pintas, sialnya kami terhanyut dan menikmati setiap gejala dari setiap proses didalamnya. Menyikapi setiap hal dengan sebisa dan semampu mungkin. Percaya bahwa yang kecil jika dipantik terus menerus akan besar di kemudian hari.
Pagelaran gigs Grow Between a Threat ke 39 masih menjadi titik temu dan ajang tatap muka antara satu dengan yang lain, antara kawan dengan kawan. Excessions dan Negative Crew dari Malaysia, Vultures dari Jogja, dan Gloath dari Bandung dengan berbagai macam agenda tournya masing-masing. Ditambah lagi 2 line up pembuka, Day of Salvation dari Malang dan Interadd dari Batu.
Silahkan datang, kalian tahu apa yang tidak dan semestinya untuk dilakukan. Band pertama mulai di jam 6 sore. Selain support band dari awal hingga akhir, akan ada banyak hal untuk diperbincangkan setelahnya. Saling jaga dan saling sapa, sampai jumpa!
Poster dikerjakan oleh @selfdeluding
#titikduakolektif #titikduakolektif_andallfriends #growbetweenathreat #GBAT39 #organize #diwyf #excessions #negativecrew #vultures #gloath #dayofsalvation #interaddcrust
Interadd adalah band bernafaskan D-Beat Crust Punk asal Kota Batu. Dimulai dari pertengahan bulan Juni 2019 awalnya kami sedang mengorganize gigs Grow Between A Threat #6 yang pada waktu itu kedatangan band tour Hellexist (Malaysia) dan Peace On Annihilation (Jakarta). Kami cukup kesulitan mencari band punk di Batu untuk masuk di line up gigs tersebut karena beberapa band punk di batu sudah vacuum dan juga sudah tidak aktif lagi. Kemudian Ciwen berencana ingin meneruskan projek lama nya bernama Blockade 19 dengan meminta bantuan petrus (Ravage) mengisi di guitar dan minyol (Grinoiss) di drum. Namun setelah di pikir-pikir Ciwen merasa tidak bersemangat meneruskan projek tersebut karena beberapa materi lama juga sudah tidak diingat dan beberapa personil asli pun juga sudah tidak berkomunikasi lagi. Akhirnya Ciwen berubah pikiran untuk membuat projek baru dan materi yang segar dengan formasi Ciwen - Vocal, Petrus - Guitar, Minyol –Drum, dan mengajak Gabi (Djoestitje) - Bass. Nama Interadd itu sendiri di ambil dari bahasa Swedia “inte radd” yang artinya tidak takut dan kata tersebut kami gabung menjadi ”Interadd” agar menjadi satu kesatuan kata. Pembawaan musik dari Interadd sendiri dipengaruhi oleh Discharge, From Ashes Rise, Disfear, Alpinist, His Hero Is Gone, dan Sarabante. Grow Between A Threat #6 menjadi awal dari first show kami. Saat ini kami sedang proses pembuatan Demo dan materi untuk EP pertama kami yang menceritakan proses cara pandang kami yang berbeda dalam menanggapi keindahan pariwisata di Kota Batu. Seiring berjalanya waktu kami akhirnya merilis EP pertama yang bertajuk "The Concreted" yang dirilis di 3 negara berbeda yaitu oleh NeedGuts & Tarung Records( Indonesia ) , Broken Noise Records ( Malaysia ) , Svarta Records ( Czech ) dan disusul dengan single baru tang berjudul "Survive The Wound" yang dirilis lewat kanal youtube Husted Youth. Selang beberapa waktu minyol harus mundur dari band karena ada keperluan pribadi dan digantikan oleh Azam ( 1984 ) untuk pengisi drum . * Interadd juga turut meramaikan dan bersenang-senang di”HARDCORE ATTACK VOL.4” mcc Kamis 10 Oktober 2024 jam 12.00-21.00
Seee uu on stage….!!!
NO VIOLENCE..
Pre order t-shirt INTERADD - live on hardcore attack #4
IDR 150K | Bundling t-shirt+ticket IDR 200K - Limited edition
format pemesanan PO :
Nama :
No hp :
Alamat :
Size :
T-shirt / Bundling :
Pembayaran lunas
Transfer BCA 0110560770 an. Wahono eko
Kirim bukti pembayaran ke no wa. 08155506664 or