Sebagai respons atas momentum Hari Perempuan Internasional, Fayalet
@fayalet merilis “Menantang Hegemoni”, sebuah track singkat namun sarat pernyataan politik. Lagu ini menyoroti bagaimana dominasi maskulinitas masih mengakar dalam ruang masyarakat sipil, bahkan merembes ke dalam tubuh pergerakan itu sendiri, meninggalkan perempuan dan kelompok rentan di posisi yang kerap terpinggirkan.
Secara musikal, “Menantang Hegemoni” bergerak dalam lanskap hardcore yang agresif, dengan pengaruh yang terasa dari nama-nama seperti Big Boy, Gel, Turnstile, dan Pinkshift. Meski demikian, pendekatan old school (OG) tetap menjadi fondasi, terutama melalui riff gitar yang lugas dan pola drum yang intens. Dengan durasi sedikit di atas satu menit, lagu ini tidak memberi ruang untuk distraksi, langsung menyampaikan energi konfrontatif sejak awal, diperkuat oleh sisipan SFX demonstrasi yang direkam langsung di lapangan.
Fayalet sendiri digerakkan oleh Fayalet di lini vokal, DD pada gitar, haanisme di bass, serta QQ9 di balik drum. Untuk tahap akhir produksi, mixing dan mastering kembali dipercayakan kepada Aidil, yang sebelumnya juga terlibat dalam penggarapan “Mantra Anti Terror”. Track ini menjadi bagian kedua dari proyek EP yang dijadwalkan rampung pada Agustus mendatang.
Dirilis pada 25 Maret 2026, “Menantang Hegemoni” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital (DSP). Lebih dari sekadar rilisan, lagu ini berdiri sebagai pengingat bahwa isu yang diangkatnya tidak bersifat musiman, karena dalam konteks perjuangan, setiap hari adalah hari perempuan.
#InfoGigs