Nggak nyangka Jogja di awal Ramadan bisa se-tenang ini. Jalanan sepi, udaranya pelan, dan suasananya syahdu banget.
Definisi bingung sendiri: ini kita wisatawan, apa emang udah menyatu jadi warga lokal?
Btw, ini list lengkap itinerary-nya:
🥘 Jogja Food :
• Gudeg Pawon
• Bakmi Mas Pet Bun
• Ayam Goreng Kranggan
• Soto Kadipiro
☕️ Nongkrong :
• Lituhayu
• 1966 Home Bar
• Nest Coffee & Bakery
• Susu Pak Warto & STMJ Pinggir Jalan
• Angkringan Pak Tomi
⛰️ Activity:
• Kalitalang - Pos 4 Merapi
• Kebun Buah Mangunan
• Pasar Seni Mustakoweni
• Masjid Keraton
• Kampung Ramadhan Jogokaryan
🚂 Solo Side Trip:
• Pasar Gede (Dawet Bu Sipon & Dimsum Umayumcha)
• Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
• Loske Kopi Service
• Bagel’s by Dapoerbarru
Serba serbi manusia kurang kerjaan menuntaskan wacana kopi subuhnya bersama teman kabupatennya.
Dilanjut mampir rumah cuma buat minta sarapan - balik ke kontrakan dan blusukan.
Sekian - sampai jumpa di jadwal basikal selanjutnya.
Pagi ini gowes pelan-pelan sambil menikmati kabut yang turun tipis di depan mata. Udara dingin, sejuk, dan jalanan masih sepi.
Di sisi yang lain, pegunungan Putri Tidur kelihatan samar di balik kabut, menjadikan suasana pagi menjadi lebih sunyi, dan menenangkan, di waktu yang bersamaan.
📍 Bendungan Lahor, Kabupaten Malang
Maaf kawinajang, sekarang buthak via sirah kencong pemenangnya🏆
Setelah seharian diguyur hujan di tengah hutan, di akhir dapet hadiah kayak gini. Tuhan maha asyik✨
@mountnesia
Kalau benar bahwa rejeki itu bukan hanya tentang materi, maka salah satu pemberian yang paling disyukuri di tahun ini adalah “Perjalanan”
Bertemu mereka-mereka yang datang dari berbagai asal, membuat diri menjadi memiliki sudut pandang baru dalam melihat dan menghadapi sesuatu.
Perpisahan juga menjadi hal yang manis, karena masing-masing selalu menemukan cara untuk berjumpa kembali.
2025 - Unexpected Journey