Dalam Bungkusan Daun Jati menelusuri tradisi nasi jamblang sebagai cermin hubungan sosial, ekonomi, dan budaya yang berakar pada praktik berbagi. Buku ini menyoroti bagaimana pedagang dan pelanggan membangun solidaritas melalui gestur kecil—porsi lebih untuk buruh pelabuhan, harga khusus bagi para buruh dan kuli angkut—yang menjadi bagian dari ekonomi moral berbasis empati. Di meja nasi jamblang, batas kelas sosial melebur: buruh, pegawai, dan mahasiswa duduk sejajar, disatukan oleh bungkus daun jati yang sama. Melalui narasi dan dokumentasi kuliner, buku ini mengajak pembaca melihat ekonomi bukan sekadar transaksi, melainkan ruang kebersamaan dan keberlangsungan hidup kolektif.
Diterbitkan bersama
@sanggar_ikhtiar , Graphic Handler,
@cirebonbound &
@petrikorbooks , 2025
76 halaman, dicetak menggunakan Risograph dengan tinta berbasis kulit ari beras
Buku ini akan terbit secara perdana di
@press.print.party Art Book Fair, 7–9 November 2025
—-
Within The Teak Leaf Wraps traces the tradition of nasi jamblang as a reflection of social, economic, and cultural relations rooted in the practice of sharing. The book highlights how vendors and customers build solidarity through small gestures—an extra portion for dockworkers, special prices for laborers and porters—forming part of a moral economy grounded in empathy. At the nasi jamblang table, social class boundaries dissolve: workers, office employees, and students sit side by side, united by the same teak-leaf wrapping. Through narrative and culinary documentation, this book invites readers to see the economy not merely as a transaction, but as a space of togetherness and collective continuity.
Published collaboratively by Sanggar Ikhtiar, Graphic Handler, Cirebon Bound & Petrikor Books, 2025
76 pages, printed using Risograph with rice bran–based ink
To be launched at Press Print Party Artbook Fair, November 7–9, 2025