Ketemu kita di Fan & Makers 2026! 🔥
TOKO MENARI BERKAH hadir bareng GOD SAVE THE GIGS, TRICO, OM KACAU BALAU, SOUND OF GLORY, FM ABENDS & SOG.
📅 13–15 Maret 2026
📍 The Brickhall Fatmawati
⏰ 10.00–22.00 WIB
Sampai ketemu!
#thejeblogs #thejeblogsmerch #fanandmakers #fanandmakers2026 #tokomenariberkah
Beri jalan untuk trio folk asal Klaten, FM Abends.
Dimulai oleh @fuckabends pada 2019, lalu ditemani oleh @sabrang_j dan @febriantoprim untuk merancang musikalitas FM Abends lebih solid di jalur dark-folk. Dua single terbaru sudah dirilis jadi permulaan untuk debut album yang akan dirilis tahun ini.
Dua rilisan musik sebelumnya: EP Bérama (2023) dan Live Session at Pasar Beringharjo (2025), masih tersedia terbatas. Order klik link di bio @li.bs.tore .
#FMAbends #GemuruhSuaraDoa #MenujuPulang #Folk #Klaten
“Gemuruh Suara Doa” berbicara tentang harapan orang tersayang yang sering kali tak terucap keras, tetapi terus bergema dalam diam. Tentang doa-doa yang tak kita dengar, namun selalu lebih dulu sampai. Lagu ini adalah pengingat bahwa setiap langkah yang kita ambil, sejauh apapun selalu disertai keyakinan yang dipanjatkan atas nama kita.
Single ini ditujukan bagi mereka yang hidup jauh dari rumah, yang merantau demi mencari jati diri atau sekadar menyambung hidup. Bagi yang terpisah pulau, bahkan negara. Bagi yang menahan rindu di kamar kos, di kontrakan kecil, maupun di negeri orang. Lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa sejauh apapun jarak ditempuh, ada doa yang tak pernah padam menyertai.
“Gemuruh Suara Doa” diharapkan menjadi lagu pendamping saat perjalanan pulang terutama di momen kembali ke rumah. Sebuah soundtrack perjalanan yang sunyi, ketika lampu-lampu jalan menemani dan ingatan tentang rumah datang perlahan. Lagu ini adalah pelukan yang tak terlihat, suara yang menguatkan tanpa perlu berteriak.
Secara musikal, FM Abends menghadirkan nuansa yang kontemplatif namun hangat. Atmosfer yang dibangun tidak meledak-ledak, melainkan mengendap, memberi ruang bagi pendengar untuk merenung dan merasakan. Setiap nada seperti menyimpan jeda, tempat dimana doa-doa itu bersemayam.
Lebih dari sekadar lagu, “Gemuruh Suara Doa” adalah refleksi tentang pulang. Tentang memahami bahwa kita mungkin pernah jauh, pernah hilang arah, pernah jatuh di titik paling rendah namun selalu ada yang percaya, selalu ada yang menyebut nama kita dalam doa.
Dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026, “Gemuruh Suara Doa” tersedia di seluruh platform musik digital dan diharapkan menjadi pengingat sederhana bahwa sejauh apapun langkah kaki pergi, doa selalu lebih dulu sampai.
Lagu “Gemuruh Suara Doa” kini sudah tersedia dan bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan YouTube Music.
Lagu ini diproduksi secara mandiri oleh FM Abends dan direkam di Mullstud, dengan rilis di bawah naungan Seneca Asylum.
#ultramusicfestival #musikindo #seputarmusik #yogyakartaistimewa #klatenbersinar
.
Melangkah lebih dalam dan dewasa, telah lahir single baru berjudul “Gemuruh Suara Doa.”
Di titik ini, perjalanan musikal kami bergerak menuju refleksi yang lebih dewasa, bukan lagi tentang amarah masa lalu, melainkan tentang kesadaran yang tumbuh pelan-pelan di dalam sunyi.
Gemuruh Suara Doa adalah perenungan tentang waktu yang berjalan tanpa terasa, tentang bagaimana seseorang tiba-tiba menyadari bahwa ia telah dewasa, telah jauh melangkah, dan telah membawa lebih dari sekadar mimpinya sendiri.
Lagu ini berdiri di antara abu masa lalu dan cahaya yang belum sepenuhnya datang. Kelelahan, penantian, keraguan yang sempat menggerogoti keyakinan. Namun dibalik itu semua, ada sesuatu yang tak pernah berhenti bekerja yaitu doa.
Gemuruh Suara Doa berbicara tentang harapan orang tersayang yang sering kali tak terucap keras, tetapi terus bergema dalam diam. Tentang doa-doa yang tak kita dengar, namun selalu lebih dulu sampai. Lagu ini adalah pengingat bahwa setiap langkah yang kita ambil, sejauh apapun selalu disertai keyakinan yang dipanjatkan atas nama kita.
Single ini ditujukan bagi mereka yang hidup jauh dari rumah, yang merantau demi mencari jati diri atau sekadar menyambung hidup. Bagi yang terpisah pulau, bahkan negara. Bagi yang menahan rindu di kamar kos, di kontrakan kecil, maupun di negeri orang. Lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa sejauh apapun jarak ditempuh, ada doa yang tak pernah padam menyertai.
Gemuruh Suara Doa diharapkan menjadi lagu pendamping saat perjalanan pulang terutama di momen kembali ke rumah. Sebuah soundtrack perjalanan yang sunyi, ketika lampu-lampu jalan menemani dan ingatan tentang rumah datang perlahan. Lagu ini adalah pelukan yang tak terlihat, suara yang menguatkan tanpa perlu berteriak.
Jumat, 27 Februari 2026, Gemuruh Suara Doa tersedia di seluruh platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan YouTube Music.
Lagu ini diproduksi secara mandiri oleh FM Abends dan direkam di Mullstud, dengan rilis di bawah naungan Seneca Asylum.
Desain oleh:
@cosmicromance__
#GemuruhSuaraDoa
#FMAbends
#MenujuPulang
Besok.
Untuk semua yang sedang dalam perjalanan.
“Gemuruh Suara Doa”
Rilis 27 Februari 2026.
Nyalakan pengingatmu.
#fmabends
#gemuruhsuaradoa
#menujupulang
Lagu ini untuk perjalanan pulangmu.
H-3
Tag temanmu yang sedang merantau.
27.02.2026
Desain oleh:
@cosmicromance__
#GemuruhSuaraDoa
#FMAbends
#MenujuPulang
Lagu ini ditujukan bagi mereka yang hidup jauh dari rumah, yang merantau demi mencari jati diri atau sekadar menyambung hidup.
Bagi yang terpisah pulau, bahkan negara.
Bagi yang menahan rindu di kamar kos, di kontrakan kecil, maupun di negeri orang.
Lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa sejauh apapun jarak yang ditempuh, ada doa yang tak pernah padam menyertai.
27.02.2026
#GemuruhSuaraDoa
#FMAbends
#MenujuPulang
Sumber aset:
Pinterest diedit dengan Photoshop, InShot.
Berdiri di antara abu masa lalu dan cahaya yang belum sepenuhnya datang. Kelelahan, penantian, keraguan yang sempat menggerogoti keyakinan. Namun dibalik itu semua, ada sesuatu yang tak pernah berhenti bekerja yaitu doa.
27.02.2026
#GemuruhSuaraDoa
#FMAbends
#MenujuPulang
Sumber aset:
Pinterest diedit dengan Photoshop, InShot.
Untuk yang jauh dari rumah
Untuk yang menahan rindu sendirian
Ada doa yang tak pernah berhenti menyebut namamu
27.02.2026
#GemuruhSuaraDoa
#FMAbends
#MenujuPulang
Sumber aset:
Dokumentasi pribadi diedit dengan InShot.
Terinspirasi dari tulisan-tulisan dalam zine spesial ulang tahun ke-2 @simaksiar , kami ikut mengucapkan rasa syukur yang sama.
Dua warsa jadi ruang perayaan, dua warsa jadi tempat pulang. Senang rasanya melihat semakin banyak band meninggalkan jejak di panggung ini, bising yang kalian rawat tumbuh jadi rumah untuk banyak kepala.
Selamat merayakan Dua Warsa, Simak Siar. Semoga apa yang kalian jaga terus membesar, menguat, dan memanggil lebih banyak orang untuk merayakan panggung kalian bersama-sama!
#JNMBloc #RuangRiang #SkenaGampingan #EventJogja #Yogyakarta
Berikut adalah aset visual yang dikerjakan untuk perayaan 2 tahun @simaksiar , senang bisa menjadi bagian dari perayaan tersebut.
Slide-1 Halaman.00 Profil
Awal mula terbentuknya FM Abends, dari Solo karir hingga bertemunya 2 sahabat Sabrang Jolonidi dan Febrianto Prima dengan latar musik yang berbeda.
Slide-2 Halaman.01 Pulang
Visual mata yang meneteskan air mata, memvisualkan tentang bagaimana berharganya arti tentang Pulang.
Aset source: Youtube
Slide-3 Halaman.02 Dasawarsa/Dekade
Bangku, rerumputan, bunga mawar dan tiupan angin menjadi latar belakang yang pas untuk sebuah penantian yang panjang.
Aset Source: Youtube
Slide-4 Halaman.03 Creep-Radiohead
Karya musik Radiohead menjadi inspirasi untuk karya FM Abends. Mencoba mengcover salah satu lagu mereka, kami memutuskan untuk memilih Creep. Lagu yang cukup fenomenal, dan menginspirasi kami. Kami membayangkan visual lagu creep seirama dengan Performing Art dari Marina Abramovic yang berjudul “A minute of silence”.
Aset Source: Youtube
Slide-5 Halaman.04 Dan aku hanya ingin kau tahu
Visual yang menceritakan seseorang menjelang kematiannya ditemani oleh saksi-saksi. Terinspirasi dari penggalan lirik “Terangiku disisa waktuku”.
Aset Source: Youtube
Slide-6 Halaman.05 Menari dibawah purnama
Lagu ini dibuat atas respon puisi dari Fathan Ardiansyah. Kami membayangkan apa yang sebenarnya sedang terjadi saat puisi tersebut dibuat. Bagaimana perasaannya? Suasananya? Kondisi fisiknya. Maka dari itu kami membayangkan visual tersebut dengan interpretasi seperti yang disajikan.
Aset Source: Youtube