Dulu, tahun 45 sekelompok muda-mudi berimajinasi untuk membangun sebuah negara yang masih di dalam kepala mereka sendiri. Bayangannya masih kabur, tapi imajinasinya jelas, itu yang diperjuangkan. Bikin negara udah berasa kayak bikin startup. Imajinasi adalah suatu wujud kekekalan. Ia akan tumbuh sendiri di saat yang tepat, tumbuh di saat peradaban membutuhkannya. Ia tumbuh setiap saat dan memanggil-manggil manusia untuk menyatakannya. Ia bukan pikiran asli dari satu manusia saja, ia bergerak dari rangkaian gelombang yang dinamis, menangkap segala kegelisahan pada satu masa secara bertahap. Lalu menginspirasi manusia lainnya untuk bergerak. Seperti akar pohon yang saling terhubung untuk mengirimkan nutrisi dan unsur lain dalam tanah, lalu secara bersama-sama menghancurkan apa yang mengganggu ekosistem mereka. Kita mulai lagi perjalanan 45 👌
Tutorial gosok sabun dari daun jambu. Menurut kita, orang kota yang hidupnya dalam sistem dan rutinitas, ini adalah bentuk kemiskinan, ini bentuk purba yang jauh dari kata modern, primitif, ketinggalan jaman, sekedar dilihat sebagai lokasi yang menarik untuk wisata alam bagi orang kota yang stress dirundung garis mati. Apapun yang tak dibeton dan dipagari dianggap sebagai bentuk kemiskinan. Standar ini menjadi salah satu kriteria BPS (Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester).
Kita akan terus melihat kemunduran di berbagai sektor, karena fondasi pembangunan kita bergantung pada apa yang menjadi unsur penting dalam tanah, sehingga perlu dibabat, digali untuk diekstrak sebagai energi terbarukan, dijadikan perkebunan monokultur, padahal alam tidak mengenal monokultur, ia hanya mengenal keanekaragaman hayati yang proporsional, sesuai dengan kebutuhan setiap makhluk dalam satu habitat yang saling mendukung. Tanah secara alami menghasilkan berbagai hal yang jauh lebih bernilai, seperti pangan, obat-obatan/farmasi, fondasi tempat tinggal, sumber air, kosmetik, biokimia dan segala kebutuhan utama ekosistem yang dihidupi manusia.
Ketika kita mengabaikan bagaimana proporsi habitat yang seharusnya, seenak dengkul untuk penuhi ego dan narsistik, maka ketimpangan ekonomi, konflik sosial akan terus terjadi akibat penyeragaman sosial yang memaksa dan terpaksa kita turuti. Negara mendukung yang mana? Dulu kita dikenal negara agraris dan maritim, tapi sekarang? Pak Harrison Ford taunya kita negara deforestasi. Kita butuh perencanaan yang kembali ke sana, merumuskan arah bangsa yang memiliki kekayaan tanah dan air. #hutan #sungai #kapuashulu #kalbar #banjirsumatera
Semua rencana dan skemaku yang kecil Hilang seperti mimpi yang terlupakan Sepertinya yang kulakukan selama ini Adalah menunggumu
Seperti anak kecil laki-laki dan perempuan
Yang bermain dengan mainan kecil mereka Sepertinya yang mereka lakukan selama ini Adalah menunggu cinta
Tak perlu merasa sendiri Tak perlu merasa sendiri
Ini cinta sejati, ini nyata Ya, ini cinta sejati, ini nyata
Jadi Ari Lasso gini kalo beatles diterjemahin
Parents and kids band for #yasofest2025.
The school have Yasporbian 10 basis, and we are: TEN ROCK BASIS!!!🔥🔥
Metallica’s “Enter Sandman” full version
#metallica #entersandman #band #kidsband
Satu persatu ceklistmu yg belum terwujud, diwujudkan sama kawan-kawanmu gus. Kami hanya menjadi perantara agar karya-karyamu terus hidup, bergerak dan berjalan terus menuju apapun yang perlu dihidupkan. Seruan optimismemu semoga benar2 menular ke generasi ini dan selanjutnya, mereka nantinya akan mempunyai peran penting untuk bangsa ini. Malam itu semua merayakan harapan-harapan baru. Kamu hanya menjadi pemantik awal untuk harapan-harapan itu.
Foto-foto oleh para fotografer hamba Allah.
#synchronizefest
Innalillahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan kawan, Omar Nur Komari, dulu pernah pingin hidup di musik, tapi gak pernah kesampaian. Ngubek2 di Surabaya, tour ke Malang, Bandung, Jakarta, Semarang, Jogja, Malaysia, dll. Kesampaian manggung di Planetarium Cikini. Pernah juga diundang ke scene di San Francisco, tapi ga tau cari modalnya. Bareng2 tolol dari tahun 2000-2014. Kita gak pernah memutuskan untuk udahan, tapi mau gak mau kita jalan sendiri2. Eh tiba2 kemaren ditinggal “pergi”. InsyaAllah tempat terbaik buatmu di sana. Banyak belajar ketulusan, kebaikan, kepedean dari Komar. Cuk!
Ketemuan sama Gustiwiw di sana yak! Pasti cocok, sifat kalian mirip hehe…
Watch our latest podcast featuring @kedubesbekasi & @sigitezra !
Kedubes Bekasi is back with their 2nd album: ENDIKUP, a happy, light, and easy on the ears collection of tunes
Bonus: the booklet also includes their 1st album. Double the music, double the vibes! 🥳
Meanwhile, @sigitezra joins as one of the postcard creators for JICAF 2025, alongside many other amazing artists
The full video of our podcast will be available on YouTube, so stay tuned!
Special thanks to @doss.id for supporting our podcast!
Don’t miss this exclusive release only at JICAF 2025! Come and grab it before it’s gone!
Purchase your JICAF 2025 passes now via linktr.ee/jicaf, scan the QR code in the last image, or get them through @loketcom !
Jakarta Illustration & Creative Arts Fair 2025
🗓 Sept 18: Invitation only
🗓 Sept 19 – Oct 5: Open to the public
🕙 10:00 – 21:00 WIB
📍 The Space, Senayan City
⚠️ Closed every Monday
#JICAF2025
Mengenang karya @gustiwiw tahun ini @nehrurindra dan teman-teman musisi lainnya akan mempersembahkan panggung spesial ‘A Tribute To Gusti Irwan Wibowo’🫶🏻
BESOK! @nehrurindra dan teman-teman @kedubesbekasi akan take over siaran Synchronize Radio di jam 17:00 - 18:00 WIB! Pastiin kalian gak kelewatan ya warga-wargi✨
#SynchronizeRadio #Gustiwiw #SynchronizeFest2025
____
Synchronize Radio
Musik Indonesia Selamanya
Mungkin bangsa ini pelan-pelan mulai menemukan titik membalnya, keas-keos yang terjadi akhir-akhir ini semacam “cubitan” dengan rasa yang mengesalkan. Optimisme untuk bergerak atas kesadaran dan bentangan imajinasi masa depan sudah mulai bisa terlihat dan ditata satu per satu.