“Takut muntah Gua kalau makan Mas sebelum motret”
ini adalah jawaban saya ketika ditanya
@pandji.pragiwaksono soal kenapa saya hanya memesan French Toast, sesaat sebelum ke venue show Mens Rea Palembang.
“Kenapa muntah?” tanya Pandji lagi.
“Ya nervous aja motoin lo”
“Dih aneh bener, foto stand up fest lo kan gua pake. Emangnya apa kemungkinan terburuknya?”
“Ya gak dapet foto bagus aja”
“Itu mah tergantung penampilnya aja” ucap Pandji menenangkan kegusaran saya.
Percakapan di atas terjadi sebenarnya dalam bahasa Inggris. Kata Mas
@piokharisma kalau Pandji udah ngomong bahasa Inggris, biasanya dia yakin banget dengan omongannya.
—
Saat pertama kali ditawarin Mas Pio untuk motoin Mas Pandji di Mens Rea Palembang, karena beliau berhalangan hadir, rasa senang dan khawatirnya datang berbarengan. Senang karena akhirnya kesempatannya datang juga, tapi khawatirnya juga besar karena ini untuk pertama kalinya “dilepas sendirian” untuk motoin stand up. Saat Stand Up Fest kemaren, tim dokumentasinya solid, jadi khawatirnya gak begitu besar meski harus motret di antara 5000 orang yang hadir.
Sejujurnya, saya berhenti menikmati materi Stand Up Pandji sejak Juru Bicara, waktu itu, saya menonton secara langsung di Auditorium Driyarkara, Jogja. Perasan pusing setelah menonton acara komedi, bukan suatu yang saya harapkan. Kurang lebih kayak baca laporan majalah Tempo, insightful, tapi saya pengen lebih banyak tawa dibanding gumaman “oh iya ya”.
Saya gak menaruh ekspektasi apa pun pada Mens Rea, tapi karena harus mendengarkan set up menuju punchline agar siap membidik momen, sedikit banyak saya memperhatikan Set Mens Rea. Materi Cagub DKI, Lagu Patah Hati hingga call back Bit Shangai adalah beberapa materi yang nempel di kepala.
Aneh betul rasanya mengikuti Pandji sejak dia siaran dan rap, menyelipkan set stand up di twivate, special pertamanya dengan harga tiket 75ribu di Usmar Ismail kapasitas 400 orang, sampai ke Mens Rea yang berjumlah 10.000 orang dengan harga tiket paling mahal 2 Juta. Gila. Gak berlebihan kalau di scene Stand Up Comedy, Pandji kerap dilabelin “the one and only”.
Sampai Jumpa di Mens Rea Finale Jakarta!
#standupcomedy
#faridefte